Wednesday, May 1, 2013

0

MY DIARY Part5



Sivia serta merta melonjak kegirangan, Gabriel kembali memberikan tepuk yang sangat meriah.Alvin langsung memasang wajah pasrah, sementara Shilla ia langsung mengangkat kedua jempolnya untuk Alvin.Gabriel mendekati Sivia lalu mengajaknya untuk tos.
            Saat Alvin keluar dari ruang music dan hendak pergi ketoilet, Siviapun mengejarnya dan berhenti tepat dihadapan Alvin,Alvin menghentikan langkahnya seraya melipat kedua tangannya didada, Sivia tersenyum sangat manis, sementara Alvin, ia hanya menunjukan ekspresi yang biasa-biasa saja.
            “mau apa lagi lo?” Tanya Alvin sinis,
            “makasih ya Kakak ganteng, KALO KAYA’ GINI VIA MAKIN SUKA SAMA KAK ALVIN, I LOVE YOU KAK ALVIN…..”
            Untuk yang kesekian kalinya Alvin kembali tercengang karna ucapan Sivia, setelah mendengarkan ucapan Sivia pada Alvin, sontak saja seluruh isi ruangan berteriak heboh, Gabriel berusaha keras menahan tawanya meskipun ia sedikit merasa cemburu atas pengakuan Sivia terhadap Alvin.
            “ELOOOOO…..!!! Errgghhh,, gue kesel sama lo tau gak…” ucap Alvin gemes lalu meninggalkan ruangan music. Sivia heran, dengan kepolosannya yang keterlaluan itu, ia mulai berfikir, kenapa sih setiap Sivia menyatakan perasaanya pada Alvin, Alvin selalu saja marah-marah gak jelas? Apa caranya yang salah? Atau caranya terlalu Lebay? Sivia bingung sendiri, namun kemarahan Alvin padanya tak lantas membuat Sivia sakit hati, kecewa ataupun menyerah mendapatkan perhatian dari Alvin, ia tetap berusaha, dan untuk hari-hari kedepan, ia akan terus mencoba hingga kelak, Alvin akan luluh padanya.


^_^

“ku mencintaimu…lebih dari apapun,
Meskipun tiada satupun orang yang tahu..
Kumencintaimu sedalam-dalam hatiku,
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku…
Kutau kutakkan slalu ada untukmu…
Disaat engkau merindukan diriku…
Kutau kutakkan bisa memberikanmu…waktu
Yang panjang dalam hidupmu….
Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku….
Yang kucari selama ini dalam hidupku…
Dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku yang panjang dalam hidupku…
Kumencintaimu..lebih dari apapun, meskipun
Tiada satu orangpun yang tahu…
Kumencintaimu….sedalam-dalam hatiku…
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku,,,,,

Hu woo..ho….”

            Shilla menyanyikan lagu itu seraya memainkan sebuah gitar, saat itu didalam ruang music hanya ada Shilla dan Cakka, tak ada yang lainnya, saat Shilla sedang bernyanyi, Cakka mendengarkannya dengan sebaik-baiknya, ia duduk dihadapan Shilla, dan sepanjang Shilla bernyanyi, Cakka tak sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari Shilla.
            Melihat Cakka yang terus menatapnya dan tak menyadari bahwa Shilla telah selesai bernyanyi, Shillapun melepaskan gitarnya, ia tersenyum pada Cakka lalu memeluk Cakka.
            “aku janji Kka, walopun kamu Cuma jadi yang kedua dalam hidup aku, tapi didalem hati aku kamu selalu jadi yang pertama, dan akan selalu jadi yang pertama, untuk saat ini, aku bener-bener belum bisa mutusin Alvin, kamu ngerti kan Kka….?” Cakka melepaskan pelukan Shilla darinya, ia memegang wajah Shilla menggunakan kedua tangannya lantas berkata,
            “aku ngertiin kamu kok Shill…jadi kamu jangan cemas ya…?” Shilla mengangguk dan kembali memeluk Cakka dengan erat.

^_^
            Tak terasa 3 bulan sudah Sivia bersekolah diSMA PATUH KARYA dan tak terasa juga, 3 bulan sudah Sivia bergabung bersama ekskul music SMA PATUH KARYA. Selama 3 bulan terakhir ini Sivia selalu berusaha mendekati Alvin, meskipun Alvin selalu saja sebal dan selalu marah-marah padanya, Sivia tak peduli, ia tetap mengejar Alvin.
            Maka malam Prom Night pun tiba. Pada malam Prom Night nanti OSIS akan mengadakan pemilihan Prince dan Princess SMA PATUH KARYA tahun 2012, mereka rutin melakukan acara itu setiap tahunnya, dan Sivia sudah bermimpi bahwa yang akan jadi Prince SMA PATUH KARYA nanti adalah Alvin dan yang akan jadi Princessnya adalah dirinya sendiri.
            Ify sempat mengatakan Sivia gila karna impiannya yang tak masuk akal itu, tapi seperti biasanya, dengan kepolosannya dan kelugunanya yang sudah mencapai stadium akhir, Sivia tak peduli, ia begitu yakin dengan mimpinya itu.
            Pada jam istirahat pagi itu, Sivia dan Ify terlihat tengah duduk disebuah bangku panjang yang ada didepan kelas mereka. Sivia duduk seraya memakan snacknya, sementara Ify, ia duduk sambil membaca sebuah novel terjemahan dari Pranciss.
            Saat melihat Alvin dan kawan-kawannya melewati lapangan basket, Sivia langsung mengejar mereka. Sivia meninggalkan Ify sendiri, karna saking fokusnya, Ify sampai tidak sadar bahwa Sivia telah hengkang dari sampingnya.
            “Kak Alvin,Kak Alvin….” Panggil Sivia seraya memakan Chitato yang ukurannya paling jumbo. Alvin menghentikan langkahnya, dan dengan malas ia berkata pada Sivia,
            “lo kenapa lagi sih?”
            “Kak,Via mau cerita sesuatu sama Kakak….”
            “apaan…?” Tanya Alvin tanpa minat sama sekali, sementara Sivia, dengan minat penuh, ia menarik pergelangan tangan Alvin lalu membawanya kepinggir lapangan, Alvin sempat heran,
            “sini deh Kak…!”
            “Heh,Lemot, lo apa-apaan sih? Gue risih tau gak dipegang-pegang sama lo….” Omel Alvin, tapi Sivia tak sedikitpun menghiraukan ucapan Alvin. Saat tiba ditepi lapangan, Siviapun memaksa Alvin untuk duduk disebuah bangku panjang yang terletak dibawah pohon palem yang rindang.
            “tau gak Kak, semalem Via mimpi apa?” Tanya Sivia basa basi, dengan cuek Alvin menjawab,
            “ya lo mau mimpi apa kek, emangnya apa urusannya sama gue??”
            “iihh..Kak Alvin mah gitu, dengerin dulu ngapa cerita Via…” ucap Sivia seraya cemberut, Alvin mendecakkan lidahnya,
            “ya udah buruan cerita,,,” ucap Alvin kesal pada akhirnya, Sivia mengatur posisi duduknya dengan manis dan memulai ceritanya yang Nampak tak penting,
            “tau gak Kak, semalem Via mimpi, kalo yang jadi Prince and Princess SMA PATUH KARYA tahun 2012 itu Kak Alvin sama Via….” Mendengarkan cerita Sivia, Alvin langsung tersentak,
            “WHAT….??” Sivia mengangguk pasti sambil menunjukan wajah bodohnya.
            “ogaah deh,,, lo aja sono sendiri,, ngapain ngajakin gue? Hiii….serem gue…”
            “iihh…Kak Alvin kok bilang serem, emangnya muka Via kaya’ hantu apa?”
            “emang muka lo kaya’ hantu….udah ah gue mau pergi..!!” baru saja Alvin meninggalkan Sivia, ia malah kembali lagi, melihat Alvin yang kembali dengan pedenya Sivia berkata,
            “Kak Alvin kok balik lagi?? Pasti mau ngajak Via ikutan sama Kak Alvin…”
            “idih….pede gila lo, orang gue balik buaaattt……” Alvin tak melanjutkan ucapannya, ia malah merebut snack milik Sivia lalu berlari.
            “Kak Alvin Via ikuutttt….” Rengek Sivia.


^_^

            Ify masih focus dengan novelnya dan belum menyadari bahwa Sivia sudah tidak ada disampingnya. Seseorang duduk disamping Ify lalu menggenggam tangan Ify dengan erat namun lembut, Ify yang menyangka bahwa seseorang yang menggenggam tangannya adalah Siviapun menarik tangannya seraya berdecak kesal, tanpa melihat Rio, Ify berkata,
            “Ck…lo kenapa sih maen pegang-pegang aja? Udah deh lo gak usah ganggu gue….” Rio tersenyum, ia menatap Ify lebih dalam lagi. Tak lama Rio kembali meraih tangan Ify, kali ini Ify menghentikan bacaannya, ia menghela nafas panjang sejenak lalu menghembuskan nafasnya dengan cepat, Ify mengalihkan perhatiannya dari novelnya seraya berkata,
            “Via, lo apa-apaaaann…si…??” Ify tak melanjutkan ucapannya setelah ia melihat ternyata Riolah yang ada disampingnya. Rio tertawa kecil, Ify menunduk, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal gara-gara malu,
            “eh,Kak Rio….?” Ucap Ify pelan, Rio mengambil novel yang ada ditangan Ify, Rio melihat novel itu sejenak lalu kembali menatap Ify yang saat itu masih menunduk.
            “Fy, nanti kamu ke Prom ama siapa? Sama aku bisa?” Tanya Rio, pertanyaan Rio sukses membuat Ify tercengang. Apa Ify tidak salah dengar? Seorang pangeran mengajak seorang Cinderella datang ke Prom? Ify menggeleng,
            “Kak…Kak Rio gak salah ngajakin aku….?” Rio tersenyum. Ify memang berasal dari keluarga yang sederhana, bahkan ia sekolah diPatuh Karya karena beasiswa,Ify cantik,pintar dan berwawasan luas, dan hal itulah yang membuat Rio sejak awal sudah menetapkan pilihan hatinya pada gadis sederhana itu,hanya saja Rio membutuhkan banyak waktu untuk menyakini hatinya bahwa ia memang benar-benar jatuh cinta pada Ify.
            Menanggapi pertanyaan Ify, Rio menggeleng, senyum itu tetap terlukis diwajah manisnya,
            “ya yakinlah….emang aku ada tampang becanda ya…?” Kali ini Ify memberanikan dirinya untuk menatap Rio,
            “tapi aku gak punya gaun yang bagus Kak,,, dan aku gak mau malu-maluin Kakak diacara Prom nanti, gak mau Kak…” jawab Ify seraya menggeleng, sekali lagi Rio tersenyum,
            “memangnya kamu diharusin ya pake Gaun buat dateng diacara Prom…?” Ify menggeleng,
            “ya udah kalo gitu, apalagi yang harus kamu takutin…?”
            “ta..tapi Kak….??”
            “gak ada tapi-tapian, pokoknya besok malam, aku jemput kamu kerumah kamu,  aku gak mau tau, kamu harus mau dateng sama aku,okey, dan nanti pulang sekolah, aku mau nganter kamu pulang….satu lagi, TIDAK ADA PENOLAKAN….” Sebelum Ify sempat membela diri, Rio bangkit dari samping Ify, ia mengusap puncak kepala Ify beberapa kali lalu meninggalkan Ify.


^_^

            Ify sudah pulang bersama Rio beberapa menit yang lalu, sementara Sivia, ia harus lebih sabar lagi karna nasib beruntung sedang tak berpihak padanya. Irsyad sedang sibuk dikampusnya, jadi Irsyad tidak bisa menjemput adiknya yang paling lemot sedunia itu.
            Dihalte depan sekolah, Sivia terlihat tengah menunggu bus bersama beberapa kawannya yang lain, sesekali Sivia memanyunkan bibirnya karna Bus yang ia tunggu-tunggu tak kunjung-kunjung datang. Sivia melipat kedua tangannya didada dan berusaha untuk sabar.
            Sementara ditempat lain, Alvin terlihat sedang bertengkar dengan Shilla. Mereka bertengkar didepan tempat parkiran, tepat saat Alvin akan mengantar Shilla pulang.
            “kamu kenapa sih Shill belain cewek lemoot itu teruuuss?? Jangan-jangan kamu setuju ya ngeliat aku pacaran sama dia??”
            “bukan gitu Vin, tapi kamu itu terlalu jutek sama Via, kan kesian dianya…”
            “udah ah Shill, aku jadi males sama kamu, kamu pacaran aja sekalian sama cewek lemot itu….” Kesal Alvin. Shilla menggeleng berkali-kali, dan membiarkan Alvin meninggalkannya. Dari kejauhan Cakka melambaikan tangannya untuk Shilla, Shilla tersenyum lalu berlari kearah Cakka.

^_^

            Sial seribu sial, saat Alvin baru tiba digerbang tiba-tiba saja ban motornya pecah, dan yang membuat Alvin semakin sial lagi, jarak bengkel dengan sekolahnya lumayan jauh, dan bisa dikatakan sangat jauh. Belum reda kekesalan Alvin pada Shilla, sekarang lagi-lagi ban sepeda motornya pecah. Alvin turun dari motornya dan berusaha menghubungi Cakka, namun sayang Handphone Cakka sedang dalam keadaan tidak aktif, tadi Rio sedang mengantar Ify, sementara Gabriel ia sudah pulang lebih awal untuk mengikuti pertandingan basket antar sekolah.
            Dengan sangat terpaksa Alvin harus meninggalkan motornya disekolah, setelah meletakkan motornya ditempat parkiran kembali,Alvinpun menelpon bengkel untuk memperbaiki ban motornya yang pecah. Karna Alvin harus buru-buru jadi terpaksa untuk hari ini saja, Alvin harus pulang menggunakan bus. Dalam hati Alvin sempat mengeluh, tapi mau bagaimana lagi?
            Bus itu hampir berangkat, untung Alvin cepat-cepat menaikinya, jika tidak, mungkin Alvin harus pulang dengan berjalan kaki, atau paling tidak ia harus menunggu montir datang kesekolahnya untuk memperbaiki ban motornya yang pecah. Didalam bus Alvin kembali kesal karna ia tidak mendapatkan tempat duduk, dengan terpaksa Alvin harus berdiri.
            “Kak Alvin..?” ucap seorang yang cewek yang ada disamping Alvin. Cewek itu adalah Sivia.Alvin berdiri tepat disamping tempat duduk yang Sivia duduki sekarang.
            “lo lagi,lo lagi….” Eluh Alvin, Sivia tersenyum lantas berdiri dari tempat duduknya,
            “kasian Kak Alvin berdiri,, mending Kak Alvin aja deh yang duduk, biar Via yang berdiri…” ucap Sivia pada Alvin seikhlas mungkin.Alvin sempat tidak percaya dengan apa yang Sivia ucapkan.
            “ayo Kak Alvin duduk!” ucap Sivia sekali lagi, karna rasa gengsinya,Alvinpun menggeleng, selain itu ia juga merasa tak enak, bukankah ia adalah cowok dan Sivia adalah cewek, seharusnya Alvin yang lebih kuat berdiri daripada Sivia.
            “gak perlu! Gue kuat kok berdiri…” sinis Alvin. Tanpa Alvin duga, Sivia mendudukan paksa Alvin ditempat duduknya, setelah berhasil mendudukan Alvin, Siviapun tersenyum,
            “nah begini kan bagus….jadi Kak Alvin gak capek deh…” Alvin menatap Sivia heran. Segitunya Via suka sama Alvin sampai-sampai ia rela memberikan tempat duduknya untuk Alvin.
            Tak berapa lama Alvin duduk ditempat duduk Sivia, tiba-tiba saja Alvin melihat seorang Nenek-nenek yang waktu itu berdiri, sama seperti Sivia, dengan sangat ikhlas Alvin mengorbankan tempat duduknya demi nenek-nenek itu. Alvin bangkit dari duduknya lalu menghampiri nenek-nenek itu.
            “Nenek, Nenek duduk aja ya…” Sivia semakin mengagumi Alvin setelah melihat ketulusan Alvin pada Nenek-nenek itu. Nenek-nenek itu tersenyum puas, dan dengan senang hati ia duduk ditempat duduk yang tadi Alvin duduki.
            Sementara Alvin ia beridiri disamping Sivia yang waktu itu juga sedang beridiri, Sivia membisiki sesatu ditelinga Alvin,
            “Kak Alvin kok ngasih tempet duduk Kak Alvin ke Nenek-nenek itu, kan kasian kalo Kak Alvin harus berdiri…”
            “yang lebih kasian itu nenek-nenek itu, jadi udah deh gak usah ngomong macem-macem lagi…”
            Sivia mengikuti ucapan Alvin, yang ia lakukan sekarang hanya diam seraya memandangi wajah tampan Alvin. Menyadari bahwa Sivia sedang menatapnya, Alvinpun berkata,
            “kenapa lo natap gue kaya’ gitu amat? Ada yang aneh ama muka gue??”
            “Kak Alvin itu ganteng, baik pula lagi,Via makin Fall in love nih sama Kak Alvin….” Tanpa berfikir panjang,Alvin langsung menoyor kepala Sivia,
            “ngomong apaan sih lo…? Lo gak usah bilang kaya’ gitu lagi ke gue, mau semiliyar kali lagi lo ngomong kaya’ gitu, gue gak akan suka sama lo, paham lo….??” Sivia langsung cemberut,
            “awas loh! Ntar Kak Alvin kemakan sama omongan sendiri….” Ucap Sivia menakut-nakuti, Alvin tertawa kecil, ia seolah meremehkan ucapan Sivia,
            “gue gak akan kemakan sama omongan sendiri…lagian gue mana mungkin bisa suka sama lo, secara lo bukan tipe gue banget… udah gitu, lo LEMOT lagi….”
            “terserah Kak Alvin mau ngomong apa aja, yang penting Via suka sama Kak Alvin, weekkkss…” ucap Sivia sambil menjulurkan lidahnya, Alvin langsung bergidik ngeri.
            Bus yang membawa Alvin dan Sivia juga penumpang yang lain tiba-tiba saja mengerem secara  mendadak, hal itu membuat Alvin yang berdiri disamping Siviapun tanpa sengaja mencium pipi Sivia, Sivia tercengang, benarkah Alvin menciumnya??

                        BERSAMBUNG….


0 comments:

Post a Comment