Semenjak kepergian KunyuK dari hidupku yang tanpa kata itu, aku merasa ada sebagian dari diriku yang menghilang. Dulu, sebelum ia meninggalkanku, aku selalu takut jika suatu waktu dia akan pergi dan tidak akan kembali lagi, aku takut tidak akan bisa melihat wajah menyebalkannya lagi, dan aku sangat takut kehilangan dia, tapi ternyata seiring aku menghilang dari kehidupannya dan tidak pernah datang lagi menemuinya, ia juga ikut menghilang.
Ia pergi, dan Kak Epi bilang dia tidak akan pernah kembali lagi. saat tau itu, aku merasa semuanya hilang, jantungku terasa remuk, dan rasanya begitu sesak. kenapa? kenapa dia harus pergi tanpa mengucapkan sepatah kalimatpun padaku?
Jujur, dia cowok pertama yang mengatakan 'I LOVE YOU' padaku,
dia cowok pertama yang mengatakan 'AKU RINDU KAMU' padaku,
dia cowok pertama yang selalu membuat aku merasa teristimewakan,
dia begitu berarti bagiku, tapi ternyata aku tidak seberarti itu baginya. Mungkin dia hanya menganggapku adik, dan tidak pernah lebih dari itu. Tapi aku selalu bersyukur, karena Tuhan sempat memberikan aku kesempatan untuk bisa dekat dengannya.
Masih bisa ku ingat dengan jelas senyuman terakhir serta tatapan yang begitu teduh yang ia lemparkan disaat terakhir kami bertemu, hanya saja aku tidak pernah menyangka, bahwa hari itu akan menjadi hari terakhir kami bertemu, aku tidak pernah menyangka sebelumnya, ketika aku datang kembali untuk menemuinya, ia sudah pergi. Aku merasa tercurangi olehnya.
Sejak kepergiannya, aku pun menjalani kehidupanku dengan rasa rindu yang menggebu setiap menitnya. Aku selalu ingin bertemu dengannya dan mengatakan bahwa aku sangat menyayanginya. Dan belakangan aku tahu, bahwa ia juga ternyata menyayangiku, aku menyesal karena dulu aku selalu menganggap bahwa kata cinta yang ia lontarkan untukku hanyalah sebuah gurauan, aku menyesal karena ternyata bukan dia yang tidak peka dengan perasaanku, tapi aku lah yang tidak pernah peka dengan perasaannya, dan aku sangat menyesal, karena sebelum kepergiannya aku belum sempat mengatakan bahwa aku sangat menyayangi dia. Mungkin kah suatu saat nanti Tuhan akan memberikan aku kesempatan untuk bisa bertemu lagi dengannya? bertatap mata lagi dengannya? sungguh aku sangat merindukannya.
Setengah tahun setelah kepergiannya, aku pun resmi menjadi salah satu Mahasiswi di Universitas Mataram, aku juga tinggal di Kota Mataram, kota yang dulu selalu ia kunjungi setiap akhir pekan, kota yang dulu pernah ia tinggali. sekarang aku sudah ada disini, ada dikotanya, tapi dia malah menghilang tanpa jejak. Dan aku kembali merasakan pedih ketika mendapati kenyataan ini, kenyataan bahwa ia benar-benar pergi.
Tidak berselang lama, aku merasa menemukan pengganti KunyuK dihatiku. Bahkan aku sempat melupakan KunyuK. Dia adalah teman kampusku, orangnya biasa saja, dan bisa dikatakan tidak sekeren dan setampan KunyuK, tapi meski begitu ia bisa membuat aku melupakan KunyuK. Hari-hari berlalu aku semakin menyukainya, dan aku rasa aku telah jatuh cinta padanya. Aku pun sempat dekat dengannya meskipun hanya sebatas teman biasa.
Kami tertawa bersama, bercanda bersama, semuanya terasa hangat dan begitu menyenangkan. Tapi keadaan itu tidak berlangsung lama. Kebodohanku yang secara tidak sengaja menyatakan perasaan ku padanya membuat ia menjauh dariku. Terus terang, dia adalah cowok pertama yang bisa membuat aku menyatakan perasaanku padanya, dia cowok pertama dan satu-satunya yang menjadi tempat dimana aku berani menyatakan perasaanku secara gamblang. Dan menyedihkannya hingga saat ini, ia belum memberikan aku jawaban apapun. Mungkin dia sengaja menggantung perasaanku seperti ini, atau bahkan mungkin ia tidak tega jika harus menolakku, jujur, aku sangat merasa tersiksa dengan itu.
Kadang ia baik, kadang ia acuh padaku, entah ia sedang berusaha memberikan harapan palsu padaku, aku sama sekali tidak mengerti dengan jalan fikiran manusia satu itu.
Yang jelas saat ini, aku masih belum punya keinginan untuk move on dari dia. Aku masih menunggunya dan berharap suatu saat ia bisa membalas perasaanku. ah... apa harapanku terlalu tinggi?
Tapi belakangan aku menyadari, bahwa bagaimanapun aku begitu mengharapkannya, dia tetap tidak bisa menggantikan posisi KunyuK dihatiku. Aku mungkin mencintainya, tapi aku yakin, bahwa rasa cinta yang aku berikan padanya tentu tidak sebesar rasa cinta yang aku berikan pada KunyuK.
KunyuK tidak akan pernah terganti, sampai kapanpun itu. Aku percaya suatu saat nanti Tuhan akan kembali mempertemukan aku dengannya. ya... aku selalu yakin dengan itu.
Dear KunyuK:
Kakak... dimanapun Kakak berada sekarang, aku ingin Kakak tau bahwa disini aku selalu menunggu Kakak untuk kembali. Kembalilah Kak, aku sangat merindukan Kakak... aku sangat menyayangi Kakak, dan lebih dari apapun, aku sangat membutuhkan Kakak :(
KunyuK: Fotografer Songong kesayangan Mimy :')
Me With KunyuK <3
Kapan bisa seperti ini lagi?? :'(
Monday, December 2, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment