Tuesday, December 3, 2013

0

Hari-Hari Bersama KunyuK Selama PKL

"Tak perlu ku bermimpi yang indah...
Karena ada dia dihidupku..."


Senin 10 September 2012, itu adalah hari pertama Si KunyuK Jelek menemani aku, Ayu dan Ratih di Studio. Di awal jujur aku merasa sangat senang dengan itu, tapi disisi lain aku juga menyesali keadaan, kenapa bukan Kak Epi saja yang menemani kami diminggu terakhir PKL itu?

Bukan apa-apa, hanya saja aku takut, kalau aku terlalu sering bertemu dengannya apalagi dekat dengannya yang ada nanti aku malah benar-benar jatuh cinta padanya, sementara aku sangat menghindari hal itu terjadi padaku, juga pada hatiku, tapi sebisa mungkin aku harus bisa menghindari hal itu.

Dan hari itu aku mulai salah tingkah jika sedang berdekatan dengannya, dan aku semakin salah tingkah karena Ayu dan Ratih terus-terusan menggodaku tanpa henti.

Selasa 11 September 2012, itu adalah hari kedua, dan sial aku terlambat datang ke studio. Saat aku baru tiba distudio, aku melihat KunyuK yang saat itu sedang menyapu studio. Tidak tega melihatnya menyapu seperti itu, aku akhirnya berinisiatif untuk mengambil sapu itu dari tangannya. Awalnya dia sempat menolak dan berkata "Biar aku aja yang sapu" , tapi aku tetap bersikeras hingga akhirnya dia menyerah dan membiarkan aku saja yang menyapu. Sulit aku menjelaskan apa yang terjadi padaku dihari itu, tapi yang aku tahu rasa kagum itu semakin kuat menggedor pintu hatiku tanpa ampun.

Rabu 12 September 2012, lagi-lagi aku terlambat datang ke studio pagi itu, KunyuK terlihat kesal padaku, juga pada Ayu. Saat aku baru tiba, KunyuK sedang memotret diruang foto. Ketika menyadari kedatanganku, KunyuK langsung keluar dari ruang foto sambil membawa kamera nya, dia melihatku sejenak lalu kembali masuk keruang foto tanpa mengucapkan sepatah kalimatpun. Dari sana aku tahu, bahwa KunyuK adalah seorang yang benar-benar displin dan tidak suka dengan keterlambatan. Sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak akan terlambat lagi.

Dari pagi KunyuK tidak mengucapkan apapun padaku juga pada Ayu, dia hanya diam dan sibuk dengan pekerjaannya didepan layar monitor. Tapi menjelang siang, akhirnya ia kembali ceria lagi, air mukanya tidak lagi keruh. Dan hari itu adalah kali pertamanya KunyuK mengajak aku makan siang bersama. Dia juga sempat ingin memotretku, tapi aku menolak dengan malu-malu.

Ketika sedang makan siang bersama, tanpa aku sadari KunyuK terus saja memperhatikanku yang ketika itu hanya mengaduk-aduk makananku. Seolah bisa membaca fikiranku, KunyuK berkata,
"Kenapa nggak dimakan? nggak suka lauknya?" aku menggeleng dan KunyuK tersenyum maklum.
"kamu pasti nggak suka makanan yang seperti ini, dan kamu juga kalo mau makan pasti tinggal dilevery, iya kan?" aku menggeleng lagi lalu dengan malas menjawab "Kakak kali yang seperti itu" Lagi-lagi KunyuK hanya tersenyum dan kembali berkata, "iya aku memang seperti itu. tapi aku bisa menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan"

Aku langsung malu dan hanya bisa menunduk. Akupun berusaha menyantap makanan itu meskipun tanpa selera. Makanan yang disediakan distudio untuk para karyawan memang sangat sederhana, tapi aku berusaha menikmatinya. Sukur-sukur masih dikasi makan.

Dan aku merasa makan siang bersama KunyuK itu adalah moment yang paliiinggg indah yang pernah aku lewati.

Kamis 13 September 2012, ketika aku tiba ternyata studio belum dibuka. Dan setelah Mbak Nila -Salah satu karyawan disana- menjelaskan semuanya aku jadi tahu apa permasalahan yang sebenarnya. Ternyata KunyuK benar-benar kesal pada kami bertiga karena selalu dan selalu saja datang terlambat. Hari itu KunyuK benar-benar mencueki kami bahkan sampai jam pulang tiba.

Jum'at 14 September 2012, hari itu aku dan Ayu datang lebih pagi ke studio. Kami sengaja datang lebih pagi supaya KunyuK tidak marah lagi. Dan tepat saat kami sedang membersihkan studio, KunyuK memasuki studio dengan sebuah senyuman yang benar-benar terlihat manis. Saat jam istirahat tiba, aku, KunyuK, Ayu, dan Ratih menghabiskan waktu kami dengan bermain menyusun puzzle. Hari itu benar-benar hari yang sangat menyenangkan. Kami tertawa bersama, bercanda bersama, juga saling menjahili satu sama lain.

Dan saat jam pulang tiba, ketika aku sedang bersalaman dengan KunyuK ia malah menahan tanganku dan berkata "Diantara yang lainnya, cuma kamu yang nggak pernah cium tangan aku kalo lagi salaman"
Aku terdiam sejenak dan berfikir. Kalau difikir-fikir apa yang KunyuK katakan benar juga, hanya aku yang tidak pernah mencium tangannya jika sedang bersalaman. Saat itu aku benar-benar tidak bisa berkata apapun, apalagi ketika KunyuK jelek itu memaksa aku untuk mencium tangannya. Karena aku tetap tidak mau, KunyuK akhirnya berkata lagi "kamu yang cium tangan aku atau aku yang cium tangan kamu?"

Akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka, akupun mencium tangannya dalam keadaan serba dipaksakan. KunyuK tersenyum puas, sementara aku hanya menampakkan wajah cemberutku. Semua yang menyaksikan tingkah Konyol kami itu hanya bisa tertawa melihat kami. Ya... kalo mau ambil hikmahnya, kapan lagi coba aku bisa mencium tangan Fotografer super hebat dan super keren macam KunyuK? Hehehe..

Sabtu 15 September 2012. Menurutku hari itu adalah hari yang paling berat yang harus aku lewati. Bagaimana tidak? Hari itu adalah hari terakhir PKL, yang itu berarti, itu adalah hari terakhir aku bisa bersama-sama dengan KunyuK selama seharian Full. Rasanya berat sekali jika harus meninggalkan studio dan berpisah dengan karyawan-karyawan 'KeRen Pictures Prodaction' yang semuanya gokil terutama... KunyuK. Tapi mau tidak mau, aku harus tetap melewati hari itu dan kembali kesekolah dengan hati yang gembira.

Dan terus terang saja, hari itu Si KunyuK Jelek benar-benar sangat menyebalkan. Dari pagi sampai siang dia mencueki kami dengan seenaknya, padahal kan itu hari terakhir kami melakukan PKL, seharusnya dia bisa menunjukan sikap yang lebih asyik lagi kan dari hanya sekedar cuek seenak udelnya dia? Aku masih bisa terima dengan sikapnya yang kurang mengenakan itu, dan aku berusaha untuk mengerti, tapi Ayu dan Ratih? Mereka sama sekali tidak bisa menerima dan balik mencueki KunyuK.

Dan ketika Ayu dan Ratih meninggalkan aku hanya berdua saja di Studio dengan KunyuK, tiba-tiba saja tanpa aku duga KunyuK menghampiriku, ia menarik kursinya dan duduk dihadapanku yang saat itu sedang berpura-pura sibuk dengan ponselku. KunyuK sedikit menunduk untuk melihat wajahku, tidak lama ia akhirnya buka suara "Hey... kamu marah sama aku?" aku hanya menggeleng tanpa mengucapkan sepatah kalimatpun. "kalo nggak marah terus kenapa diem aja?" Aku juga tidak menjawab pertanyaan itu hingga akhirnya salah seorang pelanggan datang dan menyelamatkan aku dari situasi itu.

Klimaksnya ketika menjelang sore. Aku dan Ayu sedang asyik makan cilok berdua, sementara Ratih sedang sibuk berkutat dengan komputer. Tiba-tiba KunyuK datang dengan wajah cerianya lalu menegur Ayu, sore itu KunyuK benar-benar bersikap seperti tidak pernah tidak pernah terjadi apa-apa, tapi bertepatan ketika KunyuK sudah berdiri diantara kami berdua, Ayu malah menghindar. sepertinya ia masih kesal dengan KunyuK. Aku menghela nafas panjang lalu menatap KunyuK yang saat itu terlihat kebingungan. Tidak lama aku bagkit dari kursiku lalu berniat untuk menyusul Ayu, tapi tepat ketika aku akan melangkahkan kakiku, KunyuK malah mencekal pergelangan tanganku "Ayu kenapa?" tanyanya. "Nggak tau. lepasin dong, Kak!!"

Kunyuk tidak mengikuti perkataanku, ia tetap bersikeras mencengkram pergalangan tanganku sebelum aku menjawab pertanyaannya. Merasa bosan, aku akhirnya menepis tangan KunyuK lalu pergi menyusul Ayu. Merasa sakit hati dengan sikap kami, KunyuK langsung masuk keruang foto yang menghubungkan studio dengan kamarnya. Aku bisa menduga bahwa disana KunyuK benar-benar marah.

Dugaanku akhirnya terbukti, saat tidak lama setelah kejadian itu, KunyuK pergi ke Mataram tanpa pamit terlebih dahulu. Padahal hari itu kami semua sudah memutuskan untuk menginap distudio merayakan malam perpisahan dengan karyawan-karyawan 'KeRen Pictures Prodaction', dan seharusnya KunyuK ada bersama kami, tapi ternyata dia malah pergi dan menghacurkan harapanku yang ingin dia ada disana bersama kami malam itu.

Jujur aku sangat sedih, padahal hari itu aku sudah membayangkan kalau kami semua akan menghabiskan malam perpisahan kami bersama KunyuK, aku juga sudah membayangkan bagaimana seru nya malam perpisahan kami jika KunyuK ada ditengah-tengah kami, tapi ternyata... semuanya pupus. KunyuK tidak ada disana.

Karena tidak ada KunyuK rasanya malam itu aku ingin pulang saja dan tidak ingin menginap, tapi masalahnya adalah, aku sudah terlanjur janji pada semuanya untuk menginap, dan aku tidak mungkin mengingkari janji itu hanya karna KunyuK tidak hadir.

Dan ketika waktunya untuk kami tidur tiba, aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Fikiranku terus tertuju pada KunyuK Jelek itu.

Walaupun malam itu Kak Ovi memintaku untuk tidak memikirkan KunyuK, tapi tetap saja aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Berkali-kali aku melihat kearah pintu kamarnya dan berharap dia akan keluar dari sana dengan senyuman jahilnya, tapi ternyata hampa. Dia tidak ada disana, dia tidak ada dikamarnya.

Sejak malam itu akhirnya aku benar-benar yakin bahwa aku sudah jatuh cinta padanya. Aku tidak bisa jauh-jauh dari dia, tapi aku juga harus sadar diri, aku mana pantas untuk dia.

Dan aku punya satu rahasia kecil. Entah kenapa saat aku pertama kali melihatnya, hati kecilku mengatakan bahwa dia adalah jodohku. Ah... apa aku telah bermimpi??






Ini KunyuK... Fotografer Songong yang belom ngelunasin hutang-hutangnya sama gue haha :'D

0 comments:

Post a Comment