Friday, December 20, 2013

0

Seperti Sebuah Bintang [2: PROLOG]







"sesungguhnya dia ada didekatmu...
Tapi kau tak pernah menyadari itu
Dia selalu menunggumu, untuk nyatakan cinta....
Sesungguhnya dia adalah diriku
Lebih dari sekedar teman dekatmu...
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya...."



"GO ALVIIINNNN!! SEMANGAAATTTTT!!!" Teriak Sivia dari pinggir lapangan menyemangati Alvin yang saat itu sedang melakukan pertandingan basket antar sekolah. Alvin sesekali melirik kearah Sivia lalu menyunggingkan sedikit senyuman. Bagi Alvin, Sivia tidak perlu susah-susah berteriak seperti itu hanya untuk memberinya semangat, cukup dengan kehadirannya disini saja sudah cukup mampu memompa semangat Alvin.

Dan ditengah-tengah keriuhan didalam lapangan indoor itu, Sivia tiba-tiba saja merasakan pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang.

"eh..." Sivia terkesiap, tapi ia juga tidak bisa mengelak, apalagi setelah ia tahu siapa yang telah menarik-narik tangannya dengan seenaknya seperti itu.

Dia adalah Cakka, Si Kunyuk yang paling menyebalkan sejagad raya. Memangnya siapa lagi yang berani berbuat seenaknya seperti itu padanya selain Cakka? Sivia mendengus kesal.

"lepas! lo apa-apaan sih? memangnya lo nggak liat gue lagi ngapain? gue lagi nonton pertandingan Alvin, gue lagi ngasih Alvin semangat, kenapa tiba-tiba lo malah nongol kayak jin botol terus narik-narik tangan gue seenak jid...."

"bawel banget sih lo!" tandas Cakka cepat. Sivia langsung menutup mulut, "sekarang gue tanya ke elo, pacar lo itu sebenernya siapa sih? gue atau Alvin? kayaknya lo lebih mentingin dia dari gue"


"nggak gitu Nyuk! gue bukannya lebih mentingin Alvin dari lo, cuma aja lo tau kan kalo hari ini hari pertandingan Alvin, dan gue sebagai sahabatnya wajib untuk dateng dan ngasih dia support, lo ngerti nggak sih?"

"tapi lo nggak perlu kan pake acara matiin ponsel segala? lo bikin gue cemas tau?"
"batre HP gue low, makanya langsung mati"
"halah alesan! bilang aja lo lebih mentingin dia dari gue"

 "Cakka nggak gitu..." Sivia meraih lengan Cakka lantas berusaha menjelaskan semuanya, tapi apa yang malah Cakka lakukan? ia menepis tangan Sivia dengan keras dari lengannya lalu melangkah pergi meninggalkan lapangan tanpa mengeluarkan sepatah kalimatpun. Sivia pasrah, disatu sisi ia juga merasa bosan. Jika sudah menyangkut Alvin seperti ini, ujung-ujungnya mereka pasti akan bertengkar.

Dan Sivia juga tidak mengerti dengan semuanya.

"PERGI AJA LO SANA!! NGGAK USAH BALIK-BALIK SEKALIAN!! DASAR KUNYUK NYEBELIN, NGGAK PUNYA HATI, EGOIS, NGGAK PENGERTIAN, GUE BENCI SAMA LO!!" Cerca Sivia dengan suara bergetar, ia nyaris meneteskan air mata jika saja ia tidak berusaha menahan.

Sementara tanpa Sivia sadari, Alvin sejak tadi berdiri dibelakangnya, menyaksikan pertengkaran yang terjadi antara Cakka dan Sivia. Dalam hati Alvin merasa bersalah, ia tahu bagaimana selama ini Sivia begitu mencintai Cakka, ia tahu bagaimana selama ini Sivia berusaha mati-matian mempertahankan hubungannya dengan Cakka meskipun mereka sering kali bertengkar dan terkadang saling menyakiti satu sama lain. Dan Alvin merasa perih saat harus menerima kenyataan itu, kenyataan bahwa tidak ada sedikitpun tempat dihati Sivia untuknya. Mungkin selamanya Sivia hanya akan menganggap Alvin sebagai sahabat, dan hubungan mereka tidak akan pernah lebih dari itu, selamanya akan tetap seperti itu. Titik.

Sivia lalu berbalik, ia sedikit terkejut ketika melihat Alvin yang tahu-tahu sudah berdiri dibelakangnya. Sivia berusaha bersikap wajar, ia tidak ingin Alvin tahu bahwa saat ini ia sedang bersedih.

"gue nggak apa-apa kok, Vin. gue baik-baik aja" kata Sivia seraya tersenyum, tapi percuma, Alvin sudah terlanjur melihat semuanya, dan Alvin sangat tahu bahwa saat ini Sivia tidak sedang baik-baik saja.

Saat Sivia berjalan melewati Alvin, Alvin tiba-tiba saja menarik pundak Sivia lalu memeluknya erat,

"maafin gue" lirih Alvin pelan.

"ini bukan salah lo, Vin... ini salah gue yang terlalu sayang sama Kunyuk rese itu, hiks..."

Sivia terisak pelan, ia lalu membalas pelukan Alvin lalu menangis sepuasnya dalam pelukan Alvin.









BERSAMBUNG....

0 comments:

Post a Comment