Wednesday, May 1, 2013

0

MY DIARY Part3



“Surpriseeeee….!!!” Seru Shilla seraya membuka lebar kedua tangannya.Alvin tersenyum lalu memeluk Shilla erat, kerinduannya selama 3 minggu terakhir ini seolah terkikis setelah melihat kehadiran Shilla.
            “aku kangen banget tau gak sama kamu….kamu ngapain aja sih di Singapore…?” Shilla melepaskan pelukan Alvin, ia memegang kedua pipi Alvin lalu berkata,
            “aku kan kan harus ngikutin olimpiade matematika sayang….”
            “tapi biasanya 2 minggu udah kelar, ini kok nyampe 3 minggu…?”
            “aku kan butuh nge-refresh otakku selama seminggu…” jawab Shilla santai,
            “terus aku diabaikan disini…?” Tanya Alvin kembali,
            “kamu jangan marah dong, yang pentingkan sekarang aku udah ada disini…” Alvin diam, tidak membalas ucapan Shilla. Shilla membelai lembut pipi Alvin dan kembali berkata,
            “ya udah aku ganti seragam pake baju Osis dulu ya…?”
            “emangnya kamu ikut nge-MOS….?” Shilla mengangguk,
            “kamu gak capek…?” kali ini Shilla menggeleng,
            “ya udah, kamu lanjutin aja ya nge-MOS nya, aku ganti baju bentar…” Alvin mengangguk seraya tersenyum sangat manis.

            Baru saja melangkah pergi meninggalkan lapangan tiba-tiba saja Handphone Shilla bergetar, ia menerima sebuah SMS dari seseorang..

<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>> 
By; Cakka
Syg,knp kmu malah nyamperin Alvin dulu?
Aq jga kn kangen sma kmu…
Mlm ini qta bisa jln…??
<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
            Shilla tersenyum, ia tak membalas sms itu, ia kembali memasukan handphonenya kedalam saku bajunya lalu melanjutkan perjalananya menuju ruang ganti.


^_^

            “naah…sekarang balik kanannya udah bisa kan..?” Tanya Gabriel pada Sivia setelah hampir 15 kali mengulang latihan balik kanan. Sivia diam berfikir,Gabriel menunggunya dengan sabar. Setelah cukup lama Sivia berfikir,Gabrielpun berkata dalam hati,
            ‘gila nih cewek…loadingnya lama amat yak…? Untung deh dia cakep, coba kalo gak,,, males kali gue ama dia….’
            “belom bisa Kak….” Jawab Sivia yang pada akhirnya membuat Gabriel menghela nafas panjang lalu memasang muka pura-pura manis. ‘Cape deh…’ gerutu Gabriel pelan.

^_^

            Alvin,Gabriel,Cakka,Rio bersama Shilla,Febby dan Pricilla terlihat tengah makan bersama dikantin. Shilla duduk diantara Alvin dan Cakka. Alvin menyuapi Shilla nasi goreng, sementara tanpa Alvin tahu,Shilla sedang menggenggam erat tangan Cakka.
            “gimana..?enak..?” Tanya Alvin,
            “enak dong..apalagi kan kamu yang nyuapin…” mendengar ucapan gombal Shilla, semuanya langsung heboh kecuali Cakka, kehebohan itu dimulai oleh Gabriel.
            “Cieeee….yang baru ketemuan setelah pisah selama 3 minggu, so sweetnya gak nahaan….” Goda Gabriel,
            “apaan sih lo Yel…??sirik aja…cari cewek makanya sono…” ledek Alvin,
            “nyindir ya lo….??” Selidik Gabriel,
            “gue gak ngerasa nyindir, kalo seandainya lo ngerasa tersindir, ya sorry…”
            “sialan lo Vin, mentang-mentang ada cewek lo…”
            “biarin…”
            Saat melihat Sivia bersama Ify memasuki kantin,Gabriel langsung memanggil mereka dan meminta Sivia dan Ify bergabung bersama mereka.
            Sivia dan Ifypun berjalan kearah meja Alvin dan kawan-kawan. Alvin sempat tidak menyetujui ide Gabriel itu,tapi Gabriel tak peduli. Tibalah Sivia dan Ify dimeja Alvin dan kawan-kawannya,
            “Hay Kakak Ganteng…” sapa Sivia seramah mungkin, tapi Alvin,
            “Hay Adek lemot…” mendengar balasan Alvin, Sivia langsung cemberut.
            “Kakak kok gitu sih? Via kan gak lemot….”
            “mana ada orang lemot ngaku dirinya lemot, lo itu lemot tau gak, mau diapain juga lo tetep lemot, L E M O T..” Eja Alvin, Sivia semakin cemberut.
            “Alvin, kamu kok gitu sih sama adek kelas…?” ucap Shilla pada Alvin, sebelum Alvin sempat menjawab Shilla, Shilla langsung mengalihkan perhatiannya pada Sivia,
            “adek…omongan Kak Alvin jangan didenger ya…? Kak Alvin Cuma asal ngomong doang kok…”
            “hehehe..iya Kak,,,Via udah biasa kok ngadepin KEJUTEKANNYA KAK ALVIN….” Mendengar ucapan Sivia pada Shilla, tawa Rio dan Gabriel langsug pecah,Cakka masih tetap dengan kediamannya.
            “heh…sembarangan lo ngatain gue jutek…”
            “emang Kakak jutek…”
            “gue jutek karna lo nyebelin…”
            “Via gak ngerasa nyebelin….”
            “iihhhh….males gue debat sama lo…”
            “siapa juga yang mau debat sama Kakak…Kakak tu…” Ify langsung membekap mulut Sivia supaya Sivia tak berbicara lagi,
            “maaf ya Kakak-Kakak….temen saya yang  satu ini lemotnya emang kebangetan, gak ketulungan… kita pergi aja deh ya…dada Kakak-Kakak semua…” Ifypun pergi membawa Sivia dari tempat Alvin dan kawan-kawannya.

^_^

            “Buat para adik-adik yang mau ikut OSIS diharapkan kedatangannya besok pada pukul 15.00 diaula, sekian pengumuman dari saya selaku wakil ketua OSIS, terimakasih atas perhatiannya dan sampai ketemu besok…” itu adalah suara Cakka. Setelah mendengarkan pengumuman Cakka melalui loadspeaker, Sivia langsung berkata pada Ify.
            “Fy,Via mau ikut Osis ni…Ify mau ikut gak….?”
            “gue sih emang mau ikut OSIS,, tapi apa lu yakin mau ikut OSIS…?” Tanya Ify yang meragukan kesungguhan Sivia mengikuti Osis. Sivia mengangguk pasti,
            “ya yakinlah…Ify kok nanya kaya’ gitu sih…??”
            “ya gue ragu aja lo ikut OSIS,emangnya lo sanggup….?”
            “kalo buat Kak Alvin, Via selalu sanggup, hihihi….” Jawab Sivia dengan suara tawanya yang khas,Ify hanya menggaruk kepalanya seraya memutar kedua bola matanya. Ify sudah merasakan firasat yang lumayan aneh.
            Hari itu MOS pun berakhir. Sivia dan kawan-kawannya hanya tinggal mengurusi ekskul apa yang akan mereka ikuti selama bersekolah di SMA PATUH KARYA.


^_^

            Maka besoknya, tepat pada pukul 15.00, Sivia dan Ify sudah tiba disekolah. Mereka bersama kawan-kawan mereka yang ingin mengikuti OSIS  duduk dibangku yang berderet-deret yang terletak diaula sekolah. Hari ini Sivia dan kawan-kawannya akan mengikuti tes wawancara. Ify terlihat sangat gugup menanti gilirannya diwawancara, sementara Sivia, ia tetap tenang-tenang saja. Setelah sekitar 30 menit menunggu, akhirnya tibalah giliran Sivia dan Ify diwawancara. Sebelum memasuki ruang tes Ify sempat berdoa, melihat apa yang dilakukan Ify, Siviapun ikut-ikutan.
            Sivia dan Ify memasuki ruang tes, didalam ruangan itu sudah ada Alvin,Rio,Cakka,Gabriel,Shilla,Febby dan Pricilla. Mereka-mereka inilah yang akan mengetes calon anggota OSIS SMA PATUH KARYA. Saat melihat Sivia dan Ify memasuki ruang tes,Gabriel langsung melambaikan tangannya untuk Sivia, Sivia membalas lambaian tangan Gabiel seraya berkata,
“Hay Kakak item….”
“ahahaha….mampus lo…” ledek Alvin seraya tertawa puas.
“biarin….”
 Dan kali ini Rio yang mendatap giliran mengetes Sivia dan Ify. Rio sempat menatap Ify yang waktu itu terlihat sangat gugup, Rio tersenyum dengan tatapan mata yang meneduhkan, ia menggenggam tangan Ify lantas berkata,
            “jangan gugup ya…?” kontan saja Ify yang mendapat perlakukan seperti itu dari Rio terkejut, kegugupannya bukannya menghilang malah semakin menjadi. Rio mulai mengajukan pertanyaan pada Ify, lalu Sivia.
            “Alyssa Saufika Umari, apa alasan anda mengikuti OSIS…? Disini saya membutuhkan jawaban yang sejujur-jujurnya tanpa ada kebohongan dan paksaan” Tanya Rio, Ify menghela nafas panjang dan berusaha meredam segala kegugupannya.
            “saya suka organisasi, dan saya mengikuti OSIS karna saya ingin menuangkan rasa suka saya pada Organisasi, selain itu saya juga ingin mencari pengalaman berharga Di Patuh karya dengan bergabung bersama anggota OSIS disini…” jawaban Ify cukup memuaskan. Kali ini Rio mengalihkan perhatiannya pada Sivia, saat itu Alvin langsung pura-pura sibuk dengan i-padnya.
            “Sivia Azizah, apa alasan anda mengikuti OSIS? Sama seperti Alyssa, disini saya membutuhkan jawaban yang sejujurnya tanpa ada kebohongan dan paksaan…” sebelum menjawab pertanyaan Rio, Sivia sempat menghela nafas panjang, semua perhatian yang ada diruangan itu langsung tertuju pada Sivia, terkecuali Alvin, ia masih pura-pura sibuk dengan i-pad nya,
            “Via ikut OSIS, supaya Via bisa ngeliat Kak Alvin tiap hari, bisa deket-deket sama Kak Alvin tiap waktu, bisa merhatiin Kak Alvin, pokoknya semuanya Kak Alvin,Kak Alvin dan Kak Alvin…”
            Alvin yang waktu itu sedang minumpun langsung menyemburkan minumannya, Shilla langsung menepuk-nepuk pundak Alvin.
            “uhuk..uhuk…” semuanya tercengang mendengarkan jawaban Sivia, sementara Rio, ia hanya bisa cengo, ia tak menyangka bahwa Sivia akan menjawab pertanyaannya dengan sejujur itu. Saat semuanya tercengang, Sivia tetap santai.
            Alvin semakin merasa kesal pada Sivia, ia pun melepaskan botol minumannya lantas mendekati Sivia. Tanpa berkata apa-apa Alvin menarik lengan Sivia lantas membawanya keluar dari ruangan itu. Selepas kepergian Alvin,Cakka langsung menggeser posisi duduknya hingga berdekatan dengan Shilla.


^_^

            “Kakak tangan Via sakit tau gak…?” rengek Sivia, saat itulah Alvin langsung melepaskan tangan Sivia dengan kasar, Alvin menghela nafas panjang lalu berkacak pinggang, semua perhatian yang ada diaula itupun tertuju pada Alvin dan Sivia,
            “mau lo itu apa sih sebenernya?? Dari pertama MOS perasaan lo itu selalu bikin gue malu, selalu bikin gue marah-marah, lo itu musibah buat gue tau gak…?”
            “musibah apaan Kak…? Musibah banjir…?”
            “Tsunami….udah deh, gue capek ngadepin lo tau gak…? Sekarang jawab pertanyaan gue, kenapa lo ngejawab pertanyaan Rio kaya’ gitu? KENAPA??” sentak Alvin, Sivia sampai ketakutan,
            “Kakak jangan teriak-teriak dong,Via kan takuuuutt….”
            “ya udah sekarang jawab pertanyaan gue…” Sivia terdiam sejenak, Alvin kembali berkata,
            “JAWAB BURUAN…!”
            “iya..iya dijawab…” ucap Sivia tiba-tiba latah,
            “buruan jawab…”
            “ta..tadi kan Kak Rio nyuruh Via jujur, ya udah Via jawab aja yang sejujurnya kalo Via mau ikut Osis itu karna Kak Alvin, emangnya salah ya…?” Tanya Sivia dengan wajah tak berdosanya,Alvin semakin kesal dibuatnya,
            “ya jelas salah lah…lo itu pura-pura lemot apa beneran lemot sih…??”
            “tuh kan dibilangin lemot lagi…Via kan Cuma mau jujur seperti apa yang Kak Rio suruh,,, Kakak gimana sih? Kakak tuh yang lemot, dari tadi dibilangin kok gak ngerti-ngerti….”
            “SIVIA, GUE LAGI SERIUS, GUE LAGI MARAH SAMA LO, LO NGERTI GAK SIH…??”
            “Enggak!” jawab Sivia tanpa berfikir panjang.
            “ELOOOO….” Kesal Alvin hampir melayangkan pukulan pada wajah Sivia, Sivia langsung memejamkan matanya. Melihat wajah polos Sivia, tiba-tiba saja Alvin luluh, ia sadar bahwa tak seharusnya ia sampai melayangkan pukulan untuk Sivia. Sivia adalah cewek Alvin, kekuatannya itu gak sebanding sama kekuatan lo….
            “arrgghh…” Alvinpun menurunkan tangannya lalu meninggalkan Sivia begitu saja. Baru beberapa langkah Alvin pergi darinya, Siviapun berteriak tanpa rasa canggung sedikitpun didepan semua yang ada diaula itu,
            “VIA NGELAKUIN SEMUA ITU KARNA VIA SUKA SAMA KAK ALVIN…..”

            Alvin menghentikan langkahnya, semua yang ada diaula itu tercengang mendengarkan pengakuan frontal dari Sivia itu.


                        BERSAMBUNG….

0 comments:

Post a Comment