Yang membekap mulut Sivia ternyata
adalah Gabriel. Sivia berusaha keras terlepas dari Gabriel namun sayang
usahanya itu sia-sia. Ketika sudah berada lumayan jauh dari ruang music,
Gabriel pun melepaskan Sivia. Sivia Nampak tak percaya saat mendapati bahwa
Gabriellah yang membekapnya.
“KAKAK
ITEM….??” Seru Sivia seraya menunjuk Gabriel, lagi-lagi Gabriel membekap mulut
Sivia,
“huuss
jangan kenceng-kenceng Via, nanti ketahuan sama Cakka dan Shilla…” Gabrielpun menjauhkan
telapak tangannya dari bibir Sivia. Sivia semakin bingung. Tak lama terlihat
berfikir, Siviapun mengangkat jari telunjuk tangannya seraya membuka lebar
kedua matanya,
“BERARTI
KAKAK ITEM TAU DONG KALO KAK CAKKA SAMA KAK SHILLAAA….” Belum sempat Sivia
melanjutkan perkataannya, Gabriel malah memotongnya,
“huss….gue
bilang jangan kenceng-kenceng…” kata Gabriel sedikit emosi,
“jadi
Kakak tau, kalo Kak Cakka sama Kak Shilla itu selingkuh dibelakang Kak
Alvin….??” Tanya Sivia pada akhirnya, kali ini dengan nada sedikit berbisik.
Gabriel tak memberikan jawaban apapun, juga tak memberikan isyarat apapun, ia
seperti berusaha melindungi Cakka. Sivia menggeleng berkali-kali seraya
berdecak,
“Ckckckck….udah
gak bener ini, Peta, Via harus Tanya kepeta dimana bisa nemuin Kak Alvin….”
Ucap Sivia asal mengikuti gaya Dora. Saat Sivia akan melangkah pergi, Gabriel
langsung mencegatnya,
“lo
mau kemana Vi…??” Tanya Gabriel panic,
“mau
nyari Kak Alvin lah….” Jawab Sivia santai,
“ngapain
nyari Alvin….??” Tanya Gabriel sekali lagi. Dengan tampang polosnya Sivia
menarik peregelangan tangannya dari genggaman Gabriel lantas berkata,
“iihhhh…Kakak
item ini oon banget sih, ya Via mau ngasih tau semuanya ke Kak Alvin, biar Kak
Alvin tau, kalo Kak Shilla yang dia puja-puja itu TERNYATA SELINGKUH
DIBELAKANGNYA….” Ucap Sivia dengan suara yang semakin meninggi seraya melongok
keatas langit. Lagi-lagi Gabriel membekap mulut Sivia lalu membawa Sivia
kesebuah tempat yang lebih sepi lagi.
Saat
tiba dihalaman belakang sekolah, Sivia berhasil melepaskan dirinya dari
Gabriel. Setelah berhasil terlepas dari Gabriel, Sivia malah marah-marah,
“iiihhhh…kakak
item ini kenapa sih?? Dari tadi kerjaannya Cuma bekep-bekep Via doang…”
“lo
gak usah kasi tau Alvin,Vi….” Ucap Gabriel,
“emang
kenapa sih Kak…? Iihhh..lama-lama Kakak item kaya’ sweaper deh difilm Dora, dan
untuk menghentikan Sweaper Via harus berkata, SWEAPER JANGAN MENCURI, SWEAPER
JANGAN MENCURI….!” Ucap Sivia dengan konyol,
“Via
gue serius…!” bentak Gabriel pada akhirnya. Sivia langsung menunduk.
^_^
Gabriel
dan Sivia duduk berdampingan disebuah bangku panjang yang terdapat dihalaman
belakang sekolah. Gabriel meneguk minuman isotonic yang tadi ia beli dikantin.
Setelah meneguk minumannya, Gabriel menatap Sivia yang saat itu duduk
disampingnya,
“mereka
selingkuh 3 bulan setelah Alvin dan Shilla pacaran, dan sejak pertama mereka
selingkuh, gue udah tau semuanya, dan kenapa gue nyembunyiin ini mati-matian
dari Alvin…? Itu semua semata-mata Cuma untuk mempertahankan CRAG, gue gak rela
CRAG hancur Cuma gara-gara Shilla, fine gue tau, gue salah, karna secara tidak
langsung gue udah bohongin Alvin, tapi gue gak punya cara lain untuk
mempertahankan CRAG,sejauh ini Cuma itu cara yang bisa gue lakuin, gue gak mau
Alvin tau kebusukan Shilla dari orang lain, gue mau Alvin tahu sendiri, itu aja
Vi…lo paham maksud gue….??”
Sivia
menatap Gabriel dengan tatapan yang meyakinkan, Gabriel sudah optimis bahwa
Sivia memahami apa yang baru saja ia bicarakan, namun ternyata harapan Gabriel
musnah seketika, ketika Sivia menggelengkan kepalanya seraya memasang wajah
tanpa dosanya, Gabriel menepuk keningnya seraya bergumam,
“OH
GOD, HELP ME!”
“Kakak
item kenapa…? Kakak item sakit…??” Tanya Sivia panic seraya memegang dahi
Gabriel. Gabriel langsung berkata, berusaha menjelaskan semuanya pada Sivia
dengan cara yang sesederhana mungkin,
“pokoknya
intinya gini, lo gak usah kasi tau Alvin, karna kalo lo kasi tau Alvin,
bisa-bisa CRAG hancur, dan gue yakin lo gak mau kan itu terjadi…?” Sivia
mengangguk ragu,
“thnks
good!” ucap Gabriel dengan wajah yang memancarkan kepuasan, ia layaknya baru
mendapatkan sebuah mukjizat.
“tapi
ngomong-ngomong CRAG apaan sih Kak…??” Tanya Sivia datar tanpa ekspresi.
Gabriel kembali menepuk keningnya berkali-kali seraya berkata pada dirinya
sendiri,
“OH
GOD, PISO MANA PISOOOO????….” Sivia melihat kedepan dengan wajah yang heran, ia
menyilangkan kedua jarinya didepan keningnya. Sivia telah menganggap Gabriel
sinting.
^_^
Waktu
sudah menunjukan pukul 19.30, Sivia telah siap diruang tengah menunggu
kedatangan Alvin. Malam ini adalah malam pertama Alvin menjadi Guru Privat
Sivia. Tak lama menunggu, Alvinpun datang, ia duduk dihadapan Sivia. Melihat
kedatangan Alvin, Sivia langsung terlihat semuringah,
“KAK
ALVIN…?? Via fikir Kak Alvin gak akan dateng? Gak mau ngajarin Via…?”
“diih…lo
fikir gue mau dateng? Lo fikir gue mau ngajarin lo? Kalo bukan karna Bunda gue
tercinta dan kalo bukan karna Nyokap lo yang super duper baik gue ogah dateng
buat ngajarin lo….?” Sivia langsung cemberut. Alvin membanting sebuah buku
paket Fisika yang lumayan tebal dihadapan Sivia. Melihat paket Fisika itu Sivia
langsung menelan ludah,
“ini
paket Fisika apa Al-Qur’an Kak?? Tebel amat??”
“gak
usah banyak nanya deh lo? Susah payah gue nyari buku itu buat lo…. Sekarang lo
buka Bab pertama lihat materi tentang Getaran,Gelombang dan Bunyi…”
“Kakak
basa basi dulu kek, ini langsung aja disodorin buku, mending kita nonton Dora
dulu yuk Kak…” ajak Sivia,
“gue
gak suka basa basi, lakukan apa yang gue perintahkan tadi, BURUAN!!!” Ucap Alvin galak. Tak mau Alvin semakin galak
Sivia langsung membuka buku paket yang Alvin berikan. Setelah sekitar 5 menit
membaca, Alvin berkata,
“udah
selese bacanya…??”
“udah
Kak….” Jawab Sivia singkat,
“ok,
biar gak lama dan gak bikin gue semakin gondok sama kelemotan lo, gue langsung
aja masuk ke materi, jadi getaran itu adalah gerak bolak balik sebuah benda
secara periodic melalui titik keseimbangan, sekarang lo sebutkan gue
contohnya….!”
“contohnya
Kak…??”
“iya…”
“sekarang??”
“200
abad lagi, ya sekarang lah…!” ucap Alvin semakin galak.
“contohnyaaaa…ummm…contohnyaaa….”
“APA
CONTOHNYA…?” sentak Alvin,
“I..iya
Kak, ini juga lagi mikir! Kakak jangan galak-galak dong, Via kan jadi takut…”
ucap Sivia dengan suara memelas,
“lo
itu kelamaan mikir, sekarang sebutkan! Satu aja deh!”
“contohnya
itu, getaran hati Via tiap ada dideket Kakak….”
“jawaban
macam apaan itu? Sekarang gue lagi serius, gak maen-maen, paham lo?? Lo itu kok
gak ada takut-takutnya sama guru sih? Sekarang ini tuh gue guru lo bukan Kakak
kelas lo..”
“i..iya
Kak….” Ucap Sivia seraya menunduk dalam. Alvin menggeleng berkali-kali,
“jadi
contoh getaran itu, gerak turun naiknya benda pada pegas, gerak senar gitar
yang sedang dipetik, dan lain sebagainya, lo bisa cari sendiri contohnya entar
dalam kehidupan sehari-hari, sekarang kita langsung masuk rumus…”
“WHAATT…??
RUMUS KAK….??”
“iya
rumus… kenapa? Ada yang salah…?” Tanya Alvin galak.
“enggak
kok, gak ada yang salah….”
Susah
payah Alvin memberikan beberapa rumus pada Sivia, tapi tetap saja Sivia tak
mengerti. Sudah hampir 1 jam mereka belajar, Alvin mulai jenuh, ia pun berkata
pada Sivia,
“sekarang
gini aja! Gue kasi lo dua contoh soal buat lo latihan, kalo lo gak ngerti juga,
besok kita bahas lagi saat pertemuan…sekarang ambil buku catetan lo, dan
dengerin soal yang gue bacain…”
“iya
Kak…”
^_^
Dear Diary…
Hari ini Via seneeeng
banget, karna hari ini adalah hari pertama Kak Alvin ngajar Via… Diary tau gak?
Tadi Kak Alvin galak banget ama Via, Via kan jadi takut, tapi kalo Kak Alvin
galak kaya’ gitu ternyata makin ganteng juga yaa…hihihi…
Ok, lepas dari masalah
les privat,, tadi disekolah, Via ngeliat pake mata kepala Via sendiri,Kak
Shilla sama Kak Cakka ciuman,awalnya Via kaget, dan setelah Kakak item jelasin
semuanya Via makin kaget, ternyata Kak Shilla nyelingkuhin Kak Alvin….
Kasian banget Kak Alvin
diselingkuhin, padahal Kak Alvin kan baek, ganteng, pinter lagi, kalo Via jadi
Kak Shilla sih, Via gak akan nyelingkuhin Kak Alvin, Kak Alvin kan sempurna….
Ya Tuhan, Via mau minta,
jaga hati Kak Alvin Ya Tuhan, jangan sampe hati kak Alvin itu sakit, pokoknya
jaga hati Kak Alvin dan perasaan Kak Alvin,,, Via gak mau Kak Alvin sakit
dengan alasan apapun, Via sayang banget sama Kak Alvin…
Sivia.A.
^_^
Pagi
itu dikantin sekolah Sivia terlihat sibuk mengerjakan 2 contoh soal yang Alvin
berikan padanya. Meski berusaha semalaman suntuk tapi tetap saja Sivia tidak
bisa menjawab soal yang Alvin berikan. Ify menghampiri Sivia seraya membawa sebuah
roti,
“lo
mau makan…?” Tanya Ify pada Sivia seraya menyodorkan rotinya pada Sivia, Sivia
menggeleng sambil tetap focus dengan contoh soal yang Alvin berikan,
“ada
yang bisa gue bantu….?” Tanya Ify basa basi. Sivia langsung terlihat
besemangat, ia pun berkata pada Ify,
“ada
banget Fy, bantuin Via ya jawab soal ini…!”
“ya
udah! Coba soalnya lo baca…!” pinta Ify, Siviapun membacakan contoh soal untuk
Ify,
“ok,
jadi soalnya gini, suatu titik materi bergetar selaras dengan persamaan
simpangan y sama dengan nol koma lima sin Pi per 6 t, dimana y dalam meter dan
t dalam sekon. Tentukan simpangan,kecepatan dan percepatan titik materi
tersebut ketika bergetar pada t=4 sekon!” Ify mengangguk-angguk paham setelah
Sivia membacakan soal itu. Tentu saja soal itu sangat amat gampang buat orang
secerdas Ify.
Ify
mengambil buku catatan dan pulpen Sivia. Saat Ify akan menjawab soal itu,
tiba-tiba saja Alvin datang lalu merebut buku catatan Sivia dari tangan Ify.
Alvin menutup buku catatan Sivia lalu meletakkannya secara perlahan diatas meja
kantin. Alvin berkacak pinggang, Sivia sudah menduga, Alvin pasti akan marah
padanya,
“tadi
malem gue bilang apa sama lo, JAWAB SOAL INI SENDIRI, lo jawab semampu lo, kalo
lo gak bisa nanti kita bahas sama-sama, lo gak ngerti bahasa Indonesia ya….??”
“ya
ngertilah Kak, Via kan orang Indonesia” jawab Sivia polos,
“SIAPA
SURUH LO JAWAB? HAAA…?? Gue tau lo lemot Vi, lemoott banget, tapi plis lo gak
usah lemot-lemot amatlah….”
“kenapa
sih kakak selalu marah-marah sama Via…?”
“karna
lo selalu bikin lo kesel…”
“berarti
Via yang salah??”
“iya
elo yang salah, elo yang rese’, elo yang begok, elo yang lemot, elo yang oon,
pake nanya lagi lo??”
“Dora
lemot juga gak Kak…?” Tanya Sivia tiba-tiba. Sama sekali gak nyambung!
“sama
lemotnya kaya’ lo….” Sivia langsung cemberut dan memanyunkan mulutnya, Alvin
berdecak,
“ck…gak
usah sok imut lo! Jelek tau gak, gak pantes lo manyun kaya’ gitu…” ucap Alvin
sewot, Ify berusaha keras menahan tawanya menyaksikan kelakuan dua orang sarap
yang kini ada disampingnya.
Saat
itu datanglah Rio secara tiba-tiba. Ify langsung menghentikan santapan rotinya,
kali ini perhatiannya tertuju pada Rio yang waktu itu juga menatapnya. Tatapan
yang bekisar hanya sekitar 5 detik itu terasa begitu lama bagi Ify. Tak lama
Ify menyunggingkan senyum untuk Rio, Riopun membalas senyuman Ify. Alvin dan
Sivia menatap heran kearah Ify dan Rio.
Saat
tengah saling menatap, tiba-tiba saja….
“sayang
kamu kemana aja? Daritadi aku nyariin kamu tau gak…” ucap seorang cewek cantik
yang ternyata adalah Pricilla. Mendengar suara Pricilla, Rio langsung
terkesiap, ia mengalihkan perhatiannya dari Ify. Sayang…? Apa maksud Pricilla
memanggil Rio dengan panggilan sayang? Fikir Ify.
“dari
tadi kamu nyariin aku…? Maaf ya udah bikin kamu nunggu, sekarangkan kita ada
rapat sekertariat, tadi Cakka minta aku buat manggil Alvin…” jelas Rio pada
Pricilla. Pricilla mengangguk paham lalu menggandeng lengan Rio dengan mesra
tepat dihadapan Ify, saat itulah Ify langsung menunduk dalam, berusaha menyembunyikan
rasa cemburu yang kini mulai merayapi hati kecilnya.
“sialan
lo Vin, udah bikin cowok gue nyariin lo…” kesal Pricilla pada Alvin seraya
menonjok pelan lengan Alvin. Dada Ify semakin tertohok saat mendengarkan
Pricilla mengatakan bahwa Rio adalah pacarnya. Air mata Ify hampir merembes.
Kenapa Rio tega melakukan semua itu pada Ify? Apa Rio hanya ingin mempermainkan
Ify saja?
^_^
Saat
jam pulang sekolah tiba-tiba saja Pembina ekskul music meminta pada semua siswa
yang mengikuti ekskul music agar berkumpul dengan segera diruang music. Semua
Siswa yang mengikuti eksul music pun berbondong-bondong keruang music untuk
mendengarkan pengumuman apa yang akan disampaikan oleh Bapak Pembina.
Saat
menunggu Bapak Pembina, Sivia dan Ify duduk berdua, perhatian mereka tertuju
pada dua cowok berbeda yang sama-sama mereka kagumi, siapa lagi kalau bukan
Alvin dan Rio. Sivia memperhatikan Alvin yang waktu itu sedang bersama Shilla.
Alvin terlihat begitu perhatian pada Shilla, jika saja Alvin tau yang
sebenarnya, Sivia benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.
Sementara perhatian Ify tertuju pada Rio dan Pricilla. Ify melihat Rio yang
waktu menarik-narik hidung Pricilla dengan gemes, Ify menunduk rasa cemburu
plus bingung dan merasa dipermainkan oleh Rio kembali bercampur menjadi satu
dalam hati Ify.
Sekitar
10 menit kemudian, Pak Dave yang tak lain dan tak bukan adalah Pembina ekskul
music memasuki ruang music, beliau terlihat tergesa-gesa,
“baik
semuanya, karna waktunya mepet, jadi Bapak langsung saja umumkan, begini, 2
minggu lagi sekolah kita tercinta ini akan mengikuti lomba bernyanyi antar
sekolah, dalam lomba bernyanyi kali ini saya sudah menjatuhkan dua pilihan pada
dua orang yang menurut saya sudah tidak diragukan lagi skill nya dalam bernyanyi,
2 orang ini akan menjadi pasangan duet sebagaimana yang telah ditentukan oleh
panitia Lomba, dan 2 orang yang saya pilih adalah, ALVIN DAANN…..” Pak Dave
menggantungkan kalimatnya, “SIVIAA…” lanjutnya dengan mantap, semuanya tanpa
terkecuali langsung bertepuk tangan dengan meriah, sementara Alvin ia terkejut
bukan main,
“WHAATT….
GUE SAMA SI LEMOT AKAN JADI PASANGAN DUET?????”
BERSAMBUNG…..


0 comments:
Post a Comment