“sejak pertama ngeliat Kak Alvin,Via
udah JATUH CINTA SAMA KAKAK….VIA BENER-BENER SUKA SAMA KAKAK…” serang Sivia
bertubi-tubi tanpa memperdulikan keadaan sekitar yang sudah mulai
memperhatikannya. Terdengar beberapa anak tengah berbisik ada juga yang tertawa
kecil dan menahan tawanya, bahkan ada juga yang terdengar cekikikan. Karna
Alvin tetap diam, Sivia kembali berkata,
“KAK
ALVIN DENGERKAN? VIA SUKA SAMA KAKAK,VIA SAYANG SAMA KAKAK….” Alvin yang sudah
merasa tahan lagi pun akhirnya berbalik, ia mendekati Sivia lalu membekap mulut
Sivia, dengan galak Alvin berkata,
“Diem
lo, kalo lo gak diem gue jait mulu lo…”
“emmmmm….”
Sivia tak bisa mengeluarkan suaranya karna Alvin menutup mulutnya terlalu kuat.
Tanpa ampun Sivia menggigit tangan Alvin, Alvin yang merasa kesakitan langsung
melepaskan tangannya yang membekap mulut Sivia,Alvin meringis kesakitan seraya
meniup-niupi tangannya,
“mulut
Via jangan dijait dong…Kakak fikir gak sakit apa?”
“lo
itu nyebelin banget sih? Kenapa maen gigit tangan gue, Haa…?”
“kenapa
Kakak mau jait mulut Via…?”
Gabriel,Rio,Ify,Pricilla,dan
Febby keluar dari ruang tes wawancara setelah mendengarkan suara ribut-ribut
dari luar. Saat keluar betapa terkejutnya mereka mendapati Alvin yang waktu itu
tengah memarah-marahi Sivia. Gabriel memperhatikan mereka dengan seksama, ia
seolah ingin membela Sivia, tapi ia berusaha menahan diri, sementara
Rio,Ify,Pricilla dam Febby hanya bisa menahan tawa melihat Alvin yang
memarah-marahi Sivia, pemandangan itu justru Nampak lucu dimata mereka. Sivia
kembali membuat kehebohan saat ia berkata pada Alvin,
“emang
kenapa kalo Via suka sama kakak…? Gak boleh ya…? Kenapa gak boleh? Tuhan aja
gak larang Via suka sama Kakak, kenapa jadi kakak yang marah-marah…?” kata
Sivia pada Alvin,
“HELLOOO…LO
ITU SUKA SAMA GUE DAN ITU MASALAH BUAT GUE TAU GAK…??”
“gimana
bisa jadi masalah….?? WOOY SEMUA YANG ADA DISINI, INI VIA, SIVIA AZIZAH SUKA
SAMA KAK ALVIN, SUKA BANGET…” semuanya akhirnya mengeluarkan tawa mereka yang
sejak tadi mereka tahan, Alvin semakin malu, tapi ia juga tak bisa berbuat
apa-apa. Ify yang sudah tidak tahan lagi dengan ulah Siviapun akhirnya
mendekati Sivia lalu membawa paksa Sivia keluar dari aula sekolah.
“Iiihhh….Ify
mau bawa Via kemana sih? Via kan masih ada urusan sama Kak Alvin…”
“OGAH
GUE PUNYA URUSAN SAMA LO….” Teriak Alvin yang berada tak jauh dari Sivia.
^_^
“lo
itu apa-apaan sih Vi…? Norak tau gak…??” omel Ify saat dirinya bersama Sivia
sudah ada diluar aula,
“norak
gimana?” Tanya Sivia dengan polos. Ify memegangi kepalanya yang mulai terasa
sakit karna ulah gila Sivia itu,
“iihhh…lo
itu kenapa sih tadi ngomong kaya’ gitu sama Kak Alvin…? Lo kalo mau ngomong
suka sama Kak Alvin cari waktu dan tempat yang tepat kek… ini maen
ngomong-ngomong aja,,, gak punya malu ya lo…?”
“kenapa
mesti malu? Via kan Cuma mau jujur aja…”
“ihhh…lo
itu kenapa sih?? Jadi cewek jangan lemot-lemot amat dong,,,,, gimana Kak Alvin
bisa suka sama lo sementara lo suka nyari masalah sama dia dan bikin dia malu,
ditambah lagi dengan kelemotan lo itu, gue fikir Kak Alvin gak akan pernah suka
sama lo….”
“emang
Kak Alvin pernah bilang ya ke Ify, kalo dia gak suka sama cewek lemot? Tapi Via
gak lemot kan…?”
Ini
sudah keterlaluan, Ify sudah menyerah menghadapi kelemotan dan kepolosan Sivia
yang benar-benar bisa dibilang sudah keterlaluan, kepala Ify semakin sakit,
“iihhhh….Viaaa..kenapa
sih lo lemot amaat…??”
“iihhh….Ifyyy,,,,,kenapa
sih marah-marahih Via terus…?”
^_^
Dear Diary;
Kenapa
sih Via selalu bikin Kak Alvin marah-marah sama Via? Sumpah, Via gak ada maksud
buat bikin Kak Alvin marah sama Via, tapi kenapa Kak Alvin selalu marah sama
Via? Via kan sedih…
Tadi
juga Via udah bilang ke Kak Alvin kalo Via suka sama dia, tapiii…Kak Alvin
malah marah-marah lagi…emang ada apa sih dengan Via..? kenapa kaya’nya semua
orang beteee’ banget sama Via…??
Kalo
Kak Alvin ada disini, Via mau bilang….
“Kak Alvin,maafin Via…maaf karna sejak
pertama ketemu Via selalu bikin Kak Alvin marah-marah, tapi asal Kakak tau, Via
itu sayang sama Kak Alvin, dan Via selalu berharap, semoga kelak, Via bisa
bikin Kak Alvin senyum…. Sekali lagi, Via sayang sama Kakak Alvin, sayaangg
banget….” :)
Sivia.A
Sivia
menutup buku hariannya, setelah itu Sivia kembali melamunkan Alvin. Tanpa sadar
Sivia tertidur.
^_^
“Via, I LOVE YOU, DO YOU WANNA BE
MY GIRL??” Tanya Alvin pada Sivia seraya bertekuk lutut dihadapan Sivia. Sivia
terlihat malu-malu dan sekarang ia malah senyum-senyum sendiri. Dahi Alvin
berkerut, ia heran melihat tingkah Sivia yang ganjil,
“Via jawab! Apa kamu mau jadi pacar
aku…?” Tanya Alvin sekali lagi,
“ya mau dong Kak….” Jawab
Sivia.Alvin langsung berdiri lalu memeluk Sivia. Tak lama Sivia melepaskan
pelukannya dari Alvin, ia meraih tangan Alvin lalu menciumnya, Alvin hanya
tersenyum.
^_^
“idih….nih
anak aneh banget sih? Kok malah nyium tangan gue…? WOY BANGAUN WOOOYY…” teriak
Irsyad sekencang-kencangnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman
Sivia, Sivia masih asyik dengan mimpinya, ia kembali mencium tangan Irsyad
berkali-kali.
“iihh…gue
serem tau gak sama lo….! BANGUUUUNNNNNNN…..!!!!” teriak Irsyad sekali lagi.
Sivia yang terkejut langsung terbangun dari tidurnya ia melepaskan tangan
Irsyad lalu berkata,
“loh
kok malah Kak Irsyad?? Tadi bukannya Kak Alvin?” Tanya Sivia dengan tampang
bodoh,
“Kak
Alvin? Siapa itu? Pacar lo?”
“bukan
Kak…tapi akan segera jadi pacar Via…hihihi…”
“geli
tau gak gue ngeliat tingkah lo…udah, mending sekarang lo mandi buruan kalo lo
gak mau gue tinggal!” Irsyadpun beranjak dari kamar Sivia.
“Kakak
tungguuuuuu….!!!!!”
^_^
2
hari kemudian hasil tes wawancara kemarin keluar, Ify lulus dengan nilai
terbaik, sementara Sivia, ia tidak lulus dengan nilai nol besar. Sivia sempat
kecewa. Sepanjang jam istirahat yang Sivia lakukan hanyalah cemberut. Ify
mendekati Sivia dan berusaha menghibur sahabatnya itu,
“Via,
lo jangan sedih lagi ya… mungkin lo belom beruntung, dan mungkin OSIS bukan
tempet lo, masih ada ekskul music kan…? Suara lo kan bagus…” ucap Ify selembut
mungkin, Sivia menatap Ify, ia menghela nafas panjang, wajahnya terlihat kusut,
tak lama Sivia menunduk lagi,
“bukan
itu yang bikin Via sedih…”
“terus…?”
Tanya Ify,
“Via
sedih, karna Sivia gak akan bisa ngeliat Kak Alvin tiap hari, merhatiin Kak
Alvin tiap waktu, dan Via gak bisa deket-deket sama Kak Alvin….” Jawaban Sivia
itu sukses membuat Ify mendengus kesal, ia melipat kedua tangannya didada
lantas berkata,
“aneh
lo! Nyesel gue nanya…” Ifypun beranjak dari samping Sivia,
“loh..loh…Ify
mau kemana…??”
“mau
liat ekskul music…”
“Via
ikut…” ucap Sivia seraya mengejar Ify.
^_^
“Ok,
jadi Cuma Cuma segini yang mau ikut ekskul music…?” Tanya Alvin didepan
adik-adik kelasnya.karna semuanya terdiam,Alvinpun tersenyum,
“baiklah,
segini juga udah cukup..makasih ya buat yang udah mau bergabung diekskul music
SMA PATUH KARYA…kalo gak ada yang ikut lagi, sekarang silahkan kalian ambil
formulirnya diKak Febby, Formulirnya kalian isi, lalu kalian serahkan ke Kak
Shilla, saya akan mengumpulkan data-data kalian dengan segera, dan saya akan
melakukan audisi….ok silahkan bubar…!” saat semuanya akan bubar, tiba-tiba saja
Alvin dikejutkan oleh seseorang,
“TUNGGU….”
Ucap seseorang yang ternyata adalah Sivia, Alvin langsung memasang wajah sebal,
Sivia mendekati Alvin, tapi Ify tetap diam, tatapan mata Ify tertuju pada Rio
yang waktu itu sedang sibuk mengurus formulir bersama Pricilla.
“Via
mau ikut dong Kak…!” ucap Sivia, tanpa basa basi Alvin langsung berkata,
“MAAF
ANDA TIDAK DITERIMA….”
“loh
kok gitu sih Kak…?”
“ya
mau-mau gue dong, gue kan ketuanya….”
“Alvin,
kamu gak boleh gitu! Via juga harus dikasi kesempatan dong kaya’ yang laen…”
bela Shilla,
“tapi
dai nyebelin Shill…”
“ya
udahlah Vin, gak apa-apa kali…”
“sekali
gak, tetep gak…Ify…” mendengar namanya disebut oleh Alvin, Ify langsung
terkesiap,
“iya
Kak…”
“kamu
aja yang ikut ekskul music…gak usah Via…”
“tapi
Kak…” Sivia hanya cemberut. Kenapa sih Alvin sebel banget sama Via?
“kenapa
sih Kak Via gak dikasi kesempatan? Via kan juga pengen ikut ekskul music…”
“kalo
alesan lo ikut ekskul music Cuma gara-gara ada gue disini, mending lo mundur!”
ucap Alvin pede. Tanpa Alvin duga, Sivia malah berkata,
“iihhh…Kak
Alvin geer banget sih, siapa juga yang mau ikut ekskul music Cuma karna Kak
Alvin,Via mau ikut ekskul music karna Via emang bisa nyanyi, itu aja kok…”
Alvin tentu saja merasa malu dengan jawaban Sivia itu, apalagi sekarang Gabriel
sudah menertawainya.
“ahahaha…mampus
lo! Makanya geer jangan dipelihara..!!” ledek Gabriel, Alvin hanya terdiam,
“ihh…Kakak
item ngaco banget sih? Emang geer itu sebentuk hewan lucu yang bisa
dipelihara,,,??”
“geernya
Alvin kan kaya’ gitu cantik…hahahaha…” ucap Gabriel pada Sivia, Sivia terlihat
berfikir, tiba-tiba saja Alvin berkata,
“TERSERAH
APAPUN ALASAN DIA,,, KALO GUE BILANG DIA GAK BOLEH MASUK, YA DIA GAK BOLEH
MASUK…” Alvin berbalik, dan saat itulah Sivia langsung bernyanyi, dengan
suaranya yang sangat berkaratker, Sivia menyanyikan lagu Cinta Pertama dari
miliknya Mikha Tambayong, dan lagu itu Sivia peruntukkan untuk Alvin. Saat
mendengarkan suara indah milik Sivia, semuanya langsung terdiam, termasuk
Alvin. Inilah beberapa bait lagu yang Sivia nyanyikan khusus untuk Alvin;
“Ku
tak tahu…mengapa aku malu…
Disetiap
aku tahu dia didekatku…
Aku
susah bila dia tak ada..tak ingin jauh kudarinyaaa…
Ada
rasa yang tak biasa…yang mulai kurasa…
Yang
entah mengapaaa.. mungkinkah ini pertanda
Aku
jatuh cinta,cintaku yang pertama…
Tuhan
tolong berikanlah isyarat semoga ada jawaban atas doaku…
Agar
bisa aku mengenal cinta yang indah tanpa air mata…
Ku
tak tahu…mengapa aku malu…
Disetiap
aku tahu dia didekatku…
Aku
susah bila dia tak ada..tak ingin jauh kudarinyaaa…
Ada
rasa yang tak biasa…yang mulai kurasa…
Yang
entah mengapaaa.. mungkinkah ini pertanda
Aku
jatuh cinta,cintaku yang pertama…
Sivia
sukses menyelesaikan lagu itu dengan improvisasi yang begitu indah. Semuanya
terpukau, bahkan mulut Gabriel sampai terbuka. Gabrielpun memberikan tepuk
tangan untuk Sivia, semuanya terkecuali Alvin mengikuti Gabriel bertepuk
tangan. Tentu sekarang Alvin sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tidak
menerima Sivia diekskul music, jika Alvin berani melakukan itu, tentu saja
semuanya akan langsung protes pada Alvin.
“hebat
Vi, suara kamu bagus banget…sebagus orangnya…”puji Gabriel dengan tatapan yang
lumayan menggoda, tapi Sivia tidak menunjukan respon apapun. Kali ini Cakka
berkata pada Alvin,
“masih
mau nolak Sivia?” Alvin masih terdiam. Sivia menghela nafas panjang, ia
tersenyum sangat manis.
“udah,
kalo Kak Alvin gak mau nerima Via disini, gak apa-apa kok, Kak Alvinnya jangan
dipaksa, tapi perlu Kak Alvin tahu, kalo lagu tadi Via nyanyiin buat Kak
Alvin….” Kata Sivia sesantai mungkin dan seolah tanpa beban.
“CIEEEEEE…..”
teriak semuanya kompak. Sementara Shilla, ia langsung tersenyum simpul.
“Via
pamit ya Kak,,,ntar semakin lama Via disini,Kak Alvin malah marah-marah lagi,
kasian Kak Alvin marah-marah terus…”
Baru
saja Sivia berbalik dan bersiap-siap meninggalkan ruang ekskul music, Alvin
malah berkata dengan nada cepat dan tegas,
“LO
DITERIMA DIEKSKUL MUSIK…. TAPI JANGAN NGELAKUIN TINDAKAN YANG ANEH-ANEH LAGI….”
BERSAMBUNG…..


0 comments:
Post a Comment