Wednesday, May 1, 2013

0

MY DIARY Part4



“sejak pertama ngeliat Kak Alvin,Via udah JATUH CINTA SAMA KAKAK….VIA BENER-BENER SUKA SAMA KAKAK…” serang Sivia bertubi-tubi tanpa memperdulikan keadaan sekitar yang sudah mulai memperhatikannya. Terdengar beberapa anak tengah berbisik ada juga yang tertawa kecil dan menahan tawanya, bahkan ada juga yang terdengar cekikikan. Karna Alvin tetap diam, Sivia kembali berkata,
            “KAK ALVIN DENGERKAN? VIA SUKA SAMA KAKAK,VIA SAYANG SAMA KAKAK….” Alvin yang sudah merasa tahan lagi pun akhirnya berbalik, ia mendekati Sivia lalu membekap mulut Sivia, dengan galak Alvin berkata,
            “Diem lo, kalo lo gak diem gue jait mulu lo…”
            “emmmmm….” Sivia tak bisa mengeluarkan suaranya karna Alvin menutup mulutnya terlalu kuat. Tanpa ampun Sivia menggigit tangan Alvin, Alvin yang merasa kesakitan langsung melepaskan tangannya yang membekap mulut Sivia,Alvin meringis kesakitan seraya meniup-niupi tangannya,
            “mulut Via jangan dijait dong…Kakak fikir gak sakit apa?”
            “lo itu nyebelin banget sih? Kenapa maen gigit tangan gue, Haa…?”
            “kenapa Kakak mau jait mulut Via…?”

            Gabriel,Rio,Ify,Pricilla,dan Febby keluar dari ruang tes wawancara setelah mendengarkan suara ribut-ribut dari luar. Saat keluar betapa terkejutnya mereka mendapati Alvin yang waktu itu tengah memarah-marahi Sivia. Gabriel memperhatikan mereka dengan seksama, ia seolah ingin membela Sivia, tapi ia berusaha menahan diri, sementara Rio,Ify,Pricilla dam Febby hanya bisa menahan tawa melihat Alvin yang memarah-marahi Sivia, pemandangan itu justru Nampak lucu dimata mereka. Sivia kembali membuat kehebohan saat ia berkata pada Alvin,
            “emang kenapa kalo Via suka sama kakak…? Gak boleh ya…? Kenapa gak boleh? Tuhan aja gak larang Via suka sama Kakak, kenapa jadi kakak yang marah-marah…?” kata Sivia pada Alvin,
            “HELLOOO…LO ITU SUKA SAMA GUE DAN ITU MASALAH BUAT GUE TAU GAK…??”
            “gimana bisa jadi masalah….?? WOOY SEMUA YANG ADA DISINI, INI VIA, SIVIA AZIZAH SUKA SAMA KAK ALVIN, SUKA BANGET…” semuanya akhirnya mengeluarkan tawa mereka yang sejak tadi mereka tahan, Alvin semakin malu, tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Ify yang sudah tidak tahan lagi dengan ulah Siviapun akhirnya mendekati Sivia lalu membawa paksa Sivia keluar dari aula sekolah.
            “Iiihhh….Ify mau bawa Via kemana sih? Via kan masih ada urusan sama Kak Alvin…”
            “OGAH GUE PUNYA URUSAN SAMA LO….” Teriak Alvin yang berada tak jauh dari Sivia.

^_^

            “lo itu apa-apaan sih Vi…? Norak tau gak…??” omel Ify saat dirinya bersama Sivia sudah ada diluar aula,
            “norak gimana?” Tanya Sivia dengan polos. Ify memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit karna ulah gila Sivia itu,
            “iihhh…lo itu kenapa sih tadi ngomong kaya’ gitu sama Kak Alvin…? Lo kalo mau ngomong suka sama Kak Alvin cari waktu dan tempat yang tepat kek… ini maen ngomong-ngomong aja,,, gak punya malu ya lo…?”
            “kenapa mesti malu? Via kan Cuma mau jujur aja…”
            “ihhh…lo itu kenapa sih?? Jadi cewek jangan lemot-lemot amat dong,,,,, gimana Kak Alvin bisa suka sama lo sementara lo suka nyari masalah sama dia dan bikin dia malu, ditambah lagi dengan kelemotan lo itu, gue fikir Kak Alvin gak akan pernah suka sama lo….”
            “emang Kak Alvin pernah bilang ya ke Ify, kalo dia gak suka sama cewek lemot? Tapi Via gak lemot kan…?”
            Ini sudah keterlaluan, Ify sudah menyerah menghadapi kelemotan dan kepolosan Sivia yang benar-benar bisa dibilang sudah keterlaluan, kepala Ify semakin sakit,
            “iihhhh….Viaaa..kenapa sih lo lemot amaat…??”
            “iihhh….Ifyyy,,,,,kenapa sih marah-marahih Via terus…?”

^_^

Dear Diary;

          Kenapa sih Via selalu bikin Kak Alvin marah-marah sama Via? Sumpah, Via gak ada maksud buat bikin Kak Alvin marah sama Via, tapi kenapa Kak Alvin selalu marah sama Via? Via kan sedih…
          Tadi juga Via udah bilang ke Kak Alvin kalo Via suka sama dia, tapiii…Kak Alvin malah marah-marah lagi…emang ada apa sih dengan Via..? kenapa kaya’nya semua orang beteee’ banget sama Via…??
          Kalo Kak Alvin ada disini, Via mau bilang….
                               
“Kak Alvin,maafin Via…maaf karna sejak pertama ketemu Via selalu bikin Kak Alvin marah-marah, tapi asal Kakak tau, Via itu sayang sama Kak Alvin, dan Via selalu berharap, semoga kelak, Via bisa bikin Kak Alvin senyum…. Sekali lagi, Via sayang sama Kakak Alvin, sayaangg banget….” :)

                             Sivia.A

            Sivia menutup buku hariannya, setelah itu Sivia kembali melamunkan Alvin. Tanpa sadar Sivia tertidur.

^_^

            “Via, I LOVE YOU, DO YOU WANNA BE MY GIRL??” Tanya Alvin pada Sivia seraya bertekuk lutut dihadapan Sivia. Sivia terlihat malu-malu dan sekarang ia malah senyum-senyum sendiri. Dahi Alvin berkerut, ia heran melihat tingkah Sivia yang ganjil,
            “Via jawab! Apa kamu mau jadi pacar aku…?” Tanya Alvin sekali lagi,
            “ya mau dong Kak….” Jawab Sivia.Alvin langsung berdiri lalu memeluk Sivia. Tak lama Sivia melepaskan pelukannya dari Alvin, ia meraih tangan Alvin lalu menciumnya, Alvin hanya tersenyum.

^_^

            “idih….nih anak aneh banget sih? Kok malah nyium tangan gue…? WOY BANGAUN WOOOYY…” teriak Irsyad sekencang-kencangnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Sivia, Sivia masih asyik dengan mimpinya, ia kembali mencium tangan Irsyad berkali-kali.
            “iihh…gue serem tau gak sama lo….! BANGUUUUNNNNNNN…..!!!!” teriak Irsyad sekali lagi. Sivia yang terkejut langsung terbangun dari tidurnya ia melepaskan tangan Irsyad lalu berkata,
            “loh kok malah Kak Irsyad?? Tadi bukannya Kak Alvin?” Tanya Sivia dengan tampang bodoh,
            “Kak Alvin? Siapa itu? Pacar lo?”
            “bukan Kak…tapi akan segera jadi pacar Via…hihihi…”
            “geli tau gak gue ngeliat tingkah lo…udah, mending sekarang lo mandi buruan kalo lo gak mau gue tinggal!” Irsyadpun beranjak dari kamar Sivia.
            “Kakak tungguuuuuu….!!!!!”

^_^

            2 hari kemudian hasil tes wawancara kemarin keluar, Ify lulus dengan nilai terbaik, sementara Sivia, ia tidak lulus dengan nilai nol besar. Sivia sempat kecewa. Sepanjang jam istirahat yang Sivia lakukan hanyalah cemberut. Ify mendekati Sivia dan berusaha menghibur sahabatnya itu,
            “Via, lo jangan sedih lagi ya… mungkin lo belom beruntung, dan mungkin OSIS bukan tempet lo, masih ada ekskul music kan…? Suara lo kan bagus…” ucap Ify selembut mungkin, Sivia menatap Ify, ia menghela nafas panjang, wajahnya terlihat kusut, tak lama Sivia menunduk lagi,
            “bukan itu yang bikin Via sedih…”
            “terus…?” Tanya Ify,
            “Via sedih, karna Sivia gak akan bisa ngeliat Kak Alvin tiap hari, merhatiin Kak Alvin tiap waktu, dan Via gak bisa deket-deket sama Kak Alvin….” Jawaban Sivia itu sukses membuat Ify mendengus kesal, ia melipat kedua tangannya didada lantas berkata,
            “aneh lo! Nyesel gue nanya…” Ifypun beranjak dari samping Sivia,
            “loh..loh…Ify mau kemana…??”
            “mau liat ekskul music…”
            “Via ikut…” ucap Sivia seraya mengejar Ify.


^_^

            “Ok, jadi Cuma Cuma segini yang mau ikut ekskul music…?” Tanya Alvin didepan adik-adik kelasnya.karna semuanya terdiam,Alvinpun tersenyum,
            “baiklah, segini juga udah cukup..makasih ya buat yang udah mau bergabung diekskul music SMA PATUH KARYA…kalo gak ada yang ikut lagi, sekarang silahkan kalian ambil formulirnya diKak Febby, Formulirnya kalian isi, lalu kalian serahkan ke Kak Shilla, saya akan mengumpulkan data-data kalian dengan segera, dan saya akan melakukan audisi….ok silahkan bubar…!” saat semuanya akan bubar, tiba-tiba saja Alvin dikejutkan oleh seseorang,
            “TUNGGU….” Ucap seseorang yang ternyata adalah Sivia, Alvin langsung memasang wajah sebal, Sivia mendekati Alvin, tapi Ify tetap diam, tatapan mata Ify tertuju pada Rio yang waktu itu sedang sibuk mengurus formulir bersama Pricilla.
            “Via mau ikut dong Kak…!” ucap Sivia, tanpa basa basi Alvin langsung berkata,
            “MAAF ANDA TIDAK DITERIMA….”
            “loh kok gitu sih Kak…?”
            “ya mau-mau gue dong, gue kan ketuanya….”
            “Alvin, kamu gak boleh gitu! Via juga harus dikasi kesempatan dong kaya’ yang laen…” bela Shilla,
            “tapi dai nyebelin Shill…”
            “ya udahlah Vin, gak apa-apa kali…”
            “sekali gak, tetep gak…Ify…” mendengar namanya disebut oleh Alvin, Ify langsung terkesiap,
            “iya Kak…”
            “kamu aja yang ikut ekskul music…gak usah Via…”
            “tapi Kak…” Sivia hanya cemberut. Kenapa sih Alvin sebel banget sama Via?
            “kenapa sih Kak Via gak dikasi kesempatan? Via kan juga pengen ikut ekskul music…”
            “kalo alesan lo ikut ekskul music Cuma gara-gara ada gue disini, mending lo mundur!” ucap Alvin pede. Tanpa Alvin duga, Sivia malah berkata,
            “iihhh…Kak Alvin geer banget sih, siapa juga yang mau ikut ekskul music Cuma karna Kak Alvin,Via mau ikut ekskul music karna Via emang bisa nyanyi, itu aja kok…” Alvin tentu saja merasa malu dengan jawaban Sivia itu, apalagi sekarang Gabriel sudah menertawainya.
            “ahahaha…mampus lo! Makanya geer jangan dipelihara..!!” ledek Gabriel, Alvin hanya terdiam,
            “ihh…Kakak item ngaco banget sih? Emang geer itu sebentuk hewan lucu yang bisa dipelihara,,,??”
            “geernya Alvin kan kaya’ gitu cantik…hahahaha…” ucap Gabriel pada Sivia, Sivia terlihat berfikir, tiba-tiba saja Alvin berkata,
            “TERSERAH APAPUN ALASAN DIA,,, KALO GUE BILANG DIA GAK BOLEH MASUK, YA DIA GAK BOLEH MASUK…” Alvin berbalik, dan saat itulah Sivia langsung bernyanyi, dengan suaranya yang sangat berkaratker, Sivia menyanyikan lagu Cinta Pertama dari miliknya Mikha Tambayong, dan lagu itu Sivia peruntukkan untuk Alvin. Saat mendengarkan suara indah milik Sivia, semuanya langsung terdiam, termasuk Alvin. Inilah beberapa bait lagu yang Sivia nyanyikan khusus untuk Alvin;

“Ku tak tahu…mengapa aku malu…
Disetiap aku tahu dia didekatku…
Aku susah bila dia tak ada..tak ingin jauh kudarinyaaa…
Ada rasa yang tak biasa…yang mulai kurasa…
Yang entah mengapaaa.. mungkinkah ini pertanda
Aku jatuh cinta,cintaku yang pertama…
Tuhan tolong berikanlah isyarat semoga ada jawaban atas doaku…
Agar bisa aku mengenal cinta yang indah tanpa air mata…

Ku tak tahu…mengapa aku malu…
Disetiap aku tahu dia didekatku…
Aku susah bila dia tak ada..tak ingin jauh kudarinyaaa…
Ada rasa yang tak biasa…yang mulai kurasa…
Yang entah mengapaaa.. mungkinkah ini pertanda
Aku jatuh cinta,cintaku yang pertama…

            Sivia sukses menyelesaikan lagu itu dengan improvisasi yang begitu indah. Semuanya terpukau, bahkan mulut Gabriel sampai terbuka. Gabrielpun memberikan tepuk tangan untuk Sivia, semuanya terkecuali Alvin mengikuti Gabriel bertepuk tangan. Tentu sekarang Alvin sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tidak menerima Sivia diekskul music, jika Alvin berani melakukan itu, tentu saja semuanya akan langsung protes pada Alvin.
            “hebat Vi, suara kamu bagus banget…sebagus orangnya…”puji Gabriel dengan tatapan yang lumayan menggoda, tapi Sivia tidak menunjukan respon apapun. Kali ini Cakka berkata pada Alvin,
            “masih mau nolak Sivia?” Alvin masih terdiam. Sivia menghela nafas panjang, ia tersenyum sangat manis.
            “udah, kalo Kak Alvin gak mau nerima Via disini, gak apa-apa kok, Kak Alvinnya jangan dipaksa, tapi perlu Kak Alvin tahu, kalo lagu tadi Via nyanyiin buat Kak Alvin….” Kata Sivia sesantai mungkin dan seolah tanpa beban.
            “CIEEEEEE…..” teriak semuanya kompak. Sementara Shilla, ia langsung tersenyum simpul.
            “Via pamit ya Kak,,,ntar semakin lama Via disini,Kak Alvin malah marah-marah lagi, kasian Kak Alvin marah-marah terus…”
            Baru saja Sivia berbalik dan bersiap-siap meninggalkan ruang ekskul music, Alvin malah berkata dengan nada cepat dan tegas,

            “LO DITERIMA DIEKSKUL MUSIK…. TAPI JANGAN NGELAKUIN TINDAKAN YANG ANEH-ANEH LAGI….”



                        BERSAMBUNG…..

0 comments:

Post a Comment