“Kalian udah saling kenal toh…?” Tanya
Mama, secara bersamaan Alvin dan Sivia menjawab,
“BELOM…”
“UDAAAHHH…”
Alvin dan Sivia saling menatap satu sama lain, Alvin memplototi Sivia,
“iiihhh…Kak
Alvin, kita kan udah saling kenal…”
“tapi
gue gak kenal sama lo….”
Mama
sudah terlihat bingung gara-gara Alvin dan Sivia. Tak mau semakin bingung lagi,
Mamapun berkata pada Alvin,
“udah…udah,
Alvin sekarang kamu duduk deh…” Dengan sangat terpaksa Alvin duduk dihadapan
Sivia. Sivia melambaikan tangannya untuk Alvin, tapi Alvin malah membalas
lambaian tangan Sivia itu dengan sebuah pelototan.
“apa
lo…??” ucap Alvin setengah berbisik. Sivia langsung menunduk.
“ok,kita
mulai saja! Biar gak panjang urusannya, Mama gak akan nanya kalian udah saling
kenal ato gak, Mama pusing…sekarang gini aja…Alvin…”
“iya
Tan…??”
“mulai
besok malam kamu akan mengajar Sivia disemua mata pelajaran terutama
Matematika, Fisika dan Kimia, les privatnya itu kalian lakukan 3 kali dalam
seminggu, yaitu pada hari selasa, rabu dan sabtu….” Alvin tersentak ketika Mama
menyebut hari sabtu.
“HAAAA…??
BERARTI MALAM MINGGU DONG TAN….???”
“iya…malam
minggu, emangnya kenapa Vin…? Kamu gak bisa??” Tanya Mama pada Alvin. Alvin
yang memang tidak mau mengecewakan Mama pun akhirnya menyanggupi ucapan Mama.
Ia bersedia menghabiskan malam minggunya bersama gadis yang paling lemot yang
pernah ia temui itu.
^_^
@Alvin House
“Arrgghhhh….Bunda…
kenapa sih pake ngenalin Alvin segala sama Tante Winda, Bunda tuh, issshhhh….”
Protes Alvin pada Bundanya saat ia baru saja pulang dari rumah Sivia. Bunda
tersenyum lalu mendekati Alvin,
“emang
kenapa dengan Tante Winda…? Tante Winda kan minta kamu buat ngelesin privat
anaknya, karna Bunda tau kamu pinter dan suka berbagi ilmu, kenapa gak sekalian
aja kan ngelesin Privat anaknya tante Winda, Tante Winda juga pastilah akan
ngegaji kamu, kan lumayan sayang bisa nambah uang saku kamu…”
“Bukan
itu masalahnya Bund…”
“terus
masalahnya dimana….?”
“anaknya
Tante Winda itu lemot, sejak pertama kali ketemu dia udah bikin Alvin kesel,
dan satu lagi Ma, anaknya Tante Winda itu…..” Alvin ragu-ragu melanjutkan
perkataannya,
“anaknya
Tante Winda kenapa??”
“anaknya
Tante Winda itu suka sama Alvin dan selalu ngejer-ngejer Alvin, Alvin kan risih
Bunda, dan gara-gara Sivia, Alvin selalu berantem sama Shilla… gak mau ah
Bund,, Bunda ngomong kek sama Tante Winda….”
“ya
udahlah, kesepakatan yang udah dibuat itu gak boleh dibatalin, kalo kamu emang
gak mau ngajarin Sivia kenapa gak ngomong langsung tadi ama Tante Winda, dan
kenapa malah minta Bunda yang ngomong sama Tante Winda…?”
“Alvin
Cuma gak enak aja sama Tante Winda…”
“kamu
fikir Bunda juga enak ngebatalin kesepakatan yang udah anak Bunda bikin… inget
yang selalu Bunda bilang sama kamu sejak kamu mesih kecil, TANGGUNG JAWAB
Vin….” Bunda pun meninggalkan Alvin sendiri. Alvin langsung menjatuhkan
tubuhnya disofa, ia sudah pasrah, sepertinya Bunda tidak mau membantunya.
^_^
Ify
menunggu kedatangan Rio dengan sabar dikoridor sekolah, Ify bertekad bahwa hari
ini juga ia harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Rio. Ify tidak
mau masalah ini terus berlarut-larut tanpa penyelesaian.
Sekitar
8 menit menunggu, Ifypun melihat sosok Rio dari kejauhan. Ify berlari untuk
menghampiri Rio. Ify menghentikan larinya tepat dihadapan Rio.
“Kak,
aku harus ngomong sama Kakak tentang ketidakhadiran aku diProm….” Ucap Ify
dengan harapan Rio mau mendengarkannya, namun ternyata Rio malah berkata,
“gak
ada lagi yang perlu kamu omongin….” Kata Rio dingin, saat Rio akan melangkah
pergi, Ify langsung berkata,
“malem
itu, aku pengeeenn banget dateng Kak, tapi….tapi Ibu aku pingsan Kak,
penyakitnya kambuh dan malam itu juga aku harus jagain Ibu dirumah sakit….” Rio
tersentak mendengarkan penjelasan Ify. Ternyata ia telah salah paham pada Ify.
Ify tersenyum, ia menyeka air matanya lantas berkata,
“udah
Kak, Cuma itu aja yang mau aku jelasin sama Kakak, sekali lagi aku minta maaf
karna udah bikin Kakak nunggu, tapi sumpah, aku gak ada niat sedikitpun buat
bikin Kakak nunggu apalagi bikin Kakak kecewa, dan yang harus Kakak tau, Ify
sayang sama Kakak…” Rio tak menjawab ucapan Ify, ia masih membelakangi Ify.
Sekali lagi Ify menyeka air matanya, setelah cukup lama terdiam, Ifypun
memutuskan untuk meninggalkan Rio. Beberapa saat setelah Ify pergi barulah Rio
menoleh kebelakang tapi Ify sudah tidak ada ditempat. Rio menyesali diri,
“ya
Tuhan….rupanya gue udah salah paham sama Ify, begok lo Yo, harusnya dari
kemaren lo dengerin penjelasan Ify bukan malah sok cuek sama dia dan bikin dia
sedih, parah lo yo…” ucap Rio pada dirinya sendiri.
Ify
berjalan kekelasnya dengan langkah yang gontai, sepanjang perjalanan Ify terus
mengingat Rio. Karna tidak focus saat berjalan Ifypun menabrak seseorang yang
ternyata adalah Alvin.
“maaf….”
Ucap Ify tanpa melihat orang yang telah ia tabrak. Alvin yang melihat Ify
terlihat sedihpun langsung memegang kedua pundak Ify, Alvin menunduk lalu mengangkat
dagu Ify,
“lo
kenapa Fy…?lo abis nangis…?” Tanya Alvin cemas,
“gak
kok Kak…”
“lo
jangan bohongin gue Fy, gue tau lo udah nangis, kenapa? Ini semua karna Rio…?”
“bukan
karna Kak Rio, Kak Rio gak salah, tapi gue yang salah, gue yang begok….”
“Fy….”
“udah
ya Kak, gue harus masuk kelas….” Ify pun melanjutkan perjalanannya menuju
kelasnya. Alvin langsung berlari hendak menemui Rio.
^_^
Ify
terduduk dengan lemah dibangkunya. Ia menutup wajahnya menggunakan kedua
tangannya. Tak lama setelah Ify memasuki kelas Siviapun datang, ia duduk
disamping Ify seraya merangkul Ify,
“IFYYYYYY…..”
ucap Sivia antusias. Ify langsung menyeka air matanya dan berusaha terlihat
biasa saja didepan Sivia,
“kenapa
lo….??” Tanya Ify heran,
“tau
gak Via seneeengg banget gara-gara nilai UTS Via berantakan….” Mendengarkan
ucapan Sivia, dahi Ify langsung mengkerut, rupanya semakin hari kelemotan
sahabatnya itu semakin meningkat saja.
“gila
lo, nilai UTS berantakkan kok malah seneng, seneng banget lagi….? Ckckck…”
“gimana
Via gak seneng coba, gara-gara nilai UTS Via berantakan Papa jadi marah-marah
sama Via, terus Mama nyari guru privat buat Via…”
“Terus
letak WAW nya itu dimana….??”
“Letak
WAW…..????” Tanya Sivia yang tidak paham maksud pertanyaan Ify,
“iihhhh…lemot,
oon, LOLA…maksud gue, senengnya itu dimana buat lo? Udah diomelin sama Papa lo,
dicariin guru privat….” Belum selesai ucapan Ify,Sivia langsung memotong,
“nah…
diguru privatnya itu tempet senengnya….”
“gu…guru
privat….???” Tanya Ify heran,
“Ify
tau gak siapa yang jadi guru privat Via….??”
“siapa…??”
“Kak
Alvin Fy, Kak Alvin….Yeeee….Via seneng banget, kalo kaya’ gini kan Via bisa
deket-deket terus sama Kak Alvin, waaahhh….senengya Via, Tuhan emang baik,
Tuhan emang sayang sama Via….” Mendengar ucapan Sivia, Ify langsung termenung
dalam hati ia berkata,
‘tapi
Tuhan gak pernah sayang sama gue….’
^_^
“ahahahaha….lo
jadi guru privatnya si Lemot itu, ahahaha… rasain lo Vin…” ledek Cakka saat
Alvin menceritakan semuanya. Saat itu Alvin dan kawan-kawannya sedang berkumpul
dikantin. Tak terima mendengarkan ucapan Cakka, Gabriel langsung berkata,
“namanya
Sivia, S I V I A, bukan lemot, okey…??”
“cieeee….Kakak
itemnya ngebelain…” ledek Cakka lagi. Alvin menggebrak meja seraya berkata,
“udah…udah..
lo itu bukannya prihatin juga ama sohib sendiri, eehh malah diledekin…” kesal
Alvin pada Cakka. Cakka langsung terdiam, Gabriel menatap Cakka seraya bergumam
pelan,
“rasain
lo…weekkkss…”
Saat
kawan-kawannya sedang bercanda Rio malah diam saja. Tubuhnya memang ada bersama
kawan-kawannya, tapi fikirannya melayang entah kemana. Alvin sebenarnya ingin
membicarakan sesuatu dengan Rio, tapi karna ada Cakka dan Gabriel, Alvinpun
membatalkan niatnya.
“KAK
ALVIIINNNNN….” Ucap Sivia tiba-tiba dari belakang Alvin, Alvin yang waktu itu
meneguk teh manisnya tiba-tiba saja tersedak.
“uhuk..uhuk….”
Sivia yang merasa bersalah karna sudah mengejutkan Alvinpun langsung
menepuk-nepuk punggung Alvin. Gabriel hanya bisa gigit jari melihat apa yang
Sivia lakukan pada Alvin,
“aduuh
Kak Alvin maafin Via ya karna udah bikin Kak Alvin kaget, Via mintaaa maafff
banget…” Alvin menghela nafas berkali-kali lalu menyingkirkan kedua tangan
Sivia dari punggungnya,
“gue
gak mau maafin lo…! Lagian kenapa sih lo, selalu dateng tanpa diundang…??”
Tanya Alvin kesal,
“jelangkung
dong Kak….??”
“elo
tuh yang jelangkung….”
“tapi
kan kalo jelangkung pulangnya gak dianter Kak, Via kan masih dianter sama Om
Sopir Bus….”
“gak
usah curhat!” sinis Alvin.
“Via
gak curhat….”
“udah
ah, males gue ngeliat muka lo,,, guys, ayo kita balik kekelas….” Ucap Alvin
pada kawan-kawannya. Cakka, Rio dan Gabriel langsung mengikutinya. Sebelum
berjalan mengikuti Alvin, Gabriel sempat berkata pada Sivia,
“sabar
ya ayang…”
“nama
Via bukan ayang Kakak item….” Protes Sivia pada Gabriel, Gabriel langsung
menelan ludah seraya menggaruk kepalanya. Saat Alvin dan kawan-kawannya keluar
dari kantin Sivia langsung berteriak,
“KAK
ALVIN…ENTAR MALEM JANGAN LUPA YAA…” Mendengar teriakan Sivia, Alvin langsung
membuka lebar kedua matanya. Cakka merangkul Alvin lantas bertanya,
“cie…ciee…ada
acara apa lo sama dia…??”
“Ck…apaan
sih lo Kka….??”
^_^
Saat
berjalan menuju kelasnya, Sivia melihat pintu ruang music yang sedikit terbuka.
Siviapun berjalan kearah ruang music untuk menutup pintu ruang music, tapi
tiba-tiba saja Sivia membatalkan niatnya saat ia melihat dua orang yang sangat
ia kenal berada didalam sana. Sivia tak berniat menguping, tapi kelaukan dua
orang itu yang membuatnya curiga terpaksa membuat Sivia harus mengintip, Sivia
tersentak, kedua matanya terbuka lebar saat ia melihat Cakka dan Shilla
berciuman.
Sivia
menutup mulutnya menggunakan tangannya, secara perlahan ia mundur. Ia tak
menyangka bahwa Shilla yang terlihat baik-baik itu dan terlihat sangat
menyayangi Alvin ternyata menghianati Alvin, dan yang lebih parahnya lagi,
Shilla menduakan Alvin dengan sahabat Alvin sendiri yang tak lain dan tak bukan
adalah Cakka.
Saat
berjalan mundur, tanpa sengaja Sivia menabrak sebuah bak sampah, bak sampah itu
terjatuh dan menghasilkan suara yang lumayan besar. Lagi-lagi Sivia terkejut,
sebentar lagi ia pasti ketahuan oleh Cakka dan Shilla. Sebelum Cakka dan Shilla
keluar dari ruang music tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulut Sivia
dari belakang dan membawa Sivia menjauh dari ruang music…
BERSAMBUNG…..




Kerenn (y) Lanjutt terus yaa ;)
ReplyDeleteiyaaa.. ntar dilanjut :)
Delete