Saturday, May 4, 2013

0

MY DIARY Part 9



Yang membekap mulut Sivia ternyata adalah Gabriel. Sivia berusaha keras terlepas dari Gabriel namun sayang usahanya itu sia-sia. Ketika sudah berada lumayan jauh dari ruang music, Gabriel pun melepaskan Sivia. Sivia Nampak tak percaya saat mendapati bahwa Gabriellah yang membekapnya.
            “KAKAK ITEM….??” Seru Sivia seraya menunjuk Gabriel, lagi-lagi Gabriel membekap mulut Sivia,
            “huuss jangan kenceng-kenceng Via, nanti ketahuan sama Cakka dan Shilla…” Gabrielpun menjauhkan telapak tangannya dari bibir Sivia. Sivia semakin bingung. Tak lama terlihat berfikir, Siviapun mengangkat jari telunjuk tangannya seraya membuka lebar kedua matanya,
            “BERARTI KAKAK ITEM TAU DONG KALO KAK CAKKA SAMA KAK SHILLAAA….” Belum sempat Sivia melanjutkan perkataannya, Gabriel malah memotongnya,
            “huss….gue bilang jangan kenceng-kenceng…” kata Gabriel sedikit emosi,
            “jadi Kakak tau, kalo Kak Cakka sama Kak Shilla itu selingkuh dibelakang Kak Alvin….??” Tanya Sivia pada akhirnya, kali ini dengan nada sedikit berbisik. Gabriel tak memberikan jawaban apapun, juga tak memberikan isyarat apapun, ia seperti berusaha melindungi Cakka. Sivia menggeleng berkali-kali seraya berdecak,
            “Ckckckck….udah gak bener ini, Peta, Via harus Tanya kepeta dimana bisa nemuin Kak Alvin….” Ucap Sivia asal mengikuti gaya Dora. Saat Sivia akan melangkah pergi, Gabriel langsung mencegatnya,
            “lo mau kemana Vi…??” Tanya Gabriel panic,
            “mau nyari Kak Alvin lah….” Jawab Sivia santai,
            “ngapain nyari Alvin….??” Tanya Gabriel sekali lagi. Dengan tampang polosnya Sivia menarik peregelangan tangannya dari genggaman Gabriel lantas berkata,
            “iihhhh…Kakak item ini oon banget sih, ya Via mau ngasih tau semuanya ke Kak Alvin, biar Kak Alvin tau, kalo Kak Shilla yang dia puja-puja itu TERNYATA SELINGKUH DIBELAKANGNYA….” Ucap Sivia dengan suara yang semakin meninggi seraya melongok keatas langit. Lagi-lagi Gabriel membekap mulut Sivia lalu membawa Sivia kesebuah tempat yang lebih sepi lagi.
            Saat tiba dihalaman belakang sekolah, Sivia berhasil melepaskan dirinya dari Gabriel. Setelah berhasil terlepas dari Gabriel, Sivia malah marah-marah,
            “iiihhhh…kakak item ini kenapa sih?? Dari tadi kerjaannya Cuma bekep-bekep Via doang…”
            “lo gak usah kasi tau Alvin,Vi….” Ucap Gabriel,
            “emang kenapa sih Kak…? Iihhh..lama-lama Kakak item kaya’ sweaper deh difilm Dora, dan untuk menghentikan Sweaper Via harus berkata, SWEAPER JANGAN MENCURI, SWEAPER JANGAN MENCURI….!” Ucap Sivia dengan konyol,
            “Via gue serius…!” bentak Gabriel pada akhirnya. Sivia langsung menunduk.


^_^

            Gabriel dan Sivia duduk berdampingan disebuah bangku panjang yang terdapat dihalaman belakang sekolah. Gabriel meneguk minuman isotonic yang tadi ia beli dikantin. Setelah meneguk minumannya, Gabriel menatap Sivia yang saat itu duduk disampingnya,
            “mereka selingkuh 3 bulan setelah Alvin dan Shilla pacaran, dan sejak pertama mereka selingkuh, gue udah tau semuanya, dan kenapa gue nyembunyiin ini mati-matian dari Alvin…? Itu semua semata-mata Cuma untuk mempertahankan CRAG, gue gak rela CRAG hancur Cuma gara-gara Shilla, fine gue tau, gue salah, karna secara tidak langsung gue udah bohongin Alvin, tapi gue gak punya cara lain untuk mempertahankan CRAG,sejauh ini Cuma itu cara yang bisa gue lakuin, gue gak mau Alvin tau kebusukan Shilla dari orang lain, gue mau Alvin tahu sendiri, itu aja Vi…lo paham maksud gue….??”
            Sivia menatap Gabriel dengan tatapan yang meyakinkan, Gabriel sudah optimis bahwa Sivia memahami apa yang baru saja ia bicarakan, namun ternyata harapan Gabriel musnah seketika, ketika Sivia menggelengkan kepalanya seraya memasang wajah tanpa dosanya, Gabriel menepuk keningnya seraya bergumam,
            “OH GOD, HELP ME!”
            “Kakak item kenapa…? Kakak item sakit…??” Tanya Sivia panic seraya memegang dahi Gabriel. Gabriel langsung berkata, berusaha menjelaskan semuanya pada Sivia dengan cara yang sesederhana mungkin,
            “pokoknya intinya gini, lo gak usah kasi tau Alvin, karna kalo lo kasi tau Alvin, bisa-bisa CRAG hancur, dan gue yakin lo gak mau kan itu terjadi…?” Sivia mengangguk ragu,
            “thnks good!” ucap Gabriel dengan wajah yang memancarkan kepuasan, ia layaknya baru mendapatkan sebuah mukjizat.
            “tapi ngomong-ngomong CRAG apaan sih Kak…??” Tanya Sivia datar tanpa ekspresi. Gabriel kembali menepuk keningnya berkali-kali seraya berkata pada dirinya sendiri,
            “OH GOD, PISO MANA PISOOOO????….” Sivia melihat kedepan dengan wajah yang heran, ia menyilangkan kedua jarinya didepan keningnya. Sivia telah menganggap Gabriel sinting.

^_^

            Waktu sudah menunjukan pukul 19.30, Sivia telah siap diruang tengah menunggu kedatangan Alvin. Malam ini adalah malam pertama Alvin menjadi Guru Privat Sivia. Tak lama menunggu, Alvinpun datang, ia duduk dihadapan Sivia. Melihat kedatangan Alvin, Sivia langsung terlihat semuringah,
            “KAK ALVIN…?? Via fikir Kak Alvin gak akan dateng? Gak mau ngajarin Via…?”
            “diih…lo fikir gue mau dateng? Lo fikir gue mau ngajarin lo? Kalo bukan karna Bunda gue tercinta dan kalo bukan karna Nyokap lo yang super duper baik gue ogah dateng buat ngajarin lo….?” Sivia langsung cemberut. Alvin membanting sebuah buku paket Fisika yang lumayan tebal dihadapan Sivia. Melihat paket Fisika itu Sivia langsung menelan ludah,
            “ini paket Fisika apa Al-Qur’an Kak?? Tebel amat??”
            “gak usah banyak nanya deh lo? Susah payah gue nyari buku itu buat lo…. Sekarang lo buka Bab pertama lihat materi tentang Getaran,Gelombang dan Bunyi…”
            “Kakak basa basi dulu kek, ini langsung aja disodorin buku, mending kita nonton Dora dulu yuk Kak…” ajak Sivia,
            “gue gak suka basa basi, lakukan apa yang gue perintahkan tadi, BURUAN!!!”  Ucap Alvin galak. Tak mau Alvin semakin galak Sivia langsung membuka buku paket yang Alvin berikan. Setelah sekitar 5 menit membaca, Alvin berkata,
            “udah selese bacanya…??”
            “udah Kak….” Jawab Sivia singkat,
            “ok, biar gak lama dan gak bikin gue semakin gondok sama kelemotan lo, gue langsung aja masuk ke materi, jadi getaran itu adalah gerak bolak balik sebuah benda secara periodic melalui titik keseimbangan, sekarang lo sebutkan gue contohnya….!”
            “contohnya Kak…??”
            “iya…”
            “sekarang??”
            “200 abad lagi, ya sekarang lah…!” ucap Alvin semakin galak.
            “contohnyaaaa…ummm…contohnyaaa….”
            “APA CONTOHNYA…?” sentak Alvin,
            “I..iya Kak, ini juga lagi mikir! Kakak jangan galak-galak dong, Via kan jadi takut…” ucap Sivia dengan suara memelas,
            “lo itu kelamaan mikir, sekarang sebutkan! Satu aja deh!”
            “contohnya itu, getaran hati Via tiap ada dideket Kakak….”
            “jawaban macam apaan itu? Sekarang gue lagi serius, gak maen-maen, paham lo?? Lo itu kok gak ada takut-takutnya sama guru sih? Sekarang ini tuh gue guru lo bukan Kakak kelas lo..”
            “i..iya Kak….” Ucap Sivia seraya menunduk dalam. Alvin menggeleng berkali-kali,
            “jadi contoh getaran itu, gerak turun naiknya benda pada pegas, gerak senar gitar yang sedang dipetik, dan lain sebagainya, lo bisa cari sendiri contohnya entar dalam kehidupan sehari-hari, sekarang kita langsung masuk rumus…”
            “WHAATT…?? RUMUS KAK….??”
            “iya rumus… kenapa? Ada yang salah…?” Tanya Alvin galak.
            “enggak kok, gak ada yang salah….”
            Susah payah Alvin memberikan beberapa rumus pada Sivia, tapi tetap saja Sivia tak mengerti. Sudah hampir 1 jam mereka belajar, Alvin mulai jenuh, ia pun berkata pada Sivia,
            “sekarang gini aja! Gue kasi lo dua contoh soal buat lo latihan, kalo lo gak ngerti juga, besok kita bahas lagi saat pertemuan…sekarang ambil buku catetan lo, dan dengerin soal yang gue bacain…”
            “iya Kak…”


^_^

Dear Diary…

      Hari ini Via seneeeng banget, karna hari ini adalah hari pertama Kak Alvin ngajar Via… Diary tau gak? Tadi Kak Alvin galak banget ama Via, Via kan jadi takut, tapi kalo Kak Alvin galak kaya’ gitu ternyata makin ganteng juga yaa…hihihi…
      Ok, lepas dari masalah les privat,, tadi disekolah, Via ngeliat pake mata kepala Via sendiri,Kak Shilla sama Kak Cakka ciuman,awalnya Via kaget, dan setelah Kakak item jelasin semuanya Via makin kaget, ternyata Kak Shilla nyelingkuhin Kak Alvin….
      Kasian banget Kak Alvin diselingkuhin, padahal Kak Alvin kan baek, ganteng, pinter lagi, kalo Via jadi Kak Shilla sih, Via gak akan nyelingkuhin Kak Alvin, Kak Alvin kan sempurna….
      Ya Tuhan, Via mau minta, jaga hati Kak Alvin Ya Tuhan, jangan sampe hati kak Alvin itu sakit, pokoknya jaga hati Kak Alvin dan perasaan Kak Alvin,,, Via gak mau Kak Alvin sakit dengan alasan apapun, Via sayang banget sama Kak Alvin…


                              Sivia.A.


^_^

            Pagi itu dikantin sekolah Sivia terlihat sibuk mengerjakan 2 contoh soal yang Alvin berikan padanya. Meski berusaha semalaman suntuk tapi tetap saja Sivia tidak bisa menjawab soal yang Alvin berikan. Ify menghampiri Sivia seraya membawa sebuah roti,
            “lo mau makan…?” Tanya Ify pada Sivia seraya menyodorkan rotinya pada Sivia, Sivia menggeleng sambil tetap focus dengan contoh soal yang Alvin berikan,
            “ada yang bisa gue bantu….?” Tanya Ify basa basi. Sivia langsung terlihat besemangat, ia pun berkata pada Ify,
            “ada banget Fy, bantuin Via ya jawab soal ini…!”
            “ya udah! Coba soalnya lo baca…!” pinta Ify, Siviapun membacakan contoh soal untuk Ify,
            “ok, jadi soalnya gini, suatu titik materi bergetar selaras dengan persamaan simpangan y sama dengan nol koma lima sin Pi per 6 t, dimana y dalam meter dan t dalam sekon. Tentukan simpangan,kecepatan dan percepatan titik materi tersebut ketika bergetar pada t=4 sekon!” Ify mengangguk-angguk paham setelah Sivia membacakan soal itu. Tentu saja soal itu sangat amat gampang buat orang secerdas Ify.
            Ify mengambil buku catatan dan pulpen Sivia. Saat Ify akan menjawab soal itu, tiba-tiba saja Alvin datang lalu merebut buku catatan Sivia dari tangan Ify. Alvin menutup buku catatan Sivia lalu meletakkannya secara perlahan diatas meja kantin. Alvin berkacak pinggang, Sivia sudah menduga, Alvin pasti akan marah padanya,
            “tadi malem gue bilang apa sama lo, JAWAB SOAL INI SENDIRI, lo jawab semampu lo, kalo lo gak bisa nanti kita bahas sama-sama, lo gak ngerti bahasa Indonesia ya….??”
            “ya ngertilah Kak, Via kan orang Indonesia” jawab Sivia polos,
            “SIAPA SURUH LO JAWAB? HAAA…?? Gue tau lo lemot Vi, lemoott banget, tapi plis lo gak usah lemot-lemot amatlah….”
            “kenapa sih kakak selalu marah-marah sama Via…?”
            “karna lo selalu bikin lo kesel…”
            “berarti Via yang salah??”
            “iya elo yang salah, elo yang rese’, elo yang begok, elo yang lemot, elo yang oon, pake nanya lagi lo??”
            “Dora lemot juga gak Kak…?” Tanya Sivia tiba-tiba. Sama sekali gak nyambung!
            “sama lemotnya kaya’ lo….” Sivia langsung cemberut dan memanyunkan mulutnya, Alvin berdecak,
            “ck…gak usah sok imut lo! Jelek tau gak, gak pantes lo manyun kaya’ gitu…” ucap Alvin sewot, Ify berusaha keras menahan tawanya menyaksikan kelakuan dua orang sarap yang kini ada disampingnya.
            Saat itu datanglah Rio secara tiba-tiba. Ify langsung menghentikan santapan rotinya, kali ini perhatiannya tertuju pada Rio yang waktu itu juga menatapnya. Tatapan yang bekisar hanya sekitar 5 detik itu terasa begitu lama bagi Ify. Tak lama Ify menyunggingkan senyum untuk Rio, Riopun membalas senyuman Ify. Alvin dan Sivia menatap heran kearah Ify dan Rio.
            Saat tengah saling menatap, tiba-tiba saja….
            “sayang kamu kemana aja? Daritadi aku nyariin kamu tau gak…” ucap seorang cewek cantik yang ternyata adalah Pricilla. Mendengar suara Pricilla, Rio langsung terkesiap, ia mengalihkan perhatiannya dari Ify. Sayang…? Apa maksud Pricilla memanggil Rio dengan panggilan sayang? Fikir Ify.
            “dari tadi kamu nyariin aku…? Maaf ya udah bikin kamu nunggu, sekarangkan kita ada rapat sekertariat, tadi Cakka minta aku buat manggil Alvin…” jelas Rio pada Pricilla. Pricilla mengangguk paham lalu menggandeng lengan Rio dengan mesra tepat dihadapan Ify, saat itulah Ify langsung menunduk dalam, berusaha menyembunyikan rasa cemburu yang kini mulai merayapi hati kecilnya.
            “sialan lo Vin, udah bikin cowok gue nyariin lo…” kesal Pricilla pada Alvin seraya menonjok pelan lengan Alvin. Dada Ify semakin tertohok saat mendengarkan Pricilla mengatakan bahwa Rio adalah pacarnya. Air mata Ify hampir merembes. Kenapa Rio tega melakukan semua itu pada Ify? Apa Rio hanya ingin mempermainkan Ify saja?


^_^

            Saat jam pulang sekolah tiba-tiba saja Pembina ekskul music meminta pada semua siswa yang mengikuti ekskul music agar berkumpul dengan segera diruang music. Semua Siswa yang mengikuti eksul music pun berbondong-bondong keruang music untuk mendengarkan pengumuman apa yang akan disampaikan oleh Bapak Pembina.
            Saat menunggu Bapak Pembina, Sivia dan Ify duduk berdua, perhatian mereka tertuju pada dua cowok berbeda yang sama-sama mereka kagumi, siapa lagi kalau bukan Alvin dan Rio. Sivia memperhatikan Alvin yang waktu itu sedang bersama Shilla. Alvin terlihat begitu perhatian pada Shilla, jika saja Alvin tau yang sebenarnya, Sivia benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Sementara perhatian Ify tertuju pada Rio dan Pricilla. Ify melihat Rio yang waktu menarik-narik hidung Pricilla dengan gemes, Ify menunduk rasa cemburu plus bingung dan merasa dipermainkan oleh Rio kembali bercampur menjadi satu dalam hati Ify.
            Sekitar 10 menit kemudian, Pak Dave yang tak lain dan tak bukan adalah Pembina ekskul music memasuki ruang music, beliau terlihat tergesa-gesa,
            “baik semuanya, karna waktunya mepet, jadi Bapak langsung saja umumkan, begini, 2 minggu lagi sekolah kita tercinta ini akan mengikuti lomba bernyanyi antar sekolah, dalam lomba bernyanyi kali ini saya sudah menjatuhkan dua pilihan pada dua orang yang menurut saya sudah tidak diragukan lagi skill nya dalam bernyanyi, 2 orang ini akan menjadi pasangan duet sebagaimana yang telah ditentukan oleh panitia Lomba, dan 2 orang yang saya pilih adalah, ALVIN DAANN…..” Pak Dave menggantungkan kalimatnya, “SIVIAA…” lanjutnya dengan mantap, semuanya tanpa terkecuali langsung bertepuk tangan dengan meriah, sementara Alvin ia terkejut bukan main,

            “WHAATT…. GUE SAMA SI LEMOT AKAN JADI PASANGAN DUET?????”




                                                BERSAMBUNG…..

0 comments:

Post a Comment