Dear Diary;
Besok adalah hari pertama MOS, Via
Cuma berharap, semoga besok Via gak bikin ulah yang aneh yang bikin Kakak kelas
jadi kesel ama Via…. Dan Via juga berharap, semua Kakak-kakak kelasnya gak
rese’…. Diary udah dulu ya, ini udah malem, Via mau tidur dulu, takutnya besok
Via telat bangun dan telat dateng kesekolah….
Sivia.A.
^_^
“VIAAAA….
Kamu bangun dong, ini udah jam setengah 6 Via…VIAAAA….” Mama berusaha
mati-matian membangunkan Via, namun meski begitu Via tidak juga bangun dari
tidurnya. Jam bekernya yang sejak 30 menit yang lalu berbunyi sama sekali tidak
Via hiraukan. Ia tetap asyik dengan mimpinya yang tengah bertemu dengan seorang
pangeran tampan.
Tanpa
ampun, Mama Sivia mengibas-ibaskan air diwajah Sivia supaya ia terbangun. Cara
itu ampuh, Sivia akhirnya terbangun juga, tapi tiba-tiba…. Brukkk…. Sivia
terjatuh dari atas tempat tidurnya, ia merasakan sakit dipinggangnya.
“aaww…pinggang
Via…” rintihnya dengan raut wajah yang tak karuan. Seolah tak memperdulikan
penderitaan Sivia yang baru terjatuh dari tempat tidur Mamapun berkata,
“cepet
mandi! Nanti kamu telat, ini udah jam setengah 6….”
“telat
gimana? Ini kan hari minggu Mama….” Ujar Sivia seraya kembali ketempat
tidurnya. Saat Sivia akan merebahkan tubuhnya diatas kasur,Mama menarik
lengannya lantas berkata,
“ampun
deh…ini hari senin Sivia Azizah,,, hari pertama kamu MOS….”
“WHAAATT….???”
Teriak Sivia dengan nada yang lumayan kencang.
“HARI
SENIN MA? HARI PERTAMA MOS??” lanjutnya. Mama hanya mengangguk tanpa berkata
apa-apa.
“AAAAAAAAA……”
Teriak Sivia sekencang-kencangnya sembari berlari terbirit-birit menuju kamar
mandi.
^_^
Sivia
berlari sekencang-kencangnya dikoridor, ia seperti dikejar-kejar oleh monster
paling menyeramkan dimuka bumi ini. Keringat sudah bercucuran diwajah
cantiknya. Nafasnya tersengal, sebentar lagi ia akan tiba dilapangan.
Sivia
melirik jam ditangannya yang waktu itu sudah menunjukan pukul 06.27. waktunya
hanya tinggal 3 menit lagi untuk mencapai lapangan tempat dimana ia akan melakukan
MOS. Setibanya dilapangan Sivia langsung menekuk lututnya, dari kejauhan
seorang sahabatnya memanggil.
“Via,
disini!” seru Ify seraya melambaikan tangannya dari dalam barisan, Siviapun
membalas lambaian tangan Ify lalu berlari menyusul Ify. Tapi tiba-tiba saja
‘Bruukkk’ ups…. Sivia telah menabrak seseorang. Dan ternyata Sivia menabrak
seorang anak cowok.
Sivia
menabrak seniornya, itu terihat karna sang senior menggunakan seragam OSIS.
Kakak Osis?? Masalah besar buat Sivia.
“Ma..Maafin
Via Kak,, Via gak sengaja…” ucap Via panic seraya berusaha membantu sang senior
berdiri.
“udah,
lo gak usah bantuin gue…! Lain kali kalo jalan itu pelan-pelan, diliat-liat
dulu, apa ada orang ato gak….” Ucap senior berwajah tampan itu dengan nada yang
lumayan sinis, Sivia sampai menelan ludah, tapi Sivia sudah terlanjur jatuh
hati pada seniornya itu. Beberapa saat yang lalu, saat ia secara tidak sengaja
menabrak senoirnya, cinta dengan begitu cepatnya telah mengetuk pintu hatinya.
Ah….cinta pertama bagi seorang cewek lugu seperti Sivia.
“gimana
mau pelan-pelan Kak? Kan tadi disuruh cepet-cepet sama Kakak-kakak Osis yang
digerbang…” ucap Sivia dengan polosnya. Senior tampan itu tak menyangka bahwa
Sivia akan menjawabnya.
“pake
jawab lagi lo….” Ucap Alvin galak.
“iihh…Kakak
ini ganteng-ganteng kok galak banget sih? Entar gak ada yang mau loh sama
Kakak….” Sang senior yang ternyata bernama Alvin itu tercengang.
“lo
bilang apa?? Anak baru aja udah belagu lo, gimana entar…?”
“enggak!
Via gak belagu…” kata Sivia lagi dengan wajahnya yang tetap polos. Alvin gemes
dan hampir-hampir mau mencubit kedua pipi Sivia.
“iiihhhh….sekarang
balik kebarisan lo sebelum gue naik darah…”
“Kakak
punya penyakit darah tinggi ya…?” Tanya Sivia dengan ekspresi sok cemas, Alvin
tak menjawab, namun jelas ia menyimpan kekesalan yang teramat sangat pada
Sivia.
“kasian,
masih muda kok udah kena darah tinggi, makanya jangan marah-marah mulu…” oceh
Sivia lagi.
“elo
itu bener-bener ya….?”
“bener-bener
cantik yaa…?” Alvin menghentakkan kakinya seraya memicingkan kedua matanya dan
mengepalkan tangannya. Sivia yang merasa seram dengan Alvin lagsung kabur
kebarisannya.
“iiihh…Via…Via….Viaaa….
lo itu cari masalah banget sih sama Kakak senior? Mau dimakan idup-idup lo….?”
Omel Ify saat Sivia baru tiba dibarisan.
“emangnya
Kakak senior kita itu kanibal ya…? Ify tau darimana…?” Ify menghela nafas
panjang, ia melipat kedua tangannya didada lalu memutar kedua bola matanya.
Sivia menatapnya dengan pandangan heran, ia tak mengerti dengan sahabatnya itu.
“tapi
Via seneng sih cari masalah sama Kakak senior tadi….”
“haaa….??
Udah gila kali ya lo…?”
“Via
gak gila! Gimana enggak, Kakak senior kita itu ganteng banget…. Hwaaaa…. Via
jatuh cinta…” Sivia malah heboh sendiri, tanpa Sivia sadari ternyata sedari tadi
Alvin berdiri dibelakangnya sambil berkacak pinggang, Ify berusaha memberi kode
pada Sivia untuk menoleh kebalakang, tapi Sivia tak juga mengerti dengan kode
yang Ify berikan.
“Ify
tau gak, Via bener-bener suka sama Kakak senior tadi, sukaaaa banget…”
“Via
dibelakang lo….” Ucap Ify dengan nada yang sangat pelan. Alvin menepuk pundak
Sivia beberapa kali.
“iihhh…ini
apa sih?” kesal Sivia yang merasa sangat terganggu, dan tanpa melihat siapa
yang menepuk pundaknya, Sivia langsung saja melayangkan tinjunya tepat pada
wajah Alvin. Pipi Alvin langsung biru karna tonjokan maut dari Sivia.
“Kakak
ganteng….??” Pekik Sivia dengan raut wajah yang sangat menyesal, Alvin
memegangi pipinya dan terus meringis kesakitan, beberapa orang kawannya sesama
OSIS menghampiri Alvin.
“ELOOOOO……!!!!”
Kesal Alvin.
“ma..maaf
Kak, Kakak gak apa-apa kan…??” saat Sivia akan memegang wajah Alvin untuk
melihat kondisinya Alvin langsung menepis tangan Sivia dengan kasar.
“gak
usah pegang-pegang gue lagi! Sebagai ketua OSIS yang memiliki hak penuh atas
MOS ini, gue hukum lo….!” Kata Alvin sok sadis,
“jadi
Kakak ketua Osisnya?? Kok bisaa???”
“gak
penting! Sekarang lo berdiri didepan!”
“ta..tapi…”
“BERDIRI
DIDEPAAANNNNNN…..!!!” teriak Alvin, Sivia berlari kedepan barisan dan langsung
mengambil posisi.
^_^
Sivia
berdiri ditengah lapangan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Semua perhatian
tertuju padanya tanpa terkecuali. Alvin berputar pelan mengelilingi Sivia, tak
lama ia berkata,
“hari
pertama disini, lo udah cari masalah…. Kali ini gue maafin lo, tapi sekali lagi
lo bikin ulah dalam MOS, gue gak segan-segan buat nyuruh lo lari keliling
lapangan 100 kali….” Mendengar ucapan Alvin, kontan saja Sivia tersentak. Itu
ancaman atau nasihat?
“se…seratus
kali Kak….?”
“kenapa?
Lo mau perotes…?” bentak Alvin sambil menatap mata Sivia tajam. Melihat tatapan
Alvin yang lumayan seram, Sivia langsung menunduk dalam.
“kenapa
lo nunduk?”
“emmm…anu…a..anu…”
“ANU,ANU…
APAAN?” bentak Alvin lebih keras lagi.
“KAKAK
JANGAN NATAP MATA VIA KAYA’ GITU DONG… VIA KAN JADI GEROGI….” Jawaban Sivia itu
sukses membuat semuanya tertawa, sementara Alvin ia merasa dipermalukan oleh
jawaban Sivia itu.
“udah
ah, capek gue ngadepin cewek blo’on kaya’ lo, sekarang mending balik kebarisan
lo….” Alvinpun berbalik badan hendak meninggalkan Sivia, tapi tiba-tiba saja,
“Kakak
ganteng jangan marah-marah lagi ya? Via minta maaf….” Ucap Sivia enteng,
semuanya kembali heboh. Kali ini Alvin benar-benar marah,
“DIAAMMM
SEMUANYAA….!! KALO KALIAN SEMUA GAK BISA TENANG, SAYA JEMUR KALIAN SEMUA DISINI
SAMPE SIANG, TERMASUK KAKAK-KAKAK DARI OSIS…” teriak Alvin dengan tatapan sinis
kekawan-kawan OSISnya, tatapan sinis dari Alvin itupun membuat anak-anak OSIS
dengan terpaksa harus menahan tawa mereka.
“Kakak
ganteng kok masih marah-marah? Via kan udah minta maaf…” ucap Sivia disaat
semuanya sudah tenang.
“LO
DIEM! TADI GUE BILANG APA? BALIK KEBARISAN LO… BURUAAN!!”
“i..iya
Kak….” Siviapun akhirnya kembali kebarisannya.
^_^
“gila
bro! selama gue idup, gue gak pernah ngeliat lo segalak itu sama orang,,,,
cewek tadi kasian tau lo marah-marahin kaya’ gitu….” Ucap Cakka saat dirinya
bersama Alvin,Rio dan Gabriel tengah berkumpul dikantin saat jam istirahat.
Dengan santai Alvin menjawab,
“sebenernya
gue gak mau marah-marah kaya’ gitu, tapi cewek lemot tadi bener-bener bikin gue
kesel…”
“tuh
cewek kaya’nya jatuh cinta pada pandangan pertama nih sama lo….” Ucap Rio
tiba-tiba nimbrung.
“sembarangan
lo!”
“hahahahaha…..”
semuanyapun tertawa mendengarkan ucapan Alvin.
^_^
Sivia
dan Ify terlihat tengah sibuk mencari meja kosong yang akan mereka duduki.
Mereka berjalan mencari meja kosong seraya membawa mangkok bakso mereka
masing-masing. Ketika sedang mencari meja kosong, tiba-tiba saja mata Sivia
tertuju pada meja Alvin. Kelopak matanya langsung melebar ketika melihat sang
pujaan hati yang sedang lahap-lahapnya memakan nasi goreng. Sivia berkata pada
Ify,
“itu
ada Kak Alvin! Kita gabung yuk, sekalian Via mau minta maaf lagi sama Kak
Alvin…”
“WHAAT..??
lo udah gila ya Vi, tadi Kak Alvin udah marah besar sama lo, sekarang lo masih
mau nyamperin dia..?? ckckck…. Sakit lo…” ucap Ify tak habis fikir dengan
sahabatnya itu.
“udahlah,
ayoo….” Ajak Sivia seraya menarik tangan Ify.
“eh…eh…Nekad
tingkat gawat lo…”
Karna
tali sepatu Sivia yang waktu itu terlepas, tanpa sadar ia menginjak tali
sepatunya tepat dibelakang tempat Alvin duduk sekarang, dan tanpa sengaja Sivia
menumpahkan semangkok baksonya yang masih lumayan panas dibaju seragam Alvin.
Alvin langsung merintih kepanasan,
“upss….!”
Sivia menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya. Alvin berbalik lalu
melihat Sivia yang waktu itu terduduk dilantai, perhatian seisi kantin tertuju
pada Alvin dan Sivia,
“ELO
LAGIII….???” Sentak Alvin.
BERSAMBUNG……


0 comments:
Post a Comment