Alvin dengan segera menjauhkan
bibirnya dari pipi Sivia, sementara Sivia, ia hanya bisa ternganga seraya
menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Sivia shock bukan main, Alvin
sudah salah tingkah karna ketidaksengajaannya mencium pipi Sivia, ia menggaruk
pelan kepalanya yang tak gatal. Suasana yang tadinya hening, tiba-tiba saja
berubah saat Sivia secara tiba-tiba melonjak kegirangan, dengan gayanya yang
heboh Sivia berteriak,
“yeaha
Kak Alvin nyium Via, itu artinya Kak Alvin suka sama Via,,,, YEEEEEEE…..”
“dih…dih
apa-apaan lo, orang gue gak sengaja juga….” Alvin berusaha membela diri
meskipun ia masih salah tingkah. Sivia menoel pundak Alvin dengan tampang
oon-nya seraya senyum-senyum layaknya orang gila, Alvin semakin salah tingkah,
“udahlah
Kak ngaku aja…Via seneng kok dicium ama cowok seganteng kakak….”
“eehh….
Lemot, lo itu kepedean banget sih jadi orang, gue gak sengaja nyium lo
WOOYYYYY…..” teriak Alvin pada akhirnya, kesabarannya mulai habis saat
menghadapi kelemotan Sivia.
“Kakak
nyante aja dong, gak usah teriak-teriak, Via kan takut…” raut muka Sivia
tiba-tiba saja berubah menjadi sedih, Sivia menunduk sambil sesunggukan dan
memegang ujung dasinya, Alvin merasa sedikit bersalah pada Sivia.
“gue
minta maaf, gue gak ada niat buat neriakin lo….” Sivia tersentak, raut wajahnya
yang tadi sedih mendadak berbuah menjadi semuringah, ia menatap Alvin dengan
antusias lantas berkata,
“KAK
ALVIN MINTA MAAF SAMA VIA….??”
“iihhh….Lemot
banget sih lo,,, udah ah, gue males satu bus sama lo….” Sinis Alvin, ia
mengalihkan perhatiannya dari Sivia lalu berkata pada Supir Bus itu,
“STOP
BANG….” Bus yang Alvin tumpangipun
akhirnya berhenti, Alvin langsung keluar dari bus itu, Sivia berusaha memanggil
Alvin berkali-kali, namun sayang Alvin tak sedikitpun menghiraukan Sivia. Sivia
hanya bisa memanyunkan bibirnya seraya berkata,
“Kak
Alvin mah suka gitu….”
^_^
Dear Diary;
Tadi
Via satu bus sama Kak Alvin, dan yang bikin Via kaget banget tuh, tadi Kak
Alvin nyium Via, ya walopun itu Cuma gak sengaja, Via ngerasa seneeeengg
banget… Kak Alvin tuh cowok pertama loh yang nyium Via…. Hummmm tapi sayang,
Kak Alvin malah marah-marah sama Via dan ninggalin Via sendiri gitu aja,,, Kak
Alvin gak tau aja, kalo Via sedih banget gara-gara Kak Alvin ninggalin Via….
Alvin
Love Sivia :)
Tepat
saat Sivia menutup buku hariannya Mama memanggilnya untuk makan siang, Sivia
segera bergegas keluar dari kamarnya lalu menyusul Mama,Papa serta Irsyad.
^_^
@Rumah Alvin
“Vin,
tadi Shilla nyariin kamu sayang…” ucap Bunda saat Alvin baru masuk kedalam
rumah. Alvin menyalami Bundanya lalu duduk disamping Bundanya yang saat itu
sedang menyulam.
“biarin
aja Bund, Alvin lagi males sama dia….” Jawab Alvin tanpa minat. Bunda
mengalihkan perhatiannya sejenak dari pidangannya lalu menatap Alvin penuh
Tanya,
“loh
kok gitu sih sayang….?”
“ya
emang gitu Bund….ya udahlah Bund, Alvin tidur dulu ya, Alvin capek, entar sore
harus balik lagi kesekolah buat nyiepin Prom Nigth besok malam….” Alvin mencium
kening Bundanya lantas beranjak dari samping Bundanya, baru saja Alvin akan
menaiki anak tangga, Bunda kembali berkata,
“kamu
mandi dulu, makan siang, terus tidur….”
“gak
deh Bund, mandinya entar aja sekalian, terus makannya dipending aja dulu, Alvin
bener-bener capek….” Alvin melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya. Sementara
Bunda, beliau hanya bisa menggeleng melihat tingkah anak semata wayang
kesayangannya itu. Bunda Alvin yang memang adalah seorang Psikolog memahami
bahwa saat ini Alvin memang sedang ada masalah. Biasanya kalau sudah seperti
itu, Bunda tidak akan menganggu Alvin, ia akan membiarkan Alvin sendiri hingga
Alvin merasa benar-benar tenang dan mau menceritakan masalahnya.
Alvin
melempar tasnya lalu merebahkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk. Alvin
membuka kancing bajunya lalu melempar baju seragamnya entah kemana. Alvin
melamun dan mengingat bahwa tadi disekolah ia sudah bertengkar dengan Shilla.
Alvin mengacak rambutnya lalu mengusap wajahnya,
“ERRRGGGHHH…..”
erang Alvin. Tiba-tiba saja Sivia terlintas dalam fikiran Alvin dan mengacaukan
semuanya, ia teringat akan kejadian dibus tadi, saat ia secara tidak sengaja
mencium pipi Sivia. Alvin bangkit lantas bergidik ngeri,
“hiiii…kok
tadi gue bisa sih nyium pipi si Lemot itu….??? bener-bener sial gue hari ini….”
Niat Alvin untuk istirahat siang jadi kacau gara-gara kedua cewek cantik itu.
Yang satu bisa dibilang sempurna, sementara yang satunya super lemot. Shilla
dan Sivia!
^_^
Pagi
itu saat Ify baru memasuki kelas, ia menemukan sebuah kado yang lumayan besar
diatas mejanya. Ify tercengang, siapa yang sudah menaruh kado itu diatas
mejanya. Ify melihat kesekitar, ia pun bertanya pada salah satu temannya,
“Aren,
lo tau siapa yang naroh kado ini dimeja gue…?”
“gue
gak tau Fy, tadi pas gue dateng kado itu udah ada dimeja lo….” Ify mengangguk,
“oooo…makasih
ya Ren…”
Baru
saja Ify akan membuka kado itu, tiba-tiba saja Sivia datang, ia berlari
menghampiri Ify lalu merebut dengan segera kado yang akan Ify buka,
“ify
jangan dibuka kadonya….!!”
“kenapa
emang…??”
“siapa
tau ini isinya Bom, entar kalo Ify buka, bomnya meledak, sekolahnya meledak,
kita semua meledak, hiiii serem pokoknya, Ify jangan buka ya….” Ucap Sivia
dengan tampang oonnya, Ify menggeleng seraya berdecak,
“ada-ada
aja, siapa juga yang mau neror gue….” Kesal Ify lantas merebut kadonya dari
Sivia. Saat Ify kembali berusaha membuka kado itu, Sivia malah kembali
merebutnya lalu berlari keluar kelas,
“Ify
jangan dibuka, ini Bom taauu….” Ifypun mengejar Sivia,
“Via
balikin itu kado gue, bukan bom….”
“GAK
MAUUU!!!! INI BOM TAUU….” Teriak Sivia seraya berlari membawa kado itu.
“Via
awaaassss….!!!” Teriak Ify seraya menutup wajahnya menggunakan tangannya.
‘BRUUKKKKK’ Sivia menabrak Alvin yang saat itu baru tiba disekolah. Sivia
terjatuh tepat diatas Alvin, sementara kado milik Ify juga terjatuh tepat
dihadapan Rio.
Kali
ini Alvin dan Sivia beradu pandang sangat dekat, tanpa sadar Alvin juga hanyut
dalam dalam tatapan mata Sivia, sejenak Alvin tersadar, bahwa ternyata Sivia
gak jelek-jelek amat! Sekitar 5 detik berlalu, Alvin langsung mendorong pelan
tubuh Sivia lantas bangkit, Alvin mengusap-usap seragamnya seraya berkata,
“kenapa
sih lo selalu nyari masalah sama gue…??? Dasar biang masalah lo….” Sinis Alvin,
Sivia memasang wajah sedih sambil sesunggukan, Sivia mengangkat tangannya
lantas berkata pada Alvin,
“Kak
Alvin, tolongin Via kek….!”
“MALESSSS…..”
Sentak Alvin lalu berjalan meninggalkan Sivia. Sivia semakin sesunggukan. Rio
mendekati Sivia lalu mengulurkan tangannya untuk Sivia,
“ayo
bangun….” Sivia menyambut uluran tangan Rio lalu bangun. Ify menghampiri Rio
dan Sivia.
“lo
gak apa-apa Vi…? Lagian lo kenapa sih lari-lari gak jelas kaya’ tadi? Terus
pake nabrak Kak Alvin lagi….? Lo itu bener-bener nyari masalah banget yaaa….??”
“HWAAAAA…..IFY
MARAHIN VIA JUGA,, HIK…HIK…HIK…” Ucap Sivia histeris. Siviapun berjalan menuju
kelas sambil menangis seperti anak kecil. Saat Ify akan menyusul Sivia, Rio
malah mencekal pergelangan tangannya.
“Fy…..”
Ify menghentikan langkahnya dan melihat pergelangan tangannya yang saat itu
sudah berada dalam genggaman Rio,getaran itu kembali Ify rasakan, sungguh, ia
benar-benar ingin lari dari Rio, sekarang juga!
“ini
punya kamu…” ucap Rio seraya menyerahkan kado itu pada Ify, Ify menerimanya,
saat Ify akan berlari Rio kembali
menahan lengannya dan membisikan sesuatu ditelinga Ify,
“malem
ini aku tunggu kamu diprom night…” tanpa Ify duga sebelumnya dan secara
mengejutkan, Rio mendaratkan sebuah kecupan hangat tepat dipipi sebelah kiri
Ify, Ify tercengang, Rio melepaskan lengannya lantas meninggalkan Ify begitu
saja.
^_^
Setibanya
dirumah Ify membuka kado itu yang ternyata berisi sebuah gaun cantik selutut
berwarna putih, Ify terkejut, sebelumnya ia tak pernah memiliki gaun secantik
itu. Ify membaca kartu yang terletak diatas gaun itu yang berisi;
Dear Ify,,,
Fy,
aku mau kamu dateng malem ini ke Prom pake gaun ini… kamu HARUS DATENG, ada hal
penting yang mau aku sampein ke kamu,,, ini tentang perasaan aku sejak pertama
kali aku ngeliat kamu,,, plis jangan kecewain aku karna ketidakhadiran kamu
diprom malem ini..!
~Mario~
Ify
tersenyum, ia terharu dan nyaris meneteskan air mata. Apa benar Rio merasakan
hal yang sama seperti yang ia rasakan selama ini?? Apa Ify tidak sedang
bermimpi. Ify memeluk surat dari Rio seraya berkata,
“aku
pasti akan dateng Yo, demi kamu…aku akan dateng pake gaun ini, dan aku gak akan
ngecewain kamu….” Baru saja Ify berkata seperti itu, tiba-tiba saja adiknya Ozy
berteriak dari luar kamarnya,
“KAK
IFY TOLOOONGG…….IBU PINGSAAAANNN….” Ify tersentak, ia langsung melepaskan surat
dari Rio lalu bergegas keluar dari kamarnya. Ify semakin terkejut saat ia
menyaksikan Ibunya sudah pingsan tak sadarkan diri dengan darah dimulutnya,
“IBUUUU….”
Teriak Ify histeris.
^_^
“jadi
lo yakin akan nembak Ify malem ini didepan semua anak-anak PATUH KARYA???”
Tanya Gabriel pada Rio saat mereka bersama Alvin dan Cakka juga anggota OSIS
yang lainnya tengah mempersiapkan Prom Night. Rio mengangguk pasti,
“yakin,
gue akan nembak Ify malem ini juga, dan
semua anak-anak PATUH KARYA yang akan menjadi saksinya….” Jawab Rio yakin.
Gabriel tersenyum, ia pun menepuk pundak Rio seraya berkata,
“Good
Luck Bro…! gue optimis, Ify akan nerima lo….”
“pasti…”
ucap Alvin tiba-tiba nimbrung, ia duduk disamping Rio lalu merangkul Rio,
“Ify
cewek yang baek, dan dia pante buat lo….”
“makasih
ya Vin atas dukungan lo…”
“lo
kan sohib gue, jadi udah wajar dong gue dukung lo….”
“eh,
gue juga dong….” Ucap Cakka lalu merangkul Rio dan Alvin,
“lo
sendiri ama Shilla gimana Vin?? Udah baekan belom…?” Tanya Rio tiba-tiba, Cakka
langsung melepaskan rangkulannya dari Alvin,
“gue
sih udah punya rencana buat minta maaf sama Shilla malem ini, ya kalian doa’in
aja semoga Shilla maafin gue dan kita baekan lagi deh…”
“pasti
kita doa’in….” ucap Rio dan Gabriel kompak, sementara Cakka ia hanya bisa diam.
Alvin yang heran melihat hanya Cakka yang diampun berkata pada Cakka,
“Kka
kok lo diem?? Lo gak mau doa’in gue ya supaya baekan lagi ama Shilla…??” Tanya
Alvin, Cakka berusaha tersenyum dan berusaha bersikap biasa-biasa saja,
Cakkapun menjawab pertanyaan Alvin,
“gak
mungkinlah gue gak doa’in lo, gue selalu doa’in yang terbaik buat lo
daann….Shilla….” ada nada keraguan saat Cakka menyebut nama Shilla, namun
sayang Alvin tidak engeh dengan itu.
^_^
Malam
Prom Nightpun tiba, suasana di SMA PATUH KARYA terlihat begitu ramai, satu
persatu siswa datang dengan membawa pasangan mereka masing-masing, baik dari
sekolah mereka maupun dari sekolah lain. Rio terlihat tengah menunggu Ify, Rio
menggunakan kemeja hitam dibalut jas berwarna putih serta celana jeans putih
dengan dasi berwarna putih pula, Rio menaikan lengan jasnya sedikit.
Suasana
semakin malam, dan dan Patuh Karya semakin gemerlap. Beberapa band papan atas
Indonesia mengisi acara Prom Night malam itu yang disusun oleh Alvin dan
kawan-kawannya. Sesekali Alvin mencuri pandang kearah Shilla yang saat itu
datang bersama sahabat-sahabatnya, Pricilla dan Febby. Tapi Shilla tak
sedikitpun menghiraukan Alvin.
Tak
terasa 1 jam berlalu, tapi Ify belum juga menampkkan tanda-tanda kehadirannya.
Rio belum putus asa, ia yakin Ify pasti akan datang dengan menggunakan gaun
yang ia berikan.
Saat
Alvin sedang menyendiri disalah satu meja, Siviapun menghampirinya,
“Hay
Kak Alvin….” Sapanya, Alvin berdecak,
“ck…lo
lagi, lo lagi, bosen gue ngeliat lo tau gak…” Alvin pun meminum jus jeruknya.
“Kak
tau gak….??”
“tau
apa…?” Tanya Alvin cuek,
“malem
ini, Via sama Kak Alvin akan dinobatkan sebagai Prince and Princess SMA PATUH
KARYA 2012, YEEEEEEE…..” teriak Sivia histeris, Alvin menunjukan wajah tak
peduli,
“lo
aja sendiri…” Alvin bangkit dari tempat duduknya lalu lalu meningglkan Sivia,
Sivia langsung cemberut.
^_^
“baiklah
guys…akhirnya sampai juga kita pada puncak Prom Night tahun ini, dan…penobatan
terhadapan Prince dan Princess SMA PATUH KARYA itu didasarkan atas Polling yang
dikumpulkan diwebsite OSIS SMA PATUH KARYA,, DAN…..yang menjadi Prince SMA
PATUH KARYA TAHUN 2012 ADALAAAHHHH…..” Febby yang bertindak sebagai MC malam
itu menggantungkan kalimatnya dan membuat semua yang menghadiri acara itu
penasaran. Cakka sudah berharap banyak bahwa ia lah yang akan menjadi Prince SMA
PATUH KARYA, sementara Sivia, ia terus menyebut-nyebut nama Alvin,
‘Kak
Alvin,Kak Alvin,Kak Alvin….’
“DAN
YANG MENJADI PRINCE SMA PATUH KARYA TAHUN INI ADALAH, ALVIN JONATHAN SINDUNATA
dari kelas XI IPA 3…..” semuanya langsung memberikan tepuk tangan yang sangat
meriah untuk Alvin, sementara Alvin ia tidak menunjukan reaksi apa-apa. Alvin
menaiki panggung dengan ekpresi wajah yang biasa-biasa saja. Febby kembali
melanjutkan,
“DAN,
YANG MENJADI PRINCESS SMA PATUH KARYA TAHUN INI ADALAAHHHH……” Sivia tersenyum,
ia telah siap kalau-kalau Febby menyebut namanya, namun ternyata harapan Sivia
musnah seketika, saat Febby menyebut sebuah nama,
“ASHILLA
ZAHRANTIARA dari kelas XI IPA 1….” Semuanya bertepuk tangan gembira diatas
kenelangsaan Sivia,,,,
BERSAMBUNG…..


0 comments:
Post a Comment