“Surpriseeeee….!!!” Seru Shilla seraya
membuka lebar kedua tangannya.Alvin tersenyum lalu memeluk Shilla erat,
kerinduannya selama 3 minggu terakhir ini seolah terkikis setelah melihat
kehadiran Shilla.
“aku
kangen banget tau gak sama kamu….kamu ngapain aja sih di Singapore…?” Shilla
melepaskan pelukan Alvin, ia memegang kedua pipi Alvin lalu berkata,
“aku
kan kan harus ngikutin olimpiade matematika sayang….”
“tapi
biasanya 2 minggu udah kelar, ini kok nyampe 3 minggu…?”
“aku
kan butuh nge-refresh otakku selama seminggu…” jawab Shilla santai,
“terus
aku diabaikan disini…?” Tanya Alvin kembali,
“kamu
jangan marah dong, yang pentingkan sekarang aku udah ada disini…” Alvin diam,
tidak membalas ucapan Shilla. Shilla membelai lembut pipi Alvin dan kembali
berkata,
“ya
udah aku ganti seragam pake baju Osis dulu ya…?”
“emangnya
kamu ikut nge-MOS….?” Shilla mengangguk,
“kamu
gak capek…?” kali ini Shilla menggeleng,
“ya
udah, kamu lanjutin aja ya nge-MOS nya, aku ganti baju bentar…” Alvin
mengangguk seraya tersenyum sangat manis.
Baru
saja melangkah pergi meninggalkan lapangan tiba-tiba saja Handphone Shilla
bergetar, ia menerima sebuah SMS dari seseorang..
<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>
By; Cakka
Syg,knp kmu malah nyamperin Alvin
dulu?
Aq jga kn kangen sma kmu…
Mlm ini qta bisa jln…??
<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Shilla
tersenyum, ia tak membalas sms itu, ia kembali memasukan handphonenya kedalam
saku bajunya lalu melanjutkan perjalananya menuju ruang ganti.
^_^
“naah…sekarang
balik kanannya udah bisa kan..?” Tanya Gabriel pada Sivia setelah hampir 15
kali mengulang latihan balik kanan. Sivia diam berfikir,Gabriel menunggunya
dengan sabar. Setelah cukup lama Sivia berfikir,Gabrielpun berkata dalam hati,
‘gila
nih cewek…loadingnya lama amat yak…? Untung deh dia cakep, coba kalo gak,,,
males kali gue ama dia….’
“belom
bisa Kak….” Jawab Sivia yang pada akhirnya membuat Gabriel menghela nafas
panjang lalu memasang muka pura-pura manis. ‘Cape deh…’ gerutu Gabriel pelan.
^_^
Alvin,Gabriel,Cakka,Rio
bersama Shilla,Febby dan Pricilla terlihat tengah makan bersama dikantin.
Shilla duduk diantara Alvin dan Cakka. Alvin menyuapi Shilla nasi goreng,
sementara tanpa Alvin tahu,Shilla sedang menggenggam erat tangan Cakka.
“gimana..?enak..?”
Tanya Alvin,
“enak
dong..apalagi kan kamu yang nyuapin…” mendengar ucapan gombal Shilla, semuanya
langsung heboh kecuali Cakka, kehebohan itu dimulai oleh Gabriel.
“Cieeee….yang
baru ketemuan setelah pisah selama 3 minggu, so sweetnya gak nahaan….” Goda
Gabriel,
“apaan
sih lo Yel…??sirik aja…cari cewek makanya sono…” ledek Alvin,
“nyindir
ya lo….??” Selidik Gabriel,
“gue
gak ngerasa nyindir, kalo seandainya lo ngerasa tersindir, ya sorry…”
“sialan
lo Vin, mentang-mentang ada cewek lo…”
“biarin…”
Saat
melihat Sivia bersama Ify memasuki kantin,Gabriel langsung memanggil mereka dan
meminta Sivia dan Ify bergabung bersama mereka.
Sivia
dan Ifypun berjalan kearah meja Alvin dan kawan-kawan. Alvin sempat tidak
menyetujui ide Gabriel itu,tapi Gabriel tak peduli. Tibalah Sivia dan Ify
dimeja Alvin dan kawan-kawannya,
“Hay
Kakak Ganteng…” sapa Sivia seramah mungkin, tapi Alvin,
“Hay
Adek lemot…” mendengar balasan Alvin, Sivia langsung cemberut.
“Kakak
kok gitu sih? Via kan gak lemot….”
“mana
ada orang lemot ngaku dirinya lemot, lo itu lemot tau gak, mau diapain juga lo
tetep lemot, L E M O T..” Eja Alvin, Sivia semakin cemberut.
“Alvin,
kamu kok gitu sih sama adek kelas…?” ucap Shilla pada Alvin, sebelum Alvin
sempat menjawab Shilla, Shilla langsung mengalihkan perhatiannya pada Sivia,
“adek…omongan
Kak Alvin jangan didenger ya…? Kak Alvin Cuma asal ngomong doang kok…”
“hehehe..iya
Kak,,,Via udah biasa kok ngadepin KEJUTEKANNYA KAK ALVIN….” Mendengar ucapan
Sivia pada Shilla, tawa Rio dan Gabriel langsug pecah,Cakka masih tetap dengan
kediamannya.
“heh…sembarangan
lo ngatain gue jutek…”
“emang
Kakak jutek…”
“gue
jutek karna lo nyebelin…”
“Via
gak ngerasa nyebelin….”
“iihhhh….males
gue debat sama lo…”
“siapa
juga yang mau debat sama Kakak…Kakak tu…” Ify langsung membekap mulut Sivia
supaya Sivia tak berbicara lagi,
“maaf
ya Kakak-Kakak….temen saya yang satu ini
lemotnya emang kebangetan, gak ketulungan… kita pergi aja deh ya…dada
Kakak-Kakak semua…” Ifypun pergi membawa Sivia dari tempat Alvin dan
kawan-kawannya.
^_^
“Buat
para adik-adik yang mau ikut OSIS diharapkan kedatangannya besok pada pukul
15.00 diaula, sekian pengumuman dari saya selaku wakil ketua OSIS, terimakasih
atas perhatiannya dan sampai ketemu besok…” itu adalah suara Cakka. Setelah
mendengarkan pengumuman Cakka melalui loadspeaker, Sivia langsung berkata pada
Ify.
“Fy,Via
mau ikut Osis ni…Ify mau ikut gak….?”
“gue
sih emang mau ikut OSIS,, tapi apa lu yakin mau ikut OSIS…?” Tanya Ify yang meragukan
kesungguhan Sivia mengikuti Osis. Sivia mengangguk pasti,
“ya
yakinlah…Ify kok nanya kaya’ gitu sih…??”
“ya
gue ragu aja lo ikut OSIS,emangnya lo sanggup….?”
“kalo
buat Kak Alvin, Via selalu sanggup, hihihi….” Jawab Sivia dengan suara tawanya yang
khas,Ify hanya menggaruk kepalanya seraya memutar kedua bola matanya. Ify sudah
merasakan firasat yang lumayan aneh.
Hari
itu MOS pun berakhir. Sivia dan kawan-kawannya hanya tinggal mengurusi ekskul
apa yang akan mereka ikuti selama bersekolah di SMA PATUH KARYA.
^_^
Maka
besoknya, tepat pada pukul 15.00, Sivia dan Ify sudah tiba disekolah. Mereka
bersama kawan-kawan mereka yang ingin mengikuti OSIS duduk dibangku yang berderet-deret yang
terletak diaula sekolah. Hari ini Sivia dan kawan-kawannya akan mengikuti tes
wawancara. Ify terlihat sangat gugup menanti gilirannya diwawancara, sementara
Sivia, ia tetap tenang-tenang saja. Setelah sekitar 30 menit menunggu, akhirnya
tibalah giliran Sivia dan Ify diwawancara. Sebelum memasuki ruang tes Ify sempat
berdoa, melihat apa yang dilakukan Ify, Siviapun ikut-ikutan.
Sivia
dan Ify memasuki ruang tes, didalam ruangan itu sudah ada
Alvin,Rio,Cakka,Gabriel,Shilla,Febby dan Pricilla. Mereka-mereka inilah yang
akan mengetes calon anggota OSIS SMA PATUH KARYA. Saat melihat Sivia dan Ify
memasuki ruang tes,Gabriel langsung melambaikan tangannya untuk Sivia, Sivia
membalas lambaian tangan Gabiel seraya berkata,
“Hay
Kakak item….”
“ahahaha….mampus
lo…” ledek Alvin seraya tertawa puas.
“biarin….”
Dan kali ini Rio yang mendatap giliran
mengetes Sivia dan Ify. Rio sempat menatap Ify yang waktu itu terlihat sangat
gugup, Rio tersenyum dengan tatapan mata yang meneduhkan, ia menggenggam tangan
Ify lantas berkata,
“jangan
gugup ya…?” kontan saja Ify yang mendapat perlakukan seperti itu dari Rio
terkejut, kegugupannya bukannya menghilang malah semakin menjadi. Rio mulai
mengajukan pertanyaan pada Ify, lalu Sivia.
“Alyssa
Saufika Umari, apa alasan anda mengikuti OSIS…? Disini saya membutuhkan jawaban
yang sejujur-jujurnya tanpa ada kebohongan dan paksaan” Tanya Rio, Ify menghela
nafas panjang dan berusaha meredam segala kegugupannya.
“saya
suka organisasi, dan saya mengikuti OSIS karna saya ingin menuangkan rasa suka
saya pada Organisasi, selain itu saya juga ingin mencari pengalaman berharga Di
Patuh karya dengan bergabung bersama anggota OSIS disini…” jawaban Ify cukup
memuaskan. Kali ini Rio mengalihkan perhatiannya pada Sivia, saat itu Alvin
langsung pura-pura sibuk dengan i-padnya.
“Sivia
Azizah, apa alasan anda mengikuti OSIS? Sama seperti Alyssa, disini saya
membutuhkan jawaban yang sejujurnya tanpa ada kebohongan dan paksaan…” sebelum
menjawab pertanyaan Rio, Sivia sempat menghela nafas panjang, semua perhatian
yang ada diruangan itu langsung tertuju pada Sivia, terkecuali Alvin, ia masih
pura-pura sibuk dengan i-pad nya,
“Via
ikut OSIS, supaya Via bisa ngeliat Kak Alvin tiap hari, bisa deket-deket sama
Kak Alvin tiap waktu, bisa merhatiin Kak Alvin, pokoknya semuanya Kak Alvin,Kak
Alvin dan Kak Alvin…”
Alvin
yang waktu itu sedang minumpun langsung menyemburkan minumannya, Shilla
langsung menepuk-nepuk pundak Alvin.
“uhuk..uhuk…”
semuanya tercengang mendengarkan jawaban Sivia, sementara Rio, ia hanya bisa
cengo, ia tak menyangka bahwa Sivia akan menjawab pertanyaannya dengan sejujur
itu. Saat semuanya tercengang, Sivia tetap santai.
Alvin
semakin merasa kesal pada Sivia, ia pun melepaskan botol minumannya lantas
mendekati Sivia. Tanpa berkata apa-apa Alvin menarik lengan Sivia lantas
membawanya keluar dari ruangan itu. Selepas kepergian Alvin,Cakka langsung
menggeser posisi duduknya hingga berdekatan dengan Shilla.
^_^
“Kakak
tangan Via sakit tau gak…?” rengek Sivia, saat itulah Alvin langsung melepaskan
tangan Sivia dengan kasar, Alvin menghela nafas panjang lalu berkacak pinggang,
semua perhatian yang ada diaula itupun tertuju pada Alvin dan Sivia,
“mau
lo itu apa sih sebenernya?? Dari pertama MOS perasaan lo itu selalu bikin gue
malu, selalu bikin gue marah-marah, lo itu musibah buat gue tau gak…?”
“musibah
apaan Kak…? Musibah banjir…?”
“Tsunami….udah
deh, gue capek ngadepin lo tau gak…? Sekarang jawab pertanyaan gue, kenapa lo
ngejawab pertanyaan Rio kaya’ gitu? KENAPA??” sentak Alvin, Sivia sampai
ketakutan,
“Kakak
jangan teriak-teriak dong,Via kan takuuuutt….”
“ya
udah sekarang jawab pertanyaan gue…” Sivia terdiam sejenak, Alvin kembali
berkata,
“JAWAB
BURUAN…!”
“iya..iya
dijawab…” ucap Sivia tiba-tiba latah,
“buruan
jawab…”
“ta..tadi
kan Kak Rio nyuruh Via jujur, ya udah Via jawab aja yang sejujurnya kalo Via
mau ikut Osis itu karna Kak Alvin, emangnya salah ya…?” Tanya Sivia dengan
wajah tak berdosanya,Alvin semakin kesal dibuatnya,
“ya
jelas salah lah…lo itu pura-pura lemot apa beneran lemot sih…??”
“tuh
kan dibilangin lemot lagi…Via kan Cuma mau jujur seperti apa yang Kak Rio
suruh,,, Kakak gimana sih? Kakak tuh yang lemot, dari tadi dibilangin kok gak
ngerti-ngerti….”
“SIVIA,
GUE LAGI SERIUS, GUE LAGI MARAH SAMA LO, LO NGERTI GAK SIH…??”
“Enggak!”
jawab Sivia tanpa berfikir panjang.
“ELOOOO….”
Kesal Alvin hampir melayangkan pukulan pada wajah Sivia, Sivia langsung
memejamkan matanya. Melihat wajah polos Sivia, tiba-tiba saja Alvin luluh, ia
sadar bahwa tak seharusnya ia sampai melayangkan pukulan untuk Sivia. Sivia
adalah cewek Alvin, kekuatannya itu gak sebanding sama kekuatan lo….
“arrgghh…”
Alvinpun menurunkan tangannya lalu meninggalkan Sivia begitu saja. Baru
beberapa langkah Alvin pergi darinya, Siviapun berteriak tanpa rasa canggung
sedikitpun didepan semua yang ada diaula itu,
“VIA
NGELAKUIN SEMUA ITU KARNA VIA SUKA SAMA KAK ALVIN…..”
Alvin
menghentikan langkahnya, semua yang ada diaula itu tercengang mendengarkan
pengakuan frontal dari Sivia itu.
BERSAMBUNG….


0 comments:
Post a Comment