Wednesday, May 1, 2013

0

MY DIARY Part1



                                            
Dear Diary;
          Besok adalah hari pertama MOS, Via Cuma berharap, semoga besok Via gak bikin ulah yang aneh yang bikin Kakak kelas jadi kesel ama Via…. Dan Via juga berharap, semua Kakak-kakak kelasnya gak rese’…. Diary udah dulu ya, ini udah malem, Via mau tidur dulu, takutnya besok Via telat bangun dan telat dateng kesekolah….

                             Sivia.A.


^_^

            “VIAAAA…. Kamu bangun dong, ini udah jam setengah 6 Via…VIAAAA….” Mama berusaha mati-matian membangunkan Via, namun meski begitu Via tidak juga bangun dari tidurnya. Jam bekernya yang sejak 30 menit yang lalu berbunyi sama sekali tidak Via hiraukan. Ia tetap asyik dengan mimpinya yang tengah bertemu dengan seorang pangeran tampan.
            Tanpa ampun, Mama Sivia mengibas-ibaskan air diwajah Sivia supaya ia terbangun. Cara itu ampuh, Sivia akhirnya terbangun juga, tapi tiba-tiba…. Brukkk…. Sivia terjatuh dari atas tempat tidurnya, ia merasakan sakit dipinggangnya.
            “aaww…pinggang Via…” rintihnya dengan raut wajah yang tak karuan. Seolah tak memperdulikan penderitaan Sivia yang baru terjatuh dari tempat tidur Mamapun berkata,
            “cepet mandi! Nanti kamu telat, ini udah jam setengah 6….”
            “telat gimana? Ini kan hari minggu Mama….” Ujar Sivia seraya kembali ketempat tidurnya. Saat Sivia akan merebahkan tubuhnya diatas kasur,Mama menarik lengannya lantas berkata,
            “ampun deh…ini hari senin Sivia Azizah,,, hari pertama kamu MOS….”
            “WHAAATT….???” Teriak Sivia dengan nada yang lumayan kencang.
            “HARI SENIN MA? HARI PERTAMA MOS??” lanjutnya. Mama hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa.
            “AAAAAAAAA……” Teriak Sivia sekencang-kencangnya sembari berlari terbirit-birit menuju kamar mandi.


^_^

            Sivia berlari sekencang-kencangnya dikoridor, ia seperti dikejar-kejar oleh monster paling menyeramkan dimuka bumi ini. Keringat sudah bercucuran diwajah cantiknya. Nafasnya tersengal, sebentar lagi ia akan tiba dilapangan.
            Sivia melirik jam ditangannya yang waktu itu sudah menunjukan pukul 06.27. waktunya hanya tinggal 3 menit lagi untuk mencapai lapangan tempat dimana ia akan melakukan MOS. Setibanya dilapangan Sivia langsung menekuk lututnya, dari kejauhan seorang sahabatnya memanggil.
            “Via, disini!” seru Ify seraya melambaikan tangannya dari dalam barisan, Siviapun membalas lambaian tangan Ify lalu berlari menyusul Ify. Tapi tiba-tiba saja ‘Bruukkk’ ups…. Sivia telah menabrak seseorang. Dan ternyata Sivia menabrak seorang anak cowok.
            Sivia menabrak seniornya, itu terihat karna sang senior menggunakan seragam OSIS. Kakak Osis?? Masalah besar buat Sivia.
            “Ma..Maafin Via Kak,, Via gak sengaja…” ucap Via panic seraya berusaha membantu sang senior berdiri.
            “udah, lo gak usah bantuin gue…! Lain kali kalo jalan itu pelan-pelan, diliat-liat dulu, apa ada orang ato gak….” Ucap senior berwajah tampan itu dengan nada yang lumayan sinis, Sivia sampai menelan ludah, tapi Sivia sudah terlanjur jatuh hati pada seniornya itu. Beberapa saat yang lalu, saat ia secara tidak sengaja menabrak senoirnya, cinta dengan begitu cepatnya telah mengetuk pintu hatinya. Ah….cinta pertama bagi seorang cewek lugu seperti Sivia.
            “gimana mau pelan-pelan Kak? Kan tadi disuruh cepet-cepet sama Kakak-kakak Osis yang digerbang…” ucap Sivia dengan polosnya. Senior tampan itu tak menyangka bahwa Sivia akan menjawabnya.
            “pake jawab lagi lo….” Ucap Alvin galak.
            “iihh…Kakak ini ganteng-ganteng kok galak banget sih? Entar gak ada yang mau loh sama Kakak….” Sang senior yang ternyata bernama Alvin itu tercengang.
            “lo bilang apa?? Anak baru aja udah belagu lo, gimana entar…?”
            “enggak! Via gak belagu…” kata Sivia lagi dengan wajahnya yang tetap polos. Alvin gemes dan hampir-hampir mau mencubit kedua pipi Sivia.
            “iiihhhh….sekarang balik kebarisan lo sebelum gue naik darah…”
            “Kakak punya penyakit darah tinggi ya…?” Tanya Sivia dengan ekspresi sok cemas, Alvin tak menjawab, namun jelas ia menyimpan kekesalan yang teramat sangat pada Sivia.
            “kasian, masih muda kok udah kena darah tinggi, makanya jangan marah-marah mulu…” oceh Sivia lagi.
            “elo itu bener-bener ya….?”

            “bener-bener cantik yaa…?” Alvin menghentakkan kakinya seraya memicingkan kedua matanya dan mengepalkan tangannya. Sivia yang merasa seram dengan Alvin lagsung kabur kebarisannya.

            “iiihh…Via…Via….Viaaa…. lo itu cari masalah banget sih sama Kakak senior? Mau dimakan idup-idup lo….?” Omel Ify saat Sivia baru tiba dibarisan.
            “emangnya Kakak senior kita itu kanibal ya…? Ify tau darimana…?” Ify menghela nafas panjang, ia melipat kedua tangannya didada lalu memutar kedua bola matanya. Sivia menatapnya dengan pandangan heran, ia tak mengerti dengan sahabatnya itu.
            “tapi Via seneng sih cari masalah sama Kakak senior tadi….”
            “haaa….?? Udah gila kali ya lo…?”
            “Via gak gila! Gimana enggak, Kakak senior kita itu ganteng banget…. Hwaaaa…. Via jatuh cinta…” Sivia malah heboh sendiri, tanpa Sivia sadari ternyata sedari tadi Alvin berdiri dibelakangnya sambil berkacak pinggang, Ify berusaha memberi kode pada Sivia untuk menoleh kebalakang, tapi Sivia tak juga mengerti dengan kode yang Ify berikan.
            “Ify tau gak, Via bener-bener suka sama Kakak senior tadi, sukaaaa banget…”
            “Via dibelakang lo….” Ucap Ify dengan nada yang sangat pelan. Alvin menepuk pundak Sivia beberapa kali.
            “iihhh…ini apa sih?” kesal Sivia yang merasa sangat terganggu, dan tanpa melihat siapa yang menepuk pundaknya, Sivia langsung saja melayangkan tinjunya tepat pada wajah Alvin. Pipi Alvin langsung biru karna tonjokan maut dari Sivia.
            “Kakak ganteng….??” Pekik Sivia dengan raut wajah yang sangat menyesal, Alvin memegangi pipinya dan terus meringis kesakitan, beberapa orang kawannya sesama OSIS menghampiri Alvin.
            “ELOOOOO……!!!!” Kesal Alvin.
            “ma..maaf Kak, Kakak gak apa-apa kan…??” saat Sivia akan memegang wajah Alvin untuk melihat kondisinya Alvin langsung menepis tangan Sivia dengan kasar.
            “gak usah pegang-pegang gue lagi! Sebagai ketua OSIS yang memiliki hak penuh atas MOS ini, gue hukum lo….!” Kata Alvin sok sadis,
            “jadi Kakak ketua Osisnya?? Kok bisaa???”
            “gak penting! Sekarang lo berdiri didepan!”
            “ta..tapi…”
            “BERDIRI DIDEPAAANNNNNN…..!!!” teriak Alvin, Sivia berlari kedepan barisan dan langsung mengambil posisi.

^_^

            Sivia berdiri ditengah lapangan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Semua perhatian tertuju padanya tanpa terkecuali. Alvin berputar pelan mengelilingi Sivia, tak lama ia berkata,
            “hari pertama disini, lo udah cari masalah…. Kali ini gue maafin lo, tapi sekali lagi lo bikin ulah dalam MOS, gue gak segan-segan buat nyuruh lo lari keliling lapangan 100 kali….” Mendengar ucapan Alvin, kontan saja Sivia tersentak. Itu ancaman atau nasihat?
            “se…seratus kali Kak….?”
            “kenapa? Lo mau perotes…?” bentak Alvin sambil menatap mata Sivia tajam. Melihat tatapan Alvin yang lumayan seram, Sivia langsung menunduk dalam.
            “kenapa lo nunduk?”
            “emmm…anu…a..anu…”
            “ANU,ANU… APAAN?” bentak Alvin lebih keras lagi.
            “KAKAK JANGAN NATAP MATA VIA KAYA’ GITU DONG… VIA KAN JADI GEROGI….” Jawaban Sivia itu sukses membuat semuanya tertawa, sementara Alvin ia merasa dipermalukan oleh jawaban Sivia itu.
            “udah ah, capek gue ngadepin cewek blo’on kaya’ lo, sekarang mending balik kebarisan lo….” Alvinpun berbalik badan hendak meninggalkan Sivia, tapi tiba-tiba saja,
            “Kakak ganteng jangan marah-marah lagi ya? Via minta maaf….” Ucap Sivia enteng, semuanya kembali heboh. Kali ini Alvin benar-benar marah,
            “DIAAMMM SEMUANYAA….!! KALO KALIAN SEMUA GAK BISA TENANG, SAYA JEMUR KALIAN SEMUA DISINI SAMPE SIANG, TERMASUK KAKAK-KAKAK DARI OSIS…” teriak Alvin dengan tatapan sinis kekawan-kawan OSISnya, tatapan sinis dari Alvin itupun membuat anak-anak OSIS dengan terpaksa harus menahan tawa mereka.
            “Kakak ganteng kok masih marah-marah? Via kan udah minta maaf…” ucap Sivia disaat semuanya sudah tenang.
            “LO DIEM! TADI GUE BILANG APA? BALIK KEBARISAN LO… BURUAAN!!”
            “i..iya Kak….” Siviapun akhirnya kembali kebarisannya.

^_^

            “gila bro! selama gue idup, gue gak pernah ngeliat lo segalak itu sama orang,,,, cewek tadi kasian tau lo marah-marahin kaya’ gitu….” Ucap Cakka saat dirinya bersama Alvin,Rio dan Gabriel tengah berkumpul dikantin saat jam istirahat. Dengan santai Alvin menjawab,
            “sebenernya gue gak mau marah-marah kaya’ gitu, tapi cewek lemot tadi bener-bener bikin gue kesel…”
            “tuh cewek kaya’nya jatuh cinta pada pandangan pertama nih sama lo….” Ucap Rio tiba-tiba nimbrung.
            “sembarangan lo!”
            “hahahahaha…..” semuanyapun tertawa mendengarkan ucapan Alvin.

^_^

            Sivia dan Ify terlihat tengah sibuk mencari meja kosong yang akan mereka duduki. Mereka berjalan mencari meja kosong seraya membawa mangkok bakso mereka masing-masing. Ketika sedang mencari meja kosong, tiba-tiba saja mata Sivia tertuju pada meja Alvin. Kelopak matanya langsung melebar ketika melihat sang pujaan hati yang sedang lahap-lahapnya memakan nasi goreng. Sivia berkata pada Ify,
            “itu ada Kak Alvin! Kita gabung yuk, sekalian Via mau minta maaf lagi sama Kak Alvin…”
            “WHAAT..?? lo udah gila ya Vi, tadi Kak Alvin udah marah besar sama lo, sekarang lo masih mau nyamperin dia..?? ckckck…. Sakit lo…” ucap Ify tak habis fikir dengan sahabatnya itu.
            “udahlah, ayoo….” Ajak Sivia seraya menarik tangan Ify.
            “eh…eh…Nekad tingkat gawat lo…”

            Karna tali sepatu Sivia yang waktu itu terlepas, tanpa sadar ia menginjak tali sepatunya tepat dibelakang tempat Alvin duduk sekarang, dan tanpa sengaja Sivia menumpahkan semangkok baksonya yang masih lumayan panas dibaju seragam Alvin. Alvin langsung merintih kepanasan,
            “upss….!” Sivia menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya. Alvin berbalik lalu melihat Sivia yang waktu itu terduduk dilantai, perhatian seisi kantin tertuju pada Alvin dan Sivia,


            “ELO LAGIII….???” Sentak Alvin.



                                    BERSAMBUNG……

0 comments:

Post a Comment