Thursday, December 19, 2013

0

TUGAS FILSAFAT (Hakikat Filsafat, Sejarah Filsafat, Dan Kemungkinan Perkembangan Filsafat Pada Zaman Modern)



1. Hakikat Filsafat

Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.  Filsafat juga merupakan sumber dari segala cabang ilmu yang ada.
Berfilsafat berarti berpikir secara radikal. Filsuf adalah pemikir yang radikal. Karena berpikir secara radikal, ia tidak pernah berhenti hanya pada suatu fenomena suatu entitas tertentu. Ia tidak akan pernah berhenti hanya pada suatu wujud realitas tertentu. Keradikalan berpikirnya itu senantiasa mengobarkan hasratnya untuk menemukan akar seluruh kenyataan.
Bagi seorang filsuf, hanya apabila akar atau radix realitas telah ditemukan, segala sesuatu yang bertumbuh di atas akar itu akan dapat dipahami. Hanya bila akar suatu permasalahan telah ditemukan, permasalahan itu dapat dimengerti sebagaimana mestinya.
Filsafat bukan hanya mengacu kepada bagian tertentu dari realitas, melainkan kepada keseluruhannya. Dalam  memandang  keseluruhan  realitas, filsafat senantiasa berupaya mencari asas yang  paling  hakiki dari keseluruhan realitas. Seorang filsuf akan selalu berupaya untuk menemukan asas yang paling hakiki dari realitas.
Filsuf adalah pemburu kebenaran. Kebenaran yang diburunya adalah kebenaran hakiki tentang seluruh realitas dan setiap hal yang dapat dipersoalkan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa berfilsafat berarti memburu kebenaran tentang segala sesuatu.
Tentu saja kebenaran yang hendak digapai bukanlah kebenaran yang meragukan. Untuk memperoleh kebenaran yang sungguh-sungguh dapat dipertanggungjawabkan, setiap kebenaran yang telah diraih harus senantiasa terbuka untuk dipersoalkan kembali dan diuji demi meraih kebenaran yang lebih pasti. Demikian seterusnya.
Jelas terlihat bahwa kebenaran filsafat tidak pernah bersifat mutlak dan final, melainkan terus bergerak dari suatu kebenaran menuju kebenaran baru yang lebih pasti. Kebenaran yang baru ditemukan itu juga terbuka untuk dipersoalkan kembali demi menemukan kebenaran yang lebih meyakinkan.dengan demikian, terlihat bahwa salah satu sifat dasar filsafat ialah memburu kebenaran. Upaya memburu kebenaran itu adalah demi kebenaran itu sendiri, dan kebenaran yang diburu adalah kebenaran yang meyakinkan serta lebih pasti.

2. Sejarah Filsafat

Filsafat berkembang dan lahir ketika manusia merasa kagum terhadap dunia sekelilingnya. Dan filsafat itu sendiri adalah sesuatu rangkaian kegiatan dari budi pekerti manusia yang pada dasarnya bersifat reflektif atau memantul diri, dalam arti senantiasa bertanya dan mencari jawaban terhadap berbagai masalah yang membuat manusia merasa kagum terhadap dunia sekelilingnya. Menusia melakukan pemikiran reflektif itu agar dirinya bisa merasa tenang dan bebas dari ketidaktahuan. Humans learn from ignorance.

Kini masalah-masalah yang mencengangkan itu oleh para filsuf (sebutan orang ahli ilmu filsafat) disebut persoalan filsafati. Dan sejarah filsafat itu sendiri terdiri dari 3 bagian, yaitu sejarah filsafat menurut pembagian masa, sejarah filsafat dari sesuatu negara (seperti sejarah filsafat dari negara India atau Inggris), dan sejarah cabang-cabang filsafat. Sejarah filsafat menurut pembagian masa dapat mengikuti beberapa ukuran pembagian.

Sebuah pembagian yang terinci dari sejarah filsafat Barat menurut masa adalah sebagai berikut :
1. Masa dari pemikiran reflektif pemula
2. Masa pra-Sokrates
3. Masa Klasik
4. Zaman Hellenistik Permulaan
5. Abad Kristen Pemula
6. Abad Pertengahan (Zaman Kepercayaan)
7. Masa Renaisanse (Zaman Petualangan)
8. Abad ke-17 (Zaman Akal)
9. Abad ke-18 (Zaman Pencerahan)
10. Abad ke-19 (Zaman Ideologi)
11. Abad ke-20 (Zaman Analisis)

Sejarah filsafat menurut cabang-cabang filsafat menunjuk pada uraian sejarah tentang 6 cabang filsafat sistematis, yaitu sejarah metafisika (semula menurut istilah Aristoteles (filsafat pertama) dinamakan prote philosophia), sejarah epistemologi, sejarah metodologi, sejarah logika, sejarah etika, dan sejarah estetika. 

Sejarah filsafat sebagai cabang yang ke 7 dari filsafat sistematis mempunyai kedudukan yang khas dalam hal ini secara serentak berhubungan dengan semua 6 cabang filsafat sistematis. Dan saling berkaitan dan menyeluruh dari 7 cabang ini, dapat dipandang sebagai struktur filsafat sistematis.


3. Kemungkinan Perkembangan Filsafat Pada Zaman Modern


Filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan alam dan biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat juga dianggap sebagai kreasi berpikir dengan menggunakan metode-metode ilmiah untuk memahami dunia. Filsafat bertujuan untuk memahami dunia dan memperpadukan hasil dan ilmu pengetahuan ke ilmu pengetahuan special agar menjadi suatu pandangan hidup yang seragam. Itu merupakan tujuan Filsafat dari jaman Thales (Bapak Filsafat) hingga jaman sekarang.
Di masa sekarang ini, manusia bercorak individualistis, humanistis, romantis, sehingga manusia cepat beralih pada kepentingan-kepentingan dekat dan “dunia” memiliki arti yang lain bagi manusia. Kondisi manusia yang hidup di perkotaan, dengan kendaraan, perumahan, dan segalanya yang ada di kota, membuat manusia semakin jauh dengan dunia astronomis.
Dahulu, bangsa Yunani purba banyak dicemaskan oleh masalah diam dan perubahan, yang mana perubahan yang mereka maksudkan adalah perubahan fisik/alam, seperti atom-atom yang bergerak, air yang mengalir, dan lain-lain. Tapi, ketika masalah itu belum selesai, perhatian manusia tertarik ke perubahan-perubahan dalam bentuk lain, seperti adat istiadat, hubungan-hubungan, dan lain-lain. Hal itu menunjukkan keragaman, sementara keragaman menghasilkan banyak penafsiran. Maka, hal itulah yang membuat Filsafat tetap ada hingga sekarang, hanya saja, sekarang ia menjadi penafsiran dari hidup, maka kondisinya menjadi sama seperti dahulu, dimana Filsafat adalah suatu usaha untuk memahami dunia dimana kita hidup.
Karena kehidupan yang kita jalani penuh kekerasan, maka dorongan untuk berfilsafat terus muncul dan bersemayam dalam kehidupan modern. Tapi waktu sekarang ini amat terbatas, sehingga untuk berfilsafat kita hanya mempunyai kesempatan untuk memikirkan sebagian masalah-masalah dengan mengajukan pertanyaan yang tidak menyeluruh, sehingga tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang menjadi hajat hidup banyak orang.

0 comments:

Post a Comment