Thursday, May 2, 2013

0

MY DIARY Part6



Alvin dengan segera menjauhkan bibirnya dari pipi Sivia, sementara Sivia, ia hanya bisa ternganga seraya menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Sivia shock bukan main, Alvin sudah salah tingkah karna ketidaksengajaannya mencium pipi Sivia, ia menggaruk pelan kepalanya yang tak gatal. Suasana yang tadinya hening, tiba-tiba saja berubah saat Sivia secara tiba-tiba melonjak kegirangan, dengan gayanya yang heboh Sivia berteriak,
            “yeaha Kak Alvin nyium Via, itu artinya Kak Alvin suka sama Via,,,, YEEEEEEE…..”
            “dih…dih apa-apaan lo, orang gue gak sengaja juga….” Alvin berusaha membela diri meskipun ia masih salah tingkah. Sivia menoel pundak Alvin dengan tampang oon-nya seraya senyum-senyum layaknya orang gila, Alvin semakin salah tingkah,
            “udahlah Kak ngaku aja…Via seneng kok dicium ama cowok seganteng kakak….”
            “eehh…. Lemot, lo itu kepedean banget sih jadi orang, gue gak sengaja nyium lo WOOYYYYY…..” teriak Alvin pada akhirnya, kesabarannya mulai habis saat menghadapi kelemotan Sivia.
            “Kakak nyante aja dong, gak usah teriak-teriak, Via kan takut…” raut muka Sivia tiba-tiba saja berubah menjadi sedih, Sivia menunduk sambil sesunggukan dan memegang ujung dasinya, Alvin merasa sedikit bersalah pada Sivia.
            “gue minta maaf, gue gak ada niat buat neriakin lo….” Sivia tersentak, raut wajahnya yang tadi sedih mendadak berbuah menjadi semuringah, ia menatap Alvin dengan antusias lantas berkata,
            “KAK ALVIN MINTA MAAF SAMA VIA….??”
            “iihhh….Lemot banget sih lo,,, udah ah, gue males satu bus sama lo….” Sinis Alvin, ia mengalihkan perhatiannya dari Sivia lalu berkata pada Supir Bus itu,
            “STOP BANG….”  Bus yang Alvin tumpangipun akhirnya berhenti, Alvin langsung keluar dari bus itu, Sivia berusaha memanggil Alvin berkali-kali, namun sayang Alvin tak sedikitpun menghiraukan Sivia. Sivia hanya bisa memanyunkan bibirnya seraya berkata,
            “Kak Alvin mah suka gitu….”

^_^

Dear Diary;
          Tadi Via satu bus sama Kak Alvin, dan yang bikin Via kaget banget tuh, tadi Kak Alvin nyium Via, ya walopun itu Cuma gak sengaja, Via ngerasa seneeeengg banget… Kak Alvin tuh cowok pertama loh yang nyium Via…. Hummmm tapi sayang, Kak Alvin malah marah-marah sama Via dan ninggalin Via sendiri gitu aja,,, Kak Alvin gak tau aja, kalo Via sedih banget gara-gara Kak Alvin ninggalin Via….

                                                Alvin Love Sivia :)


            Tepat saat Sivia menutup buku hariannya Mama memanggilnya untuk makan siang, Sivia segera bergegas keluar dari kamarnya lalu menyusul Mama,Papa serta Irsyad.


^_^
@Rumah Alvin

            “Vin, tadi Shilla nyariin kamu sayang…” ucap Bunda saat Alvin baru masuk kedalam rumah. Alvin menyalami Bundanya lalu duduk disamping Bundanya yang saat itu sedang menyulam.
            “biarin aja Bund, Alvin lagi males sama dia….” Jawab Alvin tanpa minat. Bunda mengalihkan perhatiannya sejenak dari pidangannya lalu menatap Alvin penuh Tanya,
            “loh kok gitu sih sayang….?”
            “ya emang gitu Bund….ya udahlah Bund, Alvin tidur dulu ya, Alvin capek, entar sore harus balik lagi kesekolah buat nyiepin Prom Nigth besok malam….” Alvin mencium kening Bundanya lantas beranjak dari samping Bundanya, baru saja Alvin akan menaiki anak tangga, Bunda kembali berkata,
            “kamu mandi dulu, makan siang, terus tidur….”
            “gak deh Bund, mandinya entar aja sekalian, terus makannya dipending aja dulu, Alvin bener-bener capek….” Alvin melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya. Sementara Bunda, beliau hanya bisa menggeleng melihat tingkah anak semata wayang kesayangannya itu. Bunda Alvin yang memang adalah seorang Psikolog memahami bahwa saat ini Alvin memang sedang ada masalah. Biasanya kalau sudah seperti itu, Bunda tidak akan menganggu Alvin, ia akan membiarkan Alvin sendiri hingga Alvin merasa benar-benar tenang dan mau menceritakan masalahnya.
            Alvin melempar tasnya lalu merebahkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk. Alvin membuka kancing bajunya lalu melempar baju seragamnya entah kemana. Alvin melamun dan mengingat bahwa tadi disekolah ia sudah bertengkar dengan Shilla. Alvin mengacak rambutnya lalu mengusap wajahnya,
            “ERRRGGGHHH…..” erang Alvin. Tiba-tiba saja Sivia terlintas dalam fikiran Alvin dan mengacaukan semuanya, ia teringat akan kejadian dibus tadi, saat ia secara tidak sengaja mencium pipi Sivia. Alvin bangkit lantas bergidik ngeri,
            “hiiii…kok tadi gue bisa sih nyium pipi si Lemot itu….??? bener-bener sial gue hari ini….” Niat Alvin untuk istirahat siang jadi kacau gara-gara kedua cewek cantik itu. Yang satu bisa dibilang sempurna, sementara yang satunya super lemot. Shilla dan Sivia!


^_^

            Pagi itu saat Ify baru memasuki kelas, ia menemukan sebuah kado yang lumayan besar diatas mejanya. Ify tercengang, siapa yang sudah menaruh kado itu diatas mejanya. Ify melihat kesekitar, ia pun bertanya pada salah satu temannya,
            “Aren, lo tau siapa yang naroh kado ini dimeja gue…?”
            “gue gak tau Fy, tadi pas gue dateng kado itu udah ada dimeja lo….” Ify mengangguk,
            “oooo…makasih ya Ren…”
            Baru saja Ify akan membuka kado itu, tiba-tiba saja Sivia datang, ia berlari menghampiri Ify lalu merebut dengan segera kado yang akan Ify buka,
            “ify jangan dibuka kadonya….!!”
            “kenapa emang…??”
            “siapa tau ini isinya Bom, entar kalo Ify buka, bomnya meledak, sekolahnya meledak, kita semua meledak, hiiii serem pokoknya, Ify jangan buka ya….” Ucap Sivia dengan tampang oonnya, Ify menggeleng seraya berdecak,
            “ada-ada aja, siapa juga yang mau neror gue….” Kesal Ify lantas merebut kadonya dari Sivia. Saat Ify kembali berusaha membuka kado itu, Sivia malah kembali merebutnya lalu berlari keluar kelas,
            “Ify jangan dibuka, ini Bom taauu….” Ifypun mengejar Sivia,
            “Via balikin itu kado gue, bukan bom….”
            “GAK MAUUU!!!! INI BOM TAUU….” Teriak Sivia seraya berlari membawa kado itu.
            “Via awaaassss….!!!” Teriak Ify seraya menutup wajahnya menggunakan tangannya. ‘BRUUKKKKK’ Sivia menabrak Alvin yang saat itu baru tiba disekolah. Sivia terjatuh tepat diatas Alvin, sementara kado milik Ify juga terjatuh tepat dihadapan Rio.
            Kali ini Alvin dan Sivia beradu pandang sangat dekat, tanpa sadar Alvin juga hanyut dalam dalam tatapan mata Sivia, sejenak Alvin tersadar, bahwa ternyata Sivia gak jelek-jelek amat! Sekitar 5 detik berlalu, Alvin langsung mendorong pelan tubuh Sivia lantas bangkit, Alvin mengusap-usap seragamnya seraya berkata,
            “kenapa sih lo selalu nyari masalah sama gue…??? Dasar biang masalah lo….” Sinis Alvin, Sivia memasang wajah sedih sambil sesunggukan, Sivia mengangkat tangannya lantas berkata pada Alvin,
            “Kak Alvin, tolongin Via kek….!”
            “MALESSSS…..” Sentak Alvin lalu berjalan meninggalkan Sivia. Sivia semakin sesunggukan. Rio mendekati Sivia lalu mengulurkan tangannya untuk Sivia,
            “ayo bangun….” Sivia menyambut uluran tangan Rio lalu bangun. Ify menghampiri Rio dan Sivia.
            “lo gak apa-apa Vi…? Lagian lo kenapa sih lari-lari gak jelas kaya’ tadi? Terus pake nabrak Kak Alvin lagi….? Lo itu bener-bener nyari masalah banget yaaa….??”
            “HWAAAAA…..IFY MARAHIN VIA JUGA,, HIK…HIK…HIK…” Ucap Sivia histeris. Siviapun berjalan menuju kelas sambil menangis seperti anak kecil. Saat Ify akan menyusul Sivia, Rio malah mencekal pergelangan tangannya.
            “Fy…..” Ify menghentikan langkahnya dan melihat pergelangan tangannya yang saat itu sudah berada dalam genggaman Rio,getaran itu kembali Ify rasakan, sungguh, ia benar-benar ingin lari dari Rio, sekarang juga!
            “ini punya kamu…” ucap Rio seraya menyerahkan kado itu pada Ify, Ify menerimanya, saat Ify akan berlari  Rio kembali menahan lengannya dan membisikan sesuatu ditelinga Ify,
            “malem ini aku tunggu kamu diprom night…” tanpa Ify duga sebelumnya dan secara mengejutkan, Rio mendaratkan sebuah kecupan hangat tepat dipipi sebelah kiri Ify, Ify tercengang, Rio melepaskan lengannya lantas meninggalkan Ify begitu saja.

^_^
            Setibanya dirumah Ify membuka kado itu yang ternyata berisi sebuah gaun cantik selutut berwarna putih, Ify terkejut, sebelumnya ia tak pernah memiliki gaun secantik itu. Ify membaca kartu yang terletak diatas gaun itu yang berisi;

Dear Ify,,,
          Fy, aku mau kamu dateng malem ini ke Prom pake gaun ini… kamu HARUS DATENG, ada hal penting yang mau aku sampein ke kamu,,, ini tentang perasaan aku sejak pertama kali aku ngeliat kamu,,, plis jangan kecewain aku karna ketidakhadiran kamu diprom malem ini..!


                                                ~Mario~

            Ify tersenyum, ia terharu dan nyaris meneteskan air mata. Apa benar Rio merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan selama ini?? Apa Ify tidak sedang bermimpi. Ify memeluk surat dari Rio seraya berkata,
            “aku pasti akan dateng Yo, demi kamu…aku akan dateng pake gaun ini, dan aku gak akan ngecewain kamu….” Baru saja Ify berkata seperti itu, tiba-tiba saja adiknya Ozy berteriak dari luar kamarnya,
            “KAK IFY TOLOOONGG…….IBU PINGSAAAANNN….” Ify tersentak, ia langsung melepaskan surat dari Rio lalu bergegas keluar dari kamarnya. Ify semakin terkejut saat ia menyaksikan Ibunya sudah pingsan tak sadarkan diri dengan darah dimulutnya,
            “IBUUUU….” Teriak Ify histeris.


^_^

            “jadi lo yakin akan nembak Ify malem ini didepan semua anak-anak PATUH KARYA???” Tanya Gabriel pada Rio saat mereka bersama Alvin dan Cakka juga anggota OSIS yang lainnya tengah mempersiapkan Prom Night. Rio mengangguk pasti,
            “yakin, gue akan nembak Ify malem ini  juga, dan semua anak-anak PATUH KARYA yang akan menjadi saksinya….” Jawab Rio yakin. Gabriel tersenyum, ia pun menepuk pundak Rio seraya berkata,
            “Good Luck Bro…! gue optimis, Ify akan nerima lo….”
            “pasti…” ucap Alvin tiba-tiba nimbrung, ia duduk disamping Rio lalu merangkul Rio,
            “Ify cewek yang baek, dan dia pante buat lo….”
            “makasih ya Vin atas dukungan lo…”
            “lo kan sohib gue, jadi udah wajar dong gue dukung lo….”
            “eh, gue juga dong….” Ucap Cakka lalu merangkul Rio dan Alvin,
            “lo sendiri ama Shilla gimana Vin?? Udah baekan belom…?” Tanya Rio tiba-tiba, Cakka langsung melepaskan rangkulannya dari Alvin,
            “gue sih udah punya rencana buat minta maaf sama Shilla malem ini, ya kalian doa’in aja semoga Shilla maafin gue dan kita baekan lagi deh…”
            “pasti kita doa’in….” ucap Rio dan Gabriel kompak, sementara Cakka ia hanya bisa diam. Alvin yang heran melihat hanya Cakka yang diampun berkata pada Cakka,
            “Kka kok lo diem?? Lo gak mau doa’in gue ya supaya baekan lagi ama Shilla…??” Tanya Alvin, Cakka berusaha tersenyum dan berusaha bersikap biasa-biasa saja, Cakkapun menjawab pertanyaan Alvin,
            “gak mungkinlah gue gak doa’in lo, gue selalu doa’in yang terbaik buat lo daann….Shilla….” ada nada keraguan saat Cakka menyebut nama Shilla, namun sayang Alvin tidak engeh dengan itu.


^_^

            Malam Prom Nightpun tiba, suasana di SMA PATUH KARYA terlihat begitu ramai, satu persatu siswa datang dengan membawa pasangan mereka masing-masing, baik dari sekolah mereka maupun dari sekolah lain. Rio terlihat tengah menunggu Ify, Rio menggunakan kemeja hitam dibalut jas berwarna putih serta celana jeans putih dengan dasi berwarna putih pula, Rio menaikan lengan jasnya sedikit.
            Suasana semakin malam, dan dan Patuh Karya semakin gemerlap. Beberapa band papan atas Indonesia mengisi acara Prom Night malam itu yang disusun oleh Alvin dan kawan-kawannya. Sesekali Alvin mencuri pandang kearah Shilla yang saat itu datang bersama sahabat-sahabatnya, Pricilla dan Febby. Tapi Shilla tak sedikitpun menghiraukan Alvin.
            Tak terasa 1 jam berlalu, tapi Ify belum juga menampkkan tanda-tanda kehadirannya. Rio belum putus asa, ia yakin Ify pasti akan datang dengan menggunakan gaun yang ia berikan.
            Saat Alvin sedang menyendiri disalah satu meja, Siviapun menghampirinya,
            “Hay Kak Alvin….” Sapanya, Alvin berdecak,
            “ck…lo lagi, lo lagi, bosen gue ngeliat lo tau gak…” Alvin pun meminum jus jeruknya.
            “Kak tau gak….??”
            “tau apa…?” Tanya Alvin cuek,
            “malem ini, Via sama Kak Alvin akan dinobatkan sebagai Prince and Princess SMA PATUH KARYA 2012, YEEEEEEE…..” teriak Sivia histeris, Alvin menunjukan wajah tak peduli,
            “lo aja sendiri…” Alvin bangkit dari tempat duduknya lalu lalu meningglkan Sivia, Sivia langsung cemberut.

^_^

            “baiklah guys…akhirnya sampai juga kita pada puncak Prom Night tahun ini, dan…penobatan terhadapan Prince dan Princess SMA PATUH KARYA itu didasarkan atas Polling yang dikumpulkan diwebsite OSIS SMA PATUH KARYA,, DAN…..yang menjadi Prince SMA PATUH KARYA TAHUN 2012 ADALAAAHHHH…..” Febby yang bertindak sebagai MC malam itu menggantungkan kalimatnya dan membuat semua yang menghadiri acara itu penasaran. Cakka sudah berharap banyak bahwa ia lah yang akan menjadi Prince SMA PATUH KARYA, sementara Sivia, ia terus menyebut-nyebut nama Alvin,
            ‘Kak Alvin,Kak Alvin,Kak Alvin….’

            “DAN YANG MENJADI PRINCE SMA PATUH KARYA TAHUN INI ADALAH, ALVIN JONATHAN SINDUNATA dari kelas XI IPA 3…..” semuanya langsung memberikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk Alvin, sementara Alvin ia tidak menunjukan reaksi apa-apa. Alvin menaiki panggung dengan ekpresi wajah yang biasa-biasa saja. Febby kembali melanjutkan,
            “DAN, YANG MENJADI PRINCESS SMA PATUH KARYA TAHUN INI ADALAAHHHH……” Sivia tersenyum, ia telah siap kalau-kalau Febby menyebut namanya, namun ternyata harapan Sivia musnah seketika, saat Febby menyebut sebuah nama,
            “ASHILLA ZAHRANTIARA dari kelas XI IPA 1….” Semuanya bertepuk tangan gembira diatas kenelangsaan Sivia,,,,


                                                BERSAMBUNG…..

0 comments:

Post a Comment