Thursday, December 12, 2013

0

Akhmad's Family [Aku Beruntung Punya Kalian]

Aku lahir sebagai bungsu dari 5 bersaudara. Aku memiliki 4 Kakak yang selalu menyayangiku serta melindungiku dengan cara mereka masing-masing. Meskipun mereka lebih banyak menyebalkannya, tapi aku sangat menyayangi mereka lebih dari apapun itu.

Aku juga memiliki kedua orang tua yang menurutku sangat luar biasa. Mereka rela mengorbankan apa saja hanya untuk membahagiakanku juga keempat Kakakku. Mereka bekerja tanpa kenal lelah hanya untuk mencukupi kebutuhan kami. Dan mereka tidak pernah meminta apapun dari kami jika kelak kami bisa menjadi anak yang sukses.

Asal aku berucap dan menyebutkan apa keinginanku, mereka pasti akan langsung memenuhinya. Terkadang aku merasa aku tidak tahu diri, aku yang sangat mereka manjakan ini seringkali bahkan selalu membantah ucapan mereka. Seringkali aku menyesali diri, tapi seringkali juga aku membantah itu.

Tapi satu hal, bagaimanapun keadaannya sekarang. Aku sangat mencintai kedua orang tuaku, tidak pernah terlintas dalam benakku sedikitpun untuk menyakiti perasaan mereka. Dan aku ingin suatu saat nanti, aku bisa membahagiakan mereka dengan menjadi seorang Guru seperti apa yang mereka inginkan. Aku akan membuat mereka bangga dan merasa beruntung karena telah memiliki aku.

Ayah... mungkin dia adalah pusat gravitasi hidupku, dia super hero ku. 19 tahun aku hidup didunia ini, tidak pernah sekalipun Ayah memukuli ku atau menyentuhku dengan kasar. Memukul kami anak-anaknya juga istrinya adalah sesuatu yang tidak akan pernah ia lakukan, bahkan ia menjadikan hal itu sebagai prinsip hidupnya. Dan jika kami melakukan sebuah kesalahan, baik besar ataupun kecil, dia tidak akan pernah mengeluarkan amarahnya. Ia hanya tersenyum dan sedikit berkata. Dan seringkali ia mengatakan pada kami: "kalian semua saya bebaskan. lakukan apa yang ingin kalian lakukan, lakukan apa yang menurut kalian baik. asalkan, kalian bisa bertanggung jawab sendiri dengan kebebasan kalian itu" Ah... aku benar-benar merasa beruntung memiliki sosok seorang Ayah seperti beliau.

Ibu... hmmm... bagaimana ya cara menggambarkan sosok yang satu ini. Aku memiliki seorang Ibu berwatak keras, sangat berbanding terbalik dengan Ayah. Dan marah adalah cara ia menunjukan kasih sayangnya. Tapi meski begitu, Ibu lah yang paling memahami aku, walaupun sampai sekarang beliau belum memberikan aku ijin berpacaran, hahaha... tapi itu tidak menjadi masalah buatku, toh itu juga demi kebaikanku. Ibu hanya ingin kami fokus pada satu tujuan, dan saat ini tujuanku dan tujuan kedua Kakakku adalah sekolah dan belajar dengan sebaik mungkin. Jika ingin berpacaran, berpacaran lah nanti setelah sukses dan mapan.

Ibu ku ini adalah tipe seorang Ibu yang ingin membahagia kan anak-anaknya dalam limpahan materi. Mungkin ini salah, tapi itulah caranya, dan siapapun tidak akan bisa mengubah itu.

Ketika aku sangat ingin memiliki sebuah laptop beberapa tahun yang lalu, beliau pergi sendiri tanpa ditemani oleh siapapun hanya untuk membelikan sebuah laptop untukku. Aku terharu, dalam hati aku mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya, tapi bukan karna laptop yang ia berikan, melainakan karena usahanya yang ingin selalu membahagiakan aku.

Kedua orang tuaku tidak pernah meminta untuk kami hormati, bahkan mereka tidak pernah mengajari kami bagaimana cara menghormati mereka. Tetapi mereka selalu menekankan pada kami untuk bisa menghormati  dan menghargai orang lain. Hal itulah yang membuat aku merasa bangga karna telah memiliki mereka.

Aku sangat menyayangi mereka juga Kakak-Kakak ku, aku ingin suatu saat nanti, aku bisa membanggakan mereka, entah dengan cara apapun itu. aku ingin melukis sebuah senyum kebanggaan diwajah mereka :)


Ayah



Ibu

Kakak 1: Febry Octoriana Susan



Kakak 2: Amy Hardian Chandra Dana Dan Isteri



Kakak 3: Agustin Ultari



Kakak 4: Syahrirrohman





DAAANNN.... Mimy Si Bungsu yang paling kece :p

0 comments:

Post a Comment