Thursday, December 26, 2013

0

Bila Masih Ada Kesempatan By PINKAN MAMBO





apakah kau ingat dulu
ketika kau bersamaku
saling cinta, saling rindu
seakan waktu tak berlalu
tiap malam ku sebut namamu
hanya kau yang dihatiku

*
mengapa kau lalu pergi
tinggalkan aku disini
tiada kata yang terucap
membuatku bertanya selalu
katakan apa salahku
hingga kau
pergi
tinggalkan aku sendiri

reff:
bila masih ada kesempatan
untuk kita bertemu disini hari ini ooo
bila masih ada waktu untukku dengannya
kembali bersama dengan dirinya

repeat *
repeat reff: [2x]

mungkinkah saat itu kan datang
oh Tuhan berikan aku waktu
dengan dirinya
0

Aku Merindukan Fotografer Itu...

 My Prince Magic "KunyuK"





"Bila masih ada ada kesempatan
Untuk kita bertemu disini... Hari ini... Bila masih ada waktu untukku dengannya... Kembali bersama dengan dirinya...."






Hampir setahun KunyuK itu pergi tanpa kabar apapun. Aku tahu aku bukan siapa-siapa dia, aku tahu aku bahkan tidak berhak mempertanyakan kepergiannya yang tanpa kata itu, tapi aku hanya cewek biasa yang jatuh cinta padanya dan merasa perlu tahu segala apapun yang menyangkut dia. Mungkin dia tidak pernah tahu, bahwa sampai detik ini aku masih menyayanginya dia. Tidak seharipun yang aku lewati selepas kepergiannya tanpa merindukan dan memikirkannya. Setiap saat, aku selalu ingin bertemu dengannya, bertatap mata lagi dengannya. Setiap saat juga, hati ini selalu berteriak, meronta karna ia tidak juga hadir saat setiap malam aku selalu menyebut namanya, saat setiap waktu, ketika aku tengah sendiri, aku selalu menangisinya.

Sampai saat ini, aku bahkan belum bisa menemukan penggantinya. Dan tanpa ia tahu, aku selalu berusaha menutup pintu hatiku untuk cinta yang lain demi dia yang selalu ku sayang.

Aku tidak ingin mencari dan menemukan penggantinya, karena hanya dia yang aku mau, karena hanya dia yang berhak atas hatiku ini.

Sungguh, rindu ini benar-benar sangat menyiksaku, membuat sesak dadaku menjalani hari tanpa dia. Aku ingin dia ada disini, menemaniku lagi seperti dulu.

Aku rindu saat-saat dimana ia mengenggam lembut tanganku, aku rindu tatapan matanya yang meneduhkan itu, aku rindu semua yang ada pada dirinya.

Ya Tuhan... Aku hanya ingin bertemu dengannya. Tidak bisakah engkau mempertemukan aku dengannya sekaliiiii ini saja? Tidak bisa kah Tuhan?

Aku bahkan belum sempat mengatakan bahwa aku mencintainya, setidaknya beri aku satu kesempatan saja Tuhan :'(

aku tahu aku salah karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang dulu kau berikan, aku menyesal karna telah menyia-nyiakan waktu bersamanya saat dia masih ada disampingku, aku menyesal telah mengacuhkan waktu itu, untuk itu aku minta kesempatan satu kali lagi Tuhan, aku ingin memperbaiki semuanya.

Aku telah lupa bagaimana caranya mencintai semenjak kepergiannya, aku telah lupa bagaimana cara membuka pintu hati lagi. Final, hati ini telah benar-benar miliknya, dan siapapun itu tidak akan pernah bisa mengubahnya.

Suatu saat nanti, aku mungkin akan jatuh cinta lagi, tapi aku tidak yakin bisa mencintai orang lain sebesar aku mencintai seorang KAK KAHAR, seorang Fotografer hebat dan luar biasa yang selalu membuat aku jatuh cinta setiap waktu bahkan hanya dengan membayangkan senyumannya saja.




Kakak... Sampai kapanpun itu Kakak tidak akan pernah tergantikan dihati aku, hanya Kakak pemilik hati ini. Dan aku disini akan selalu menunggu Kakak untuk kembali, tidak peduli sampai kapanpun itu.

Aku akan menunggu Kakak kembali untuk mencintaiku, saat itu tiba, aku berjanji akan menjadi seseorang yang layak untuk bisa Kakak cintai. I promise you, Kak. Trust me! :(


untuk itu cepatlah kembali, jangan biarkan aku menunggu terlalu lama hingga kejenuhan memusnahkan segalanya. I miss you so much, Nyuk :'(




#MyKhaMuchLove

Sunday, December 22, 2013

0

CUMA KAMU ~ Bagas ft. Difa 'Idola Cilik'

Na na na na na ,, na na na na na na na 2x

Ada apa dengan diriku
Saat jumpa dirimu
Kau tersenyum
Ku salah tingkah
Inikah namanya CINTA
Kau buat aku ingat slalu pada mu
Ingin ku miliki hatimu untuk ku

Kamu. cuma kamu.
Cuma Cuma Cuma Cuma Kamu
Yang ku mau Satu.. Cuma Satu
Cuma Cuma Cuma Cuma satu
Yang ku mau
Na na na na na na na na na na na na

Ada apa dengan diriku
Saat jumpa dirimu eyy!
Kau tersenyum
Ku salah tingkah
Inikah namanya CINTA

Kau buat aku ingat slalu pada mu
Ingin ku miliki hatimu untuk ku (yeahhh!!)

Kamu. cuma kamu.
Cuma Cuma Cuma Cuma Kamu
Yang ku mau Satu..
Cuma Satu Cuma Cuma Cuma Cuma satu
Yang ku mau
Na na na na na na na na na na na na Heeeyyy!!!

(cuma cuma kamu) cuma kamu (cuma cuma kamu)
cuma kamuu...

Na na na na na na na na na na na na Heeeyyy!!!

(cuma cuma kamu) cuma kamu (cuma cuma kamu)
cuma kamuu.. Yo..

serasa dunia milik berdua
cinta tulus bahagia yang ku rasa
hiasi hariku, bahagia dunia ku,
karena kamu, karena cuma kamu...
cuma kamu.. cuma kamuu..
cuma kamu uhooo Kamu...
cuma kamu. Cuma Cuma Cuma Cuma Kamu
Yang ku mau Satu..
Cuma Satu Cuma Cuma Cuma Cuma satu
Yang ku mau...

Na na na na na na na na na na na na cuma kamu (heeyyy!!)

cuma cuma kamu.. cuma cuma kamu

Na na na na na na na na na na na na

0

Kecuali Kamu~KOTAK [For You Z---Y)





Ku bisa hadapi perihnya terluka
Yang pernah ku rasa di waktu dulu
Sakitnya sakit sudah ku rasa
Dengan yang dulu, dengan yang dulu

Ku pernah tersenyum waktu di hatiku
Lagi hancur lebur berkeping-keping
Pahitnya pahit sudah ku rasa
Dengan yang dulu, dengan yang dulu
Kecuali kamu, cuma sama kamu
Kecuali kamu, sakit sekali, sakit sekali

Tuhan tolong aku, bisakah ku minta
Janganlah kau beri sakit yang ini
Cintaku hanya yang satu ini
Ku belum pernah, ku belum pernah

Kecuali kamu, cuma sama kamu
Kecuali kamu, aku tak mengerti

Mengapa ku rasa sakit sekali mencintaimu....

Kecuali kamu, cuma sama kamu
Kecuali kamu, aku tak mengerti
Mengapa ku rasa sakit sekali mencintaimu, mencintaimu...

Saturday, December 21, 2013

0

KURIKULUM (Tugas Pengantar Pendidikan)






                Di Yunani, anak-anak pada jaman dahulu menganggap sekolah sebagai suatu kegiatan yang mengasyikkan dan menyenangkan karena mereka dapat mempelajari berbagai hal yang ingin mereka ketahui. Kenyataan yang ada sekarang ini sangat bertolak belakang dengan hal di atas. Kebanyakan anak maupun remaja sekarang justru menganggap sekolah sebagai beban. Mengapa hal ini terjadi?
            Kurikulum merupakan salah satu jawaban dari permasalahan yang terjadi. Institusi pendidikan seperti sekolah tidak mengajarkan hal-hal yang dianggap menarik oleh kebanyakan pelajar, melainkan mengajarkan segala pelajaran yang ditentukan oleh Kurikulum. yang berlaku. Seakan-akan seluruh ajaran yang diajarkan disekolah terkurung oleh system kurikulum yang ada yang saat ini.
            Hal ini tentu saja membawa berbagai efek buruk. Anak-anak yang ingin mengejar prestasi harus berusaha keras menguasai beban kurikulum yang didapat, bahkan sampai harus mengikuti berbagai les tambahan. Kurikulum yang sangat tidak efektif, dan sangat banyak membuang waktu dan pikiran mengakibatkan Indonesia kekurangan sumber daya manusia yang handal.
            Guru-guru di sekolah dalam mengajar anak didik tidak lagi mengaplikasi pendekatan kreativitas dan kasih sayang akan tetapi lebih cenderung pada bagaimana dapat mengejar target kurikulum. Bagaimana seluruh bahan ajar dapat disampaikan kepada siswa agar supaya tidak ada keluhan di UASnya mengakibatkan sang guru terkesan terburu-buru dalam mengajar tanpa mempedulikan kemampuan siswa yang berbeda antara satu dengan lainnya. Apabila ada sebagian siswa yang tertinggal dalam mengikuti pelajaran tertentu itu menjadi persoalan yang kesekian setelah persoalan pencapaian target kurikulum itu terselesaikan. Akibatnya banyak, atau bahkan kebanyakan, siswa kita menjadi tertinggal pada akhirnya.
Desentralisasi pendidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan dan kinerja pendidikan, baik pemerataan, kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Selain itu desentralisai juga dimaksudkan untuk mengurangi beban pemerintah pusat yang berlebihan, mengurangi kemacetan-kemacetan jalur-jalur komunikasi, meningkatkan (kemandirian, demokrasi, daya tanggap, akuntabilitas, kreativitas, inovasi, prakarsa), dan meningkatkan pemberdayaan dalam pengelolaan dan kepemimpinan pendidikan. Salah satu komponen yang didesentralisasi melalui penerapan School Based Management adalah pengelolaan kurikulum. Kurikulum yang dibuat oleh pemerintah pusat adalah kurikulum standar yang berlaku secara nasional. Padahal kondisi sekolah pada umumnya sangat beragaman. Oleh karena itu, dalam implementasinya, sekolah dapat mengembangkan (memperdalam, memperkaya, memodifikasi), namun tidak boleh mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional. Selain itu, sekolah diberi kebebasan untuk mengembangkan muatan kurikulum lokal.
Dan Kurikulum 2013 yang berlaku saat ini nyatanya banyak menuai persoalan-persoalan pada pelaksanaannya, utamanya didaerah-daerah. Meski tujuan kurikulum baru itu baik. Namun pelaksanaan dilapangan harus mendapat banyak perbaikan. Adapun persoalan-soalan yang muncul diantaranya:
1.      Guru sebagai manajer di kelas belum memahami benar implementasi kurikulum 2013 yang seharusnya. Meskipun sudah dilakukan pelatihan-pelatihan terhadap guru, tetapi belum semua guru memahaminya secara baik. Pun guru yang mengikuti pelatihan belum semua informasi terkait dengan implementasi kurikulum terserap dengan baik.
2.      Kurangnya buku panduan pelajaran dari Pemerintah Pusat. Bahkan di beberapa sekolah SMP yang menjadi pilot project penerapan Kurikulum 2013 di Kabupaten Tegal (dan mungkin di kabupaten lainnya di Indonesia), hanya terdapat dua buku panduan. Untuk mengatasi itu, pihaknya mengunduh buku panduan dari internet dan memperbanyaknya.
3.      Buku siswa yang idealnya juga dimiliki siswa dengan komposisi satu buku satu siswa masih belum dapat disediakan dengan cukup. Kondisi tersebut memaksa sekolah untuk melakukan pengadaan buku tersebut dengan penggandaan yang tentunya membutuhkan biaya tambahan.
4.      Sistem rapor. Masalah mungkin muncul pada pertengahan Oktober depan, berkaitan dengan sistem rapor kepada orang tua siswa. Hingga sekarang belum ada petunjuk teknis bagaimana rapor itu nanti dibuat, yang mengacu kepada sistem penilaian di perguruan tinggi dengan nilai A, B, C, dan seterusnya.
5.      Lainnya adalah keberatan para orang tua siswa berkaitan dengan adanya kata-kata kasar dalam buku panduan Kurikulum 2013.
6.      Terdapat beberapa daerah yang memaksakan diri dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Sebagai contoh Kota Tegal, pada tahun pelajaran 2013/2014 secara serentak mewajibkan seluruh sekolah untuk menerapkan kurikulum 2013. Hal ini jelas menimbulkan permasalahan, misalnya mahalnya biaya pengadaan buku. Masalah ini menjadi lebih parah manakala siswa diwajibkan untuk membeli buku sendiri. (sekolah menjadi terkesan sangat mahal)

Disamping kelebihan-kelebihan yang dimiliki kurikulum 2013, ada beberapa point yang merupakan kelemahan dari Kurikulum yang diberlakukan saat ini (Kurikulum 2013) diantaranya:
A.    Banyak guru yang beranggapan bahwa dengan kurikulum terbaru ini guru tidak perlu menjelaskan materinya. Padahal kita tahu bahwa belajar matematika, fisika,dll tidak cukup hanya membaca saja. Peran guru sebagai fasilitator tetap dibutuhkan, terlebih dalam hal memotivasi siswa untuk aktif belajar.
B.     Sebagian besar guru belum siap. Jangankan membuat kreatif siswa, terkadang gurunya pun kurang kreatif. Untuk itu diperlukan pelatihan-pelatihan dan pendidikan agar merubah paradigma guru sebagai pemberi materi menjadi guru yang dapat memotivasi siswa agar kreatif. Selain itu guru harus dipacu kemampuannya untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus. Sebagai contoh di Singapura, dalam setahun guru berhak mendapatkan pelatihan selama 100 jam.
C.     Konsep pendekatan scientific masih belum dipahami, apalagi tentang metoda pembelajaran yang kurang aplikatif disampaikan.
D.    Ketrampilan merancang RPP dan penilaian autentik belum sepenuhnya dikuasai oleh guru.
E.     Tugas menganilisis SKL, KI, KD, Buku Siswa dan Buku guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh guru, masih banyak yang copy paste dan kurangnya waktu untuk membaca dokumen secara mendalam.
F.      Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013. Pemerintah melihat seolah-olah guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama.
G.    Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan. UN hanya mendorong orientasi pendidikan pada hasil dan sama sekali tidak memperhatikan proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada dikesampingkannya mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN. Padahal, mata pelajaran non-UN juga memberikan kontribusi besar untuk mewujudkan tujuan pendidikan.
H.    Kurikulum 2013 ditetapkan tanpa ada evaluasi dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP.
I.       Pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran-mata pelajaran itu berbeda.
J.       Dalam mata pelajaran matematika SMA kelas X terdapat matematika wajib, matematika peminatan yang harus diikuti siswa peminatan IPA. Matematika wajib dan peminatan memiliki silabus yang berbeda. Terutama dalam matematika peminatan diperlukan beberapa materi prasyarat yang belum dibahas di kelas sebelumnya. Contoh : Dalam materi persamaan eksponen diperlukan beberapa rumus turunan dari persamaan kuadrat yang belum dibahas di kelas sebelumnya.
K.    Penyusunan materi ajar belum runtut sesuai tahap berpikir siswa, guru harus memilah dan menentukan materi esensial mengingat materi yang harus dikuasai siswa cukup banyak.
L.     Pada buku paket matematika terdapat berbagai soal tingkat tinggi seperti soal olimpiade. Mengingat banyaknya materi yang harus dikuasai siswa maka tidak semua soal dapat diselesaikan. Soal-soal tersebut lebih cocok diberikan pada siswa yang berminat mengikuti pendalaman matematika.
M.   Seperti kurikulum sebelumnya, belum ada sinkronisasi antara matematika sebagai alat bantu untuk menunjang pelajaran lainnya. Misalnya sinkronisasi antara matematika dengan fisika, ada banyak materi fisika yang memerlukan hitungan matematika seperti vektor, diferensial, integral dan trigonometri tetapi belum dibahas dalam matematika.
N.    Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat kemampuan siswa
O.    Standar proses pembelajaran menggambarkan urutan pembelajaran yang kurang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
P.      Materi terlalu luas, kurang mendalam.
Q.    Beban belajar terlalu berat, sehingga waktu belajar di sekolah terlalu lama.



           

Friday, December 20, 2013

0

Seperti Sebuah Bintang [2: PROLOG]







"sesungguhnya dia ada didekatmu...
Tapi kau tak pernah menyadari itu
Dia selalu menunggumu, untuk nyatakan cinta....
Sesungguhnya dia adalah diriku
Lebih dari sekedar teman dekatmu...
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya...."



"GO ALVIIINNNN!! SEMANGAAATTTTT!!!" Teriak Sivia dari pinggir lapangan menyemangati Alvin yang saat itu sedang melakukan pertandingan basket antar sekolah. Alvin sesekali melirik kearah Sivia lalu menyunggingkan sedikit senyuman. Bagi Alvin, Sivia tidak perlu susah-susah berteriak seperti itu hanya untuk memberinya semangat, cukup dengan kehadirannya disini saja sudah cukup mampu memompa semangat Alvin.

Dan ditengah-tengah keriuhan didalam lapangan indoor itu, Sivia tiba-tiba saja merasakan pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang.

"eh..." Sivia terkesiap, tapi ia juga tidak bisa mengelak, apalagi setelah ia tahu siapa yang telah menarik-narik tangannya dengan seenaknya seperti itu.

Dia adalah Cakka, Si Kunyuk yang paling menyebalkan sejagad raya. Memangnya siapa lagi yang berani berbuat seenaknya seperti itu padanya selain Cakka? Sivia mendengus kesal.

"lepas! lo apa-apaan sih? memangnya lo nggak liat gue lagi ngapain? gue lagi nonton pertandingan Alvin, gue lagi ngasih Alvin semangat, kenapa tiba-tiba lo malah nongol kayak jin botol terus narik-narik tangan gue seenak jid...."

"bawel banget sih lo!" tandas Cakka cepat. Sivia langsung menutup mulut, "sekarang gue tanya ke elo, pacar lo itu sebenernya siapa sih? gue atau Alvin? kayaknya lo lebih mentingin dia dari gue"


"nggak gitu Nyuk! gue bukannya lebih mentingin Alvin dari lo, cuma aja lo tau kan kalo hari ini hari pertandingan Alvin, dan gue sebagai sahabatnya wajib untuk dateng dan ngasih dia support, lo ngerti nggak sih?"

"tapi lo nggak perlu kan pake acara matiin ponsel segala? lo bikin gue cemas tau?"
"batre HP gue low, makanya langsung mati"
"halah alesan! bilang aja lo lebih mentingin dia dari gue"

 "Cakka nggak gitu..." Sivia meraih lengan Cakka lantas berusaha menjelaskan semuanya, tapi apa yang malah Cakka lakukan? ia menepis tangan Sivia dengan keras dari lengannya lalu melangkah pergi meninggalkan lapangan tanpa mengeluarkan sepatah kalimatpun. Sivia pasrah, disatu sisi ia juga merasa bosan. Jika sudah menyangkut Alvin seperti ini, ujung-ujungnya mereka pasti akan bertengkar.

Dan Sivia juga tidak mengerti dengan semuanya.

"PERGI AJA LO SANA!! NGGAK USAH BALIK-BALIK SEKALIAN!! DASAR KUNYUK NYEBELIN, NGGAK PUNYA HATI, EGOIS, NGGAK PENGERTIAN, GUE BENCI SAMA LO!!" Cerca Sivia dengan suara bergetar, ia nyaris meneteskan air mata jika saja ia tidak berusaha menahan.

Sementara tanpa Sivia sadari, Alvin sejak tadi berdiri dibelakangnya, menyaksikan pertengkaran yang terjadi antara Cakka dan Sivia. Dalam hati Alvin merasa bersalah, ia tahu bagaimana selama ini Sivia begitu mencintai Cakka, ia tahu bagaimana selama ini Sivia berusaha mati-matian mempertahankan hubungannya dengan Cakka meskipun mereka sering kali bertengkar dan terkadang saling menyakiti satu sama lain. Dan Alvin merasa perih saat harus menerima kenyataan itu, kenyataan bahwa tidak ada sedikitpun tempat dihati Sivia untuknya. Mungkin selamanya Sivia hanya akan menganggap Alvin sebagai sahabat, dan hubungan mereka tidak akan pernah lebih dari itu, selamanya akan tetap seperti itu. Titik.

Sivia lalu berbalik, ia sedikit terkejut ketika melihat Alvin yang tahu-tahu sudah berdiri dibelakangnya. Sivia berusaha bersikap wajar, ia tidak ingin Alvin tahu bahwa saat ini ia sedang bersedih.

"gue nggak apa-apa kok, Vin. gue baik-baik aja" kata Sivia seraya tersenyum, tapi percuma, Alvin sudah terlanjur melihat semuanya, dan Alvin sangat tahu bahwa saat ini Sivia tidak sedang baik-baik saja.

Saat Sivia berjalan melewati Alvin, Alvin tiba-tiba saja menarik pundak Sivia lalu memeluknya erat,

"maafin gue" lirih Alvin pelan.

"ini bukan salah lo, Vin... ini salah gue yang terlalu sayang sama Kunyuk rese itu, hiks..."

Sivia terisak pelan, ia lalu membalas pelukan Alvin lalu menangis sepuasnya dalam pelukan Alvin.









BERSAMBUNG....

Thursday, December 19, 2013

0

TUGAS FILSAFAT (Hakikat Filsafat, Sejarah Filsafat, Dan Kemungkinan Perkembangan Filsafat Pada Zaman Modern)



1. Hakikat Filsafat

Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.  Filsafat juga merupakan sumber dari segala cabang ilmu yang ada.
Berfilsafat berarti berpikir secara radikal. Filsuf adalah pemikir yang radikal. Karena berpikir secara radikal, ia tidak pernah berhenti hanya pada suatu fenomena suatu entitas tertentu. Ia tidak akan pernah berhenti hanya pada suatu wujud realitas tertentu. Keradikalan berpikirnya itu senantiasa mengobarkan hasratnya untuk menemukan akar seluruh kenyataan.
Bagi seorang filsuf, hanya apabila akar atau radix realitas telah ditemukan, segala sesuatu yang bertumbuh di atas akar itu akan dapat dipahami. Hanya bila akar suatu permasalahan telah ditemukan, permasalahan itu dapat dimengerti sebagaimana mestinya.
Filsafat bukan hanya mengacu kepada bagian tertentu dari realitas, melainkan kepada keseluruhannya. Dalam  memandang  keseluruhan  realitas, filsafat senantiasa berupaya mencari asas yang  paling  hakiki dari keseluruhan realitas. Seorang filsuf akan selalu berupaya untuk menemukan asas yang paling hakiki dari realitas.
Filsuf adalah pemburu kebenaran. Kebenaran yang diburunya adalah kebenaran hakiki tentang seluruh realitas dan setiap hal yang dapat dipersoalkan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa berfilsafat berarti memburu kebenaran tentang segala sesuatu.
Tentu saja kebenaran yang hendak digapai bukanlah kebenaran yang meragukan. Untuk memperoleh kebenaran yang sungguh-sungguh dapat dipertanggungjawabkan, setiap kebenaran yang telah diraih harus senantiasa terbuka untuk dipersoalkan kembali dan diuji demi meraih kebenaran yang lebih pasti. Demikian seterusnya.
Jelas terlihat bahwa kebenaran filsafat tidak pernah bersifat mutlak dan final, melainkan terus bergerak dari suatu kebenaran menuju kebenaran baru yang lebih pasti. Kebenaran yang baru ditemukan itu juga terbuka untuk dipersoalkan kembali demi menemukan kebenaran yang lebih meyakinkan.dengan demikian, terlihat bahwa salah satu sifat dasar filsafat ialah memburu kebenaran. Upaya memburu kebenaran itu adalah demi kebenaran itu sendiri, dan kebenaran yang diburu adalah kebenaran yang meyakinkan serta lebih pasti.

2. Sejarah Filsafat

Filsafat berkembang dan lahir ketika manusia merasa kagum terhadap dunia sekelilingnya. Dan filsafat itu sendiri adalah sesuatu rangkaian kegiatan dari budi pekerti manusia yang pada dasarnya bersifat reflektif atau memantul diri, dalam arti senantiasa bertanya dan mencari jawaban terhadap berbagai masalah yang membuat manusia merasa kagum terhadap dunia sekelilingnya. Menusia melakukan pemikiran reflektif itu agar dirinya bisa merasa tenang dan bebas dari ketidaktahuan. Humans learn from ignorance.

Kini masalah-masalah yang mencengangkan itu oleh para filsuf (sebutan orang ahli ilmu filsafat) disebut persoalan filsafati. Dan sejarah filsafat itu sendiri terdiri dari 3 bagian, yaitu sejarah filsafat menurut pembagian masa, sejarah filsafat dari sesuatu negara (seperti sejarah filsafat dari negara India atau Inggris), dan sejarah cabang-cabang filsafat. Sejarah filsafat menurut pembagian masa dapat mengikuti beberapa ukuran pembagian.

Sebuah pembagian yang terinci dari sejarah filsafat Barat menurut masa adalah sebagai berikut :
1. Masa dari pemikiran reflektif pemula
2. Masa pra-Sokrates
3. Masa Klasik
4. Zaman Hellenistik Permulaan
5. Abad Kristen Pemula
6. Abad Pertengahan (Zaman Kepercayaan)
7. Masa Renaisanse (Zaman Petualangan)
8. Abad ke-17 (Zaman Akal)
9. Abad ke-18 (Zaman Pencerahan)
10. Abad ke-19 (Zaman Ideologi)
11. Abad ke-20 (Zaman Analisis)

Sejarah filsafat menurut cabang-cabang filsafat menunjuk pada uraian sejarah tentang 6 cabang filsafat sistematis, yaitu sejarah metafisika (semula menurut istilah Aristoteles (filsafat pertama) dinamakan prote philosophia), sejarah epistemologi, sejarah metodologi, sejarah logika, sejarah etika, dan sejarah estetika. 

Sejarah filsafat sebagai cabang yang ke 7 dari filsafat sistematis mempunyai kedudukan yang khas dalam hal ini secara serentak berhubungan dengan semua 6 cabang filsafat sistematis. Dan saling berkaitan dan menyeluruh dari 7 cabang ini, dapat dipandang sebagai struktur filsafat sistematis.


3. Kemungkinan Perkembangan Filsafat Pada Zaman Modern


Filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan alam dan biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat juga dianggap sebagai kreasi berpikir dengan menggunakan metode-metode ilmiah untuk memahami dunia. Filsafat bertujuan untuk memahami dunia dan memperpadukan hasil dan ilmu pengetahuan ke ilmu pengetahuan special agar menjadi suatu pandangan hidup yang seragam. Itu merupakan tujuan Filsafat dari jaman Thales (Bapak Filsafat) hingga jaman sekarang.
Di masa sekarang ini, manusia bercorak individualistis, humanistis, romantis, sehingga manusia cepat beralih pada kepentingan-kepentingan dekat dan “dunia” memiliki arti yang lain bagi manusia. Kondisi manusia yang hidup di perkotaan, dengan kendaraan, perumahan, dan segalanya yang ada di kota, membuat manusia semakin jauh dengan dunia astronomis.
Dahulu, bangsa Yunani purba banyak dicemaskan oleh masalah diam dan perubahan, yang mana perubahan yang mereka maksudkan adalah perubahan fisik/alam, seperti atom-atom yang bergerak, air yang mengalir, dan lain-lain. Tapi, ketika masalah itu belum selesai, perhatian manusia tertarik ke perubahan-perubahan dalam bentuk lain, seperti adat istiadat, hubungan-hubungan, dan lain-lain. Hal itu menunjukkan keragaman, sementara keragaman menghasilkan banyak penafsiran. Maka, hal itulah yang membuat Filsafat tetap ada hingga sekarang, hanya saja, sekarang ia menjadi penafsiran dari hidup, maka kondisinya menjadi sama seperti dahulu, dimana Filsafat adalah suatu usaha untuk memahami dunia dimana kita hidup.
Karena kehidupan yang kita jalani penuh kekerasan, maka dorongan untuk berfilsafat terus muncul dan bersemayam dalam kehidupan modern. Tapi waktu sekarang ini amat terbatas, sehingga untuk berfilsafat kita hanya mempunyai kesempatan untuk memikirkan sebagian masalah-masalah dengan mengajukan pertanyaan yang tidak menyeluruh, sehingga tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang menjadi hajat hidup banyak orang.

Tuesday, December 17, 2013

0

SECRET [1] "Autumn Without Cakka"













Dosakah aku bila dicintaimu
Bila jalinan hati kini menjeratku
Tapi haruskah diriku pasrah
Diriku mengalah

Memang cinta tiada bermata
Bisa ciptakan sedih juga bahagia
Aku kini terjerat karenanya
Susah lepaskan dia

Jalannya cinta nodai hati
Aku dicinta jalinan tiada pasti
Dan aku tak harus terkalahkan
Dan diriku terabaikan
Kuikuti cahaya hati



***

Aku duduk termenung disebuah bangku panjang yang terdapat disalah satu taman di pusat kota Paris. Aku menatap jalan yang terhampar luas dihadapanku. Dedaunan jatuh yang berwarna kuning terang berserakan disepanjang jalan menandakan bahwa saat ini sedang musim gugur. Musim Gugur, ahhh… aku pedih tiap kali mengingat musim ini. Aku memejamkan mataku sejenak, berusaha menghirup udara sebanyak mungkin dan mengisinya didadaku agar tidak sesak lagi. Aku merasakan kedua mataku mulai memanas dan perlahan mengabur, semuanya terekam kembali dalam memoriku dan menyeretku pada satu rentetan kisah panjang nan rumit yang aku alami 6 bulan yang lalu. Tentang sebuah kisah, rahasia, dan Cakka.
            Cakka…. Seharusnya dia ada disini sekarang bersamaku, duduk disampingku dengan mengenggam erat jemari tanganku, dan menikmati musim gugur bersamaku disini, di Paris, kota impiannya, kota impian kita. Tapi sekarang ia bahkan tidak disini, tidak juga bersama ku, apa dia telah melupakan janjinya? Apa dia berusaha mengingkari janji itu? Musim gugur yang memilukan tanpa Cakka disampingku…


***

1 bulan yang lalu…

            “Vi… Via… lihat deh! Kak Cakka ngeliatin lo terus, dari tadi malah” ku dengar Ify berbisik pelan ditelingaku seraya menyenggol lenganku dan berusaha mengalihkan perhatianku dari buku yang sejak tadi aku tekuri.
            Aku sedikit berdecak, sedikit kesal juga karena merasa terganggu oleh Ify. Aku menutup bukuku lalu menatap Ify tajam dari balik kaca mata min yang aku gunakan. Namun bukannya takut dengan tatapan tajamku, Ify malah terkekeh geli dan menganggapku lucu.
            “nggak usah sok garang begitu! Lo tau nggak, lo lebih kelihatan seperti seekor anak kucing lucu nan imut yang berusaha terlihat seperti seekor singa galak, hahaha…” Ify tertawa puas dan semakin membuat aku kesal.
            Aku menghela nafas beberapa kali, memang dibutuhkan kesabaran yang super ekstra jika sedang berhadapan dengan cewek yang terkenal paling bawel se-SMA Tunas Bangsa ini. Siapapun tidak akan pernah bisa menang melawannya. Ify memang jagoan.
            Ify tahu-tahu mengangkat kedua tangannya, ia meraih wajahku lalu memutarnya kesamping, kedua mata ku pun akhirnya tertumbuk pada sepasang manic mata indah nan meneduhkan yang sedang menatapku dari kejauhan sana dengan seulas senyuman manis. Aku melepaskan kedua tangan Ify begitu saja, kemudian aku membalas senyum itu dengan senyuman paling kaku yang pernah aku miliki, sungguh aku benar-benar belum merasa siap. Merasa mendapatkan respons dariku, si Pemilik kedua manic mata indah nan meneduhkan itu langsung melambaikan tangannya ke arahku, tapi itu sama sekali tidak menarik perhatianku, perhatianku malah tertuju pada satu sosok pria yang sedang duduk disamping Kak Cakka dengan gayanya yang terlihat angkuh, dingin, cuek dan tidak peduli, namanya Kak Alvin, sahabat kental Kak Cakka.
            Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki disekolah ini, hatiku sudah tertambat padanya, tetapi ia –Kak Alvin- bahkan tidak sedikitpun melirikku, tidak sekalipun. Dari sana aku tahu bahwa perasaanku bertepuk sebelah tangan, aku tidak ingin mengharapkannya lagi, tidak setelah ia menolakku secara terang-terangan bahkan sebelum aku mengungkapkan perasaan ku padanya.
            Lain Kak Alvin, lain pula Kak Cakka. Sejak pertama kali bertemu dengannya, ia selalu memperhatikanku. Aku bukannya tidak tahu akan hal itu, tapi aku hanya berusaha untuk pura-pura tidak tahu saja. Aku tidak bisa memaksakan perasaanku padanya, tidak pernah bisa. Aku terlalu takut dan tidak kuasa jika harus menyakiti Pria sebaik Kak Cakka, dia terlampau sempurna dan terlalu indah untukku, untukku yang bahkan tidak sedikitpun menyimpan hati padanya.
            “kayaknya Kak Cakka beneran suka sama lo, Vi. Kasih respon kek” perkataan Ify itu tiba-tiba saja menarikku dari lamunan panjangku, aku terkesiap lalu buru-buru membuang tatapanku dari kedua Pria itu, utamanya Alvin.
            “belom tentu” jawabku cuek lalu kembali sibuk dengan buku yang ada ditanganku. Ify menatapku dengan tatapan tidak habis fikir. ‘Dasar kutu buku’ gumamnya pelan, aku mendengar, tapi aku lebih memilih untuk tidak peduli.


***

Ketika hati akhirnya memilih…

            Sejak hari itu, hari dimana aku membalas senyumannya untuk yang pertama kalinya, Kak Cakka mulai mendekati aku dan sebisa mungkin memberikan aku perhatian yang lebih. Aku yang tidak ingin mengecawakannya berusaha untuk menerima semua perhatiannya sebaik mungkin. Sementara aku sedang mati-matian berusaha membalas perasaan Kak Cakka, Kak Alvin malah tetap bergeming, tetapi aku berusaha untuk tidak peduli dengan itu, toh dia juga tidak pernah memperdulikan aku kan?
            Dan hari ini, tepatnya sebulan setelah kami melakukan pendekatan, Kak Cakka akhirnya menyatakan perasaannya padaku, seperti yang pernah aku duga sebelumnya, tapi cara yang ia lakukan sungguh diluar perkiraanku.
            Senja itu, Kak Cakka mengajakku pergi ke sebuah taman. Tangan kananya mengenggam erat jemari tanganku, sementara tangan kirinya ia gunakan untuk membawa gitar kesayangannya. Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam, tidak juga berusaha untuk bertanya.
            Ditangah taman itu, ditengah-tengah puluhan pasang pasang mata yang tengah memperhatikan kami, Kak Cakka melepaskan gandengannya. Kak Cakka berjalan mundur secara perlahan menjauhiku, senyuman itu tetap mengembang diwajah tampannya.
            Kak Cakka lalu memetik gitarnya, memainkan sebuah lagu untukku,

Andai engkau tahu
Bila menjadi aku
Sejuta rasa di hati
 Lama tlah ku pendam
Tapi akan kucoba mengatakan

ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu


ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
kuingin jujur apa adanya dari hati

Kini yg kau tahu
Aku menginginkanmu tapi takkan ku paksakan
Dan ku pastikan
Kau belahan hati bila milikku

ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu

ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
kuingin jujur apa adanya dari hati

menarilah bersamaku dengan bintang-bintang
sambutlah diriku untuk memelukmu

ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu

ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
kuingin jujur apa adanya dari hati…”


            Kak Cakka akhirnya menyelesaikan lagu yang begitu indah dan begitu menyentuh hati itu. Tanpa terasa air mataku menetes entah sejak kapan. Dari lagu yang baru saja Kak Cakka nyanyikan itu, aku benar-benar bisa merasakan ketulusannya bahkan sampai ke relung hatiku yang terdalam. Dan hari itu aku menyesal karena selama ini telah berusaha menepikan rasa Kak Cakka hanya karna Kak Alvin yang selama ini bahkan tidak pernah melirikku sekalipun.
            Tidak cukup sampai disitu Kak Cakka membuatku terharu, ia lagi-lagi membuat aku terharu dengan ucapannya, tidak hanya terharu, bahkan Kak Cakka mampu membuat aku ingin segera berlari kepadanya dan memeluknya seerat mungkin. Hari ini Kak Cakka telah berhasil membuat aku jatuh cinta padanya.
            “aku pernah bermimpi bisa menyatakan perasaan aku ke kamu ditengah taman di kota Paris pada sebuah musim gugur, tapi mungkin untuk sekarang aku belum bisa mewujudkan mimpi itu, tapi suatu saat nanti aku berjanji, aku akan bawa kamu ke Paris pada satu musim gugur terindah, disana akan aku katakan bahwa aku sangat mencintai kamu dan ingin kamu jadi milik aku seutuhnya. Via…. Aku cinta sama kamu…”
            Merasa tidak kuasa membendung segala luapan perasaanku, aku berlari kearah Kak Cakka lalu memeluknya seerat mungkin, persis seperti apa yang aku inginkan tadi. Aku menangis terisak dalam dekapannya, susah payah aku akhirnya berucap,
            “aku nggak butuh kota Paris, Kak, aku nggak butuh musim gugur terindah seperti apa yang Kak Cakka bilang, semua ini cukup buat aku Kak, aku mau jadi milik Kakak, karna aku juga memiliki rasa yang sama seperti Kakak…”
            Hari itu hatiku akhirnya resmi memilih. Dan Kak Cakka adalah pilihanku.
Entah aku salah lihat atau hanya halusinasi saja, dikejauhan sana, aku melihat Kak Alvin tersenyum, ia lalu berbalik dan melangkah pergi. Aku terus menatap punggungnya yang semakin lama semakin menghilang dari pandanganku. Tapi benarkah itu Kak Alvin? Buat apa dia disini? Tapi aku tidak peduli, karena sekarang ini yang ada fikiranku hanyalah Kak Cakka, bukan Kak Alvin lagi. Pintu hatiku telah benar-benar tertutup untuknya. Final.


***

Saat ia akhirnya memelukku untuk yang pertama kalinya….

            “Jika dalam sebulan kamu tidak mendapatkan donor hati, maka tidak akan ada lagi harapan untuk kesembuhan kamu, Via”
            Vonis dari Dokter Septian itu langsung menohok dadaku tanpa ampun. Seketika, udara disekitarku lamat-lamat menghilang, rasanya sesak. Air mata itu telah tergenang dipelupuk mataku dan telah siap merembes keluar, tapi sebisa mungkin aku berusaha untuk menahan. Aku tidak boleh cengeng, aku harus tetap kuat apapun yang terjadi.
            “yang itu berarti saya akan meninggal?” tanyaku dengan suara lirih. Dokter Septian langsung menunduk dalam. Entahlah, mungkin ia tidak tega melihatku.
            2 tahun yang lalu, disini, diruangan yang sama seperti yang aku datangi hari ini, Dokter Septian memvonis ku menderita Hepatoma atau kanker hati. Saat vonis itu dijatuhkan padaku dihadapan kedua orang tua ku, aku merasa saat itu juga hidupku telah berakhir, aku tidak lagi melihat cahaya masa depan yang bersinar terang dihadapanku, yang ada hanyalah segumpalan awan mendung dalam hidupku, semuanya terasa gelap tak bercahaya. Tapi ketika aku menginjakkan kakiku di SMA Tunas Bangsa, semangat hidupku mendadak terpompa kembali ketika aku melihat satu sosok Pria yang langsung membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dialah Kak Alvin.
            Namun aku kembali terhempas dan terpuruk saat aku tahu bahwa ternyata perasaanku padanya hanya perasaan cinta bertepuk sebelah tangan yang selamanya tidak akan pernah bisa ia sambut. Kendati pun kenyataan hidup yang harus aku terima begitu pahit, tapi aku selalu mencoba untuk tetap terlihat tegar dan kuat demi kedua orang tua ku yang selama ini sudah mengorbankan banyak hal demi kesembuhanku, meskipun hasil akhirnya tetap sia-sia.
            Dan Tuhan ternyata sangat mencintaiku, Ia tidak pernah membiarkan aku terpuruk terlalu lama, dan Ia selalu memelukku disaat aku merasa lelah dengan kenyataan hidup ini. Dan Tuhan pun menunjukan rasa cintanya padaku dengan mengirimkan sosok Kak Cakka yang sempurna dalam hidupku, selain kedua orang tua ku, Kak Cakka adalah alas an lain yang membuatku untuk terus ingin hidup bahkan sampai seribu tahun lagi, Kak Cakka menghidupkan kembali semangatku meskipun hingga detik ini aku belum memiliki keberanian yang cukup untuk memberitahukan yang sebenarnya padanya. Aku bukannya ingin merahasiakan tentang penyakitku ini, hanya saja aku tidak ingin Kak Cakka ikut terlarut dalam penderitaanku ini. Dengan dia berada disampingku saja sudah cukup membuat aku merasa bahagia, aku tidak ingin apapun selain itu.
            Jika aku boleh meminta pada Tuhan sekali ini saja, aku ingin terus hidup. Aku masih ingin membahagiakan kedua orang tua ku, aku masih ingin membalas semua jasa-jasa mereka. Aku juga masih ingin pergi ke Paris bersama Kak Cakka pada liburan semester nanti, aku masih ingin menikmati musim gugur di Paris bersama Kak Cakka satu bulan lagi, aku masih ingin bersama Kak Cakka. Bisakah Tuhan mengabulkan permohonan ku untuk kali ini saja?
            Aku terduduk disalah satu bangku taman yang terdapat dihalaman rumah sakit yang cukup luas itu. Disana aku menumpahkan habis air mataku tanpa ada satu orang pun yang tahu, disana aku menangis sejadi-jadinya untuk melegakan hatiku. Ya… saat ini yang aku butuhkan hanyalah menangis, aku ingin melampiaskan semuanya dalam sebuah tangisan. Biarlah untuk kali ini aku membuka topeng kemunafikan yang selama ini aku gunakan, biarlah untuk kali ini saja aku menunjukan diriku yang sebenernya, diriku yang sebenernya hanyalah makhluk cengeng yang sama sekali tidak berdaya, diriku yang sebenarnya sangatlah rapuh dan tidak setegar seperti apa yang orang-orang lihat selama ini.
            Tahu-tahu aku merasakan seseorang menarik pundakku lalu membawa aku kedalam dekapan hangatnya. Aku tahu siapa dia, aku dapat merasakannya bahkan dengan sangat jelas, tapi sekali lagi aku katakana, saat ini aku hanya ingin menangis, hanya itu.
            “Tuhan selalu punya rencana yang indah dibalik ujian-ujian menyakitkan yang Ia kirimkan” bisiknya pelan seraya membelai lembut rambut sebahuku. Aku mengangkat wajahku, saat itu juga langsung ku dapati sosok Kak Alvin yang tengah tersenyum padaku sambil menatapku dengan kedua mata elang nya. Seumur hidupku, itu adalah senyuman serta pelukan pertama yang ia hadiahkan untukku, ini juga pertama kalinya dalam hidupku ia mengajakku berbicara. Tapi aku sedikit heran, apa ia tahu tentang penyakit ku? Tapi ia tahu darimana?
            Seakan bisa membaca rasa penasaranku, ia menyeka air mataku dengan lembut lantas berkata,
            “Dokter Septian itu Om gue” katanya singkat seolah menjawab rasa penasaranku, kedua mataku membelalak lebar, jangan-jangan…
            “rahasia lo aman dari Cakka” saat itu juga aku langsung menghela nafas lega. Sungguh, aku benar-benar tidak ingin jika Kak Cakka tahu tentang semuanya, aku tidak ingin membebani Kak Cakka, sama sekali tidak ingin.
            “lo mau berjanji satu hal sama gue?” Tanya Kak Alvin tiba-tiba. Untuk sejenak aku berfikir lalu mengangguk,
            “gimanapun keadaan lo sekarang, jangan pernah tinggalin Cakka, Cakka sangat mencintai lo lebih dari apapun itu…”
            Aku mengangguk pasti, tentu saja aku tidak akan pernah meninggalkannya, kecuali nanti jika Tuhan telah memanggilku…



***

            Bagiku ini adalah malam minggu terindah yang pernah aku lewati bersama Cakka. Bagaimana tidak, mala mini Cakka mengajakku pergi kesebuah bukit, dan dari atas bukit ini aku bisa melihat dengan sangat jelas pemandangan kota yang terhampar luas dibawah sana. Lampu-lampu dari kendaraan yang sedang berlalu-lalang dijalan raya ditambah lagi dengan lampu-lampu gedung semakin membuat pemandangan itu terlihat indah dimataku. Bulan menggantung sempurna diatas langit, serta jutaan bintang-bintang yang berkelap-kelip semakin membuat malam itu terasa bermakna. Aku menatap Cakka yang duduk disampingku, tidak lama aku menggerakkan wajahku perlahan lalu mengecup kilat pipinya. Cakka yang terkejut dengan perlakuanku langsung menoleh kesamping seraya memegangi pipinya. Sejenak Cakka terpaku, ia lalu tersenyum dan berkata,
            “dasar curang!”
            “makasih ya?” lirihku pelan nyaris meneteskan air mata. Cakka hanya tersenyum seraya mengangguk. Tapi terus terang saja, aku merasa ada yang aneh dengan Cakka malam ini. Aku menggeser posisi dudukku hingga berdekatan dengan Cakka, aku menggandeng lengannya seerat mungkin lalu merebahkan kepalaku diatas pundaknya,
            “Kak Cakka…”
            “hmmm…” gumam Cakka pelan,
            “kalo suatu saat nanti Tuhan memanggil aku lebih dulu, Kak Cakka akan bagaimana?”
            Cakka terdengar menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaanku.
            “kamu kok ngomong kayak gitu, sih? Aku nggak suka ya, Vi” aku semakin mempererat gandengaku padanya,
            “jawab aja! Pliss..” pintaku dengan nada memohon. Cakka kembali menghela nafas beratnya, 3 detik kemudian ia akhirnya buka suara,
            “aku nggak bisa bayangin itu, maaf”
            “Kak… aku sayaaangg banget sama Kak Cakka, aku nggak mau jauh-jauh dari Kakak, aku mau selamanya bisa terus berada disamping Kak Cakka, hiks…” isakkan itu akhirnya terdengar pelan. Cakka lalu melepaskan gandenganku, ia memegang kedua pundakku dan menatap wajahku untuk beberapa lama,
            “emang siapa yang mau pergi ninggalin kamu, Vi? Aku nggak akan kemana-mana, aku tetep disini, sama kamu, selamanya…”
            Merasa tidak sanggup lagi membendung segala luapan perasaanku, akupun akhirnya membawa diriku kedalam pelukan Cakka, dengan sigap ia menangkap tubuhku dan memelukku seerat mungkin.
            5 detik kemudian kami sama-sama mengurai pelukan kami. Cakka menyeka air mata yang tergenang disudut mataku, lalu setelahnya ia menjawil hidungku seraya berkata,
            “dasar cengeng!”
            “cengeng-cengeng begini juga Kak Cakka tetep sayang, haha…”
            Aku dan Cakka sama-sama tertawa. Dari jauh semuanya terlihat sempurna tanpa cela. Tapi Cakka tidak pernah tahu, bahwa jauh didalam lubuk hatiku yang terdalam aku menyimpan ribuan luka. Aku menghentikan tawaku sejenak lalu menatap wajah Cakka dari samping dengan lekat-lekat. Aku gamang membayangkan bahwa sebulan lagi aku tidak akan pernah bisa mendengar suara yang nyaring itu, aku gamang memikirkan bahwa sebulan lagi aku akan pergi meninggalkannya sejauh mungkin. Tanpa terasa sebulir air mataku menetes secara perlahan, aku mengisak pelan hingga menyebabkan Cakka menghentikan tawanya, Cakka menoleh kearahku lalu kembali menyeka air mataku,
            “kok nangis lagi?”
            Aku hanya menggeleng, tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaannya itu. Beberapa detik kemudian Cakka menggerakkan wajahnya perlahan mendekati wajahku. Dan saat kedua mata indah nan meneduhkan itu tertutup, aku juga menutup kedua mataku, berusaha menyambut kehangatan yang ia berikan. Tubuhku terasa begitu ringan, aku merasa seperti terbang menembus langit malam yang bertahtakan jutaan bintang-bintang.


***

Harapanku untuk hidup kembali bersinar… masa depan itu kembali terlihat, awan mendung itu perlahan pergi… terimakasih Tuhan…


            “kamu sudah mendapatkan pendonor hati, Via. Operasinya akan segera kita lakukan mala mini juga” perkataan Dokter Septian itu benar-benar membuat aku terkejut. Ini diluar dugaanku. Baru seminggu yang lalu Dokter Septian memvonis bahwa aku tidak akan bisa bertahan lebih dari satu bulan, baru seminggu yang lalu Vonis yang Dokter Septian jatuhkan padaku membuat semua harapan-harapan serta mimpi-mimpiku musnah dalam hitungan detik saja, tapi sekarang, semua harapan-harapan serta mimpi-mimpi yang telah punah itu seakan hidup kembali.
            Aku membekap mulutku sendiri, perlahan Kristal-kristal bening itu mulai berjatuhan dari pelupuk mataku. Ini bukan tangis duka seperti sebelum-belumnya, tapi ini tangis bahagia. Seumur hidupku, aku tidak pernah merasa sebahagia ini.
            “boleh saya tahu siapa pendonor itu, Dok?” dengan lirih aku bertanya. Dokter Septian langsung menunduk lesu, dari gurat-gurat wajahnya yang penuh dengan kebimbangan, aku bisa membaca dengan jelas kegetiran hatinya saat ini.
            Dokter Septian menghela nafas beratnya, ia berusaha menyunggingkan seulas senyuman diwajah manisnya,
            “saya sangat ingin memberitahukannya, Via, tapi maaf saya tidak bisa. Ini permintaan langsung dari si Pendonor itu, dia ingin identitasnya di rahasiakan” ucap Dokter Septian berusaha terdengar meyakinkan, tapi meski begitu hati kecilku merasa sedikit tidak yakin. Apa mungkin pendonor itu adalah…. Alvin?
            Tapi mana mungkin. Tidak ada satupun alas an yang bisa membuat Alvin harus rela mendonorkan hati nya untukku. Itu mustahil.


***

Sebongkah hati yang baru, aku ingin terus menjaganya seumur hidupku, aku ingin hidup seribu tahun lagi… dan untuk kota Paris… tunggu aku, sebentar lagi aku dan Kak Cakka akan kesana untuk menikmati satu musim gugur terindah yang pernah ia janjikan… musim gugur di kota Paris akan menjadi saksi atas semuanya… atas cintaku, Kak Cakka, dan satu musim gugur terindah…

            Saat ini aku telah hidup dengan sebongkah hati yang baru, Dokter Septian pun telah menyatakan bahwa aku sembuh total dari penyakit Hepatoma yang aku derita selama beberapa tahun terakhir ini. Tidak hanya hidup dengan sebongkah hati yang baru, tapi aku merasa hidup dengan nafas yang baru juga, semuanya terasa lebih bermakna. 2 minggu pasca operasi Dokter Septian masih tetap kekeuh merahasiakan identitas si Pendonor itu dariku, tapi siapapun itu aku tetap mengucapkan rasa terimakasih yang tiada terhingga, tanpa dia mungkin hari ini aku tidak akan pernah bisa melihat matahari terbit dengan cantiknya, tanpa dia mungkin hari ini aku tidak akan bisa menghirup udara pagi yang selalu aku rindukan. Dengan sepenuh hatiku, aku benar-benar berterimakasih padanya.
            Selama 2 minggu ini juga, aku benar-benar menenggelamkan diri dari kehidupan Cakka. Aku tahu, Cakka pasti akan sangat mencemaskanku. Dan aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana Cakka pergi kesana kemari hanya untuk mencari tahu tentang kabarku. Ya… aku jahat, aku jahat karena telah menyiksa ia selama 2 minggu terakhir ini.
            Untuk itu hari ini aku memutuskan untuk menemuinya, aku ingin memberikannya sebuah kejutan. Hari ini juga aku akan menceritakan yang sebenarnya pada Cakka.
            “Mas Cakka nggak ada dirumah, Non, tapi Mas Cakka titip ini buat Non Via” ujar Bi Ratna, salah satu asisten rumah tangga dikediaman Cakka. Bi Ratna menyerahkan sebuah amplop berwarna putih untukku, dengan tangan gemetar aku menerima amplop itu. Kenapa perasaanku mendadak tidak karuan begini? Apa yang sebenarnya terjadi?
            Tanpa mengucapkan apa-apa lagi, aku langsung membuka amplop itu. Dalam amplop itu aku mendapati sebuah tiket pesawat tujuan Paris. Aku kembali bertanya-tanya, ada apa ini? Selain tiket pesawat, aku juga menemukan sepucuk surat. Tidak ingin membuang-buang waktu lagi, aku langsung membaca surat itu. Ya… itu tulisan tangan dari Cakka, isi surat itupun sangat amat singkat namun sukses membuat jantungku terasa seperti diremukkan…

Sayang… kamu berangkat ke Paris sendiri yaa? Seenggaknya sekarang aku udah nggak punya hutang lagi sama kamu, kamu tetep bisa nikmatin musim gugur di Paris seperti apa yang aku janjikan dulu, tapi mungkin aku nggak bisa nemenin kamu. Tuhan udah panggil aku terlebih dahulu ternyata. Jaga hati ini baik-baik yaa? Aku mungin udah nggak didunia lagi, tapi selamanya aku akan selalu hidup dan bersemayam didalam hati kamu. Bukankah kita ditakdirkan untuk sehati dan senyawa??
            Kalau kamu bener-bener cinta sama aku, terima hati yang udah kasih dengan ikhlas, hargai hidup yang hari ini Tuhan berikan untuk kamu, dan satu lagi… berangkatlah ke Paris untuk satu musim gugur terindah impian kita…
                                    Love; Cakka


***

Selamat jalan kekasih…
Kaulah cinta dalam hidupku
Aku kehilanganmu… untuk selama-lamanya…

            Air mataku lolos begitu saja ketika ingatan sebulan yang lalu kembali berputar di otakku. Dan entah kenapa, setiap aku menghelakan nafas rasanya begitu perih. Cakka… dia telah mengorbankan hidupnya demi aku, tapi kenapa harus Cakka, Tuhan? Kenapa harus Cakka?
            Dan sekarang aku telah disini, duduk disebuah taman di Kota Paris dan menikmati musim gugur tanpa Cakka. Bukankah dulu ia yang menjanjikan semua ini untukku? Tapi kenapa sekarang dia malah pergi terlebih dahulu dan membiarkan aku menikmati musim gugur ini sendiri?
            Aku telah memenuhi keinginannya untuk pergi ke Paris sendiri, tapi kenapa ia malah mengingkari janjinya? Janji yang ia sendiri buat sebulan yang lalu ketika ia untuk yang pertama kalinya menyatakan perasaannya padaku?
            “Kak Cakka… aku kangen sama Kak Cakka… aku mau Kak Cakka ada disini, sama aku Kak…” ujarku lirih seraya menutup kedua mataku. Aku menyentuh dadaku dan merasakan air mataku kembali lolos entah untuk yang keberapa kalinya.
            “Tuhan selalu punya rencana yang indah dibalik ujian-ujian menyakitkan yang Ia kirimkan”
            Aku langsung membuka kedua mataku ketika mendengar ada seseorang yang mengucapkan kalimat itu untukku. Aku pernah mendengar kalimat itu sebelumnya, dan hingga sekarangpun kalimat itu masih terekam dengan jelas dalam ingatanku.
            Aku menoleh kesamping, disana aku dapati Alvin yang tengah tersenyum padaku. Aku hanya diam, menatapnya datar tanpa ekspresi. Lalu tiba-tiba saja salah satu tangannya bergerak perlahan, ia meraih tanganku lalu menggenggamnya lembut. Alvin menatapku yang masih terpana dalam beberapa detik, lalu setelahnya Alvin langsung mengalihkan perhatiannya,  menatap jalanan yang nyaris tertutupi oleh dedaunan musim gugur.
            Samar-samar aku mendengar ia bergumam pelan,


            “ada sebuah rahasia yang harus kamu ketahui…”




                        THE END…