Shilla menaiki panggung dengan langkah
yang pasti dan berdiri disamping Alvin. Semuanya kembali bertepuk tangan dengan
sangat meriah. Pricilla memasangkan mahkota diatas kepala Shilla sebagai tanda
bahwa ia telah resmi menjadi Princess SMA PATUH KARYA tahun 2012. Alvin dan
Shillapun dipasangkan oleh Gabriel. Alvin mengambil microphone yang ada
ditangan Febby lantas berkata dari atas panggung,
“Ok,
malam ini, saya ingin minta maaf sama pacar saya Shilla…” ucapan Alvin itu
telah melukai perasaan 2 orang sekaligus yaitu Cakka dan Sivia. Sivia menundur
secara perlahan sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya, ia baru
tahu bahwa ternyata Alvin dan Shilla berpacaran. Alvin berbalik dan menatap
Shilla yang waktu berdiri disampingnya. Alvin bertekuk lutut dihadapan Shilla
seraya berkata,
“aku
minta maaf ya sama kamu Shill, karna tadi aku udah marah-marah sama kamu, aku
minta maaf banget, dan aku janji, gak akan marah-marah lagi sama kamu, aku
sayang sama kamu Shill dan gak bisa marahan lama-lama sama kamu, kamu mau kan
maafin aku…?” Shilla tersenyum lantas mengangguk berkali-kali, Alvin tersenyum
puas, ia meraih kedua tangan Shilla lalu mencium punggung tangan Shilla. Saat
itulah Cakka memutuskan hengkang dari tempat acara. Alvin bangkit, ia mengeluarkan
setangkai bunga mawar merah dari kantong jasnya lalu menyerahkannya pada
Shilla, dengan senang hati Shilla menerima mawar pemberian Alvin.
Setelah
menerima mawar dari Alvin, Shillapun mencium pipi Alvin. Sivia semakin
merasakan hatinya terbakar. Alvin membuka kedua tangannya lantas berkata,
“sini….”
Shillapun membawa dirinya kedalam pelukan Alvin, semuanya bertepuk tangan dan
berteriak heboh.
“I
love you Shill….” Ucap Alvin setengah berbisik,
“I
love you too Vin….” Alvinpun mengangkat tubuh Shilla dan membawanya turun dari
atas panggung.
^_^
“hik..hik…Kak
Alvin jahat, hik..hik..hik Kak Alvin jelek, hik..hik..hik…Kak Alvin bau ketek,
Kak Alvin aneh,Kak Alvin jutek,hik..hik..hik… gak jadi deh, KAK ALVIN TU
GANTENG, KAK ALVIN TU SEMPURNA DAN VIA SUKA, HIK…HIK..HIK…..” ujar Sivia seraya
menangis terisak didalam kamarnya. Mama yang heran dan penasaran mendengarkan
suara isakkan Siviapun memasuki kamar Sivia.
Setibanya
didalam kamar Sivia Mama mendepati Sivia yang saat itu tengah berbaring diatas
kasur sambil memeluk boneka Dora keasayangannya. Mama duduk disamping Sivia
lantas membelai rambut anaknya yang super manja itu.
“Via
kenapa sayang..? haa? Cerita sama Mama….”
Sivia bangkit lalu memeluk erat Mamanya, dengan isakkannya yang sangak
kuat Sivia memulai ceritanya,
“hik..hik…Kak
Alvin Ma, Hik..hik…Kak Alvin…”
“Kak
Alvin kenapa sayang…?”
“hik..hik…masa…masa
Kak Alvin udah punya pacar Ma, HWAAAAAA…… hik..hik… mau mati aja Ma, Via gak
mau hidup lagi kalo kaya’ gini….”
“hussss…
semabarangan aja kalo ngomong, kamu kalo ngomong itu dijaga… ya terus kalo Kak
Alvin kamu itu udah punya pacar memangnya kenapa? Kalian kan gak ada hubungan
apa-apa….”
“aaaa….Mama….Via
kan udah bilang, Via suka sama Kak Alvin, Via cinta mati sama Kak
Alvin…hik..hik…”
“tapi
kan Kak Alvin udah punya pacar, masa kamu mau ganggu Kak Alvin sama pacarnya
sih??”
“aaaaaa…Mama,,,
tapi Via tetep aja gak ikhlas Ma, hik…hik…” Sivia kembali memeluk Mama. Mama
hanya bisa tersenyum melihat tingkah Sivia.
^_^
Ify
melihat Rio yang waktu itu sedang berkumpul bersama kawan-kawannya. Hari ini
Ify sudah memiliki niat untuk minta maaf dan menjelaskan semuanya pada Rio atas
ketidakhadirannya diprom semalam. Ify menghela nafas panjang, ia tersenyum dan
dengan langkah yang pasti Ify berjalan menghampiri Rio yang waktu itu sedang
nongkrong didepan kelasnya.
“Hay
Kak Rio….” Sapa Ify dengan semangat, Rio dan kawan-kawannya langsung
menghentikan obrolan mereka yang tadinya terlihat seru. Gabriel,Alvin,Cakka dan
Rio menatap Ify secara bersamaan. Tak lama menatap Ify,Rio langsung membuang
mukanya,Alvinpun membalas sapaan hangat Ify,
“Hay
Fy….”
“Hay
juga Kak Alvin….” Ify kembali mengalihkan perhatiannya pada Rio yang saat itu
masih membuang mukanya,
“Kak
Rio, aku mau…” sebelum Ify sempat melanjutkan ucapannya Rio malah berkata pada
kawan-kawannya,
“gue
masuk kelas dulu ya semua, gue lupa kalo gue belom ngerjain tugas Kimia…” alibi
Rio lalu memasuki kelas. Ify terlihat pasrah, sepertinya Rio benar-benar marah
dan kecewa padanya. Gabriel dan Cakka menyusul Rio kedalam kelas. Sementara
Alvin, ia berdiri lalu menepuk pundak Ify beberapa kali,
“lo
biarin aja dulu Rionya sendiri, nanti kalo dia udah ngerasa baikan, pasti dia
yang akan nemuin lo…”
“emang
Kak Rio marah banget sama gue Kak….?” Tanya Ify pada Alvin,
“sebenernya
dia gak marah, dia Cuma kecewa aja,, lo tau semalem itu, Rio udah siepin
semuanya buat lo…”
“siepin
semuanya?? Maksud Kakak….??” Tanya Ify yang tak paham dengan maksud Alvin,
“semalem
Rio udah ada rencana buat nembak lo, tapi lo nya malah gak dateng, Rio kecewa,
tapi lo tenang aja, gue yang akan bujuk dia biar gak ngediemin lo lagi…”
“makasi
ya Kak Alvin…”
“sama-sama
Fy….”
Alvin
melihat Sivia yang waktu itu berjalan sendiri sambil menunduk. Alvin berfikir
bahwa sebentar lagi Sivia pasti akan mendekatinya lalu dengan o’onnya Sivia
akan kembali menganggu Alvin seperti biasanya. Alvin sudah siap siaga, namun
ternyata dugaan Alvin salah, karna Sivia terus berjalan tanpa sedikitpun
melihat kearahnya. Bahkan Ify sempat heran, tidak biasanya Sivia seperti itu
jika melihat Alvin.
Alvin
menatap Ify lalu mengangkat kedua alisnya heran, keheranan Alvin itu langsung
disambut oleh gelengan dari Ify. Ify menggelengkan kepalanya seraya mengangkat
kedua bahunya, rupanya Ify jauh lebih heran dari Alvin.
Setelah
dari kelas Alvin, Ify langsung mencari Sivia dikelas. Saat memasuki kelas Ify
mendapati Sivia yang waktu itu menyendiri dibangkunya. Ify menggeleng lalu
mendekati Sivia. Ia duduk disamping Sivia seraya merangkulnya,
“lo
kenapa Vi hari ini? Aneh banget sama Kak Alvin?? Biasanya kalo ngeliat Kak
Alvin lo udah kaya’ kucing kelaparan yang lagi ngeliat asin, tapi sekarang kok
malah beda….??”
“iiiii….Ify
jahat banget sih ngatain Via kucing, satu lagi, Ify jangan sok tau, Via gak
suka ikan asin….”
“ya
terserah, lo mau suka kek, enggak kek… oya, kok lo tumben gitu cuek sama Kak
Alvin…? Gak biasanya??” mendengar pertanyaan Ify, Sivia kembali histeris,
“HWAAAAAAAA……”
“Lo
kenapa lagi sih? Haaa..? super duper aneh lo….”
“hik..hik..hik…Kak
Alvin,, Kak Alvin ternyata udah punya cewek, dan ceweknya itu Kak Shilla,,,
hik..hik….”
“ya
emang… kok lo baru tau?? Kemana aja lo 3 bulan ini…??”
“jadi
Ify udah tau??” Ify mengangguk,
“kok
gak ngasih tau Via…?”
“lo
gak nanya….?”
“HWAAAAAAAA….IFY
JAHAAATTTT…..HIK…HIK..HIK…”
“eh…eh…jangan
teriak-teriak dong lo…lemot lo…”
“biarin….”
^_^
Satu
minggu kemudian ujian tengah semesterpun dimulai, selama ujian Sivia sama sekali tak focus menjawab soal-soal ujian. Alhasil
saat pembagian nilai, Sivia mendapatkan nilai paling hancur dikelasnya. Sivia
tak bergeming.
Sivia
menyerahkan hasilnya pada kedua orang tuanya. Melihat hasil Sivia yang
benar-benar mengecewakan, Papa Sivia marah besar. Sivia hanya bisa diam saat
dimarahi,
“Sivia
Azizah, kenapa nilai kamu bisa berantakan seperti ini…? Apa sih yang ada dalam
fikiran kamu? Haa…?”
“Kak
Alvin…” jawab Sivia,
“itu
pertanyaan retoris, gak perlu kamu jawab…”
“serem
dong kalo pertanyaan teroris…” jawab Sivia lagi,
“kamu
itu….eerrrgghh…sekarang Papa sudah tidak mau tau lagi, diujian smester ganjil
nanti kamu harus perbaiki nilai kamu….”
“dan
Mama akan cari guru privat buat kamu….”
“guru
Privat Ma,,,?? Yaahh…jangan dong….”
“KAMU
GAK BOLEH PROTES….” Bentak Papa, Sivia langsung menunduk.
“ada
anak temen Mama, dia satu sekolah sama kamu, dia kakak kelas kamu, dia yang
akan jadi guru privat kamu…”
“kakak
kelas Via yang mana Ma..?”
“Mama
juga belom liat, yang jelas dia anak temen Mama….”
“ya
udah Mama urus semuanya, Papa udah muak ngadepin Sivia….huh…bikin malu aja….”
Papapun naik kelantai atas. Sivia langsung mendekati Mamanya lalu memeluk
Mamanya,
“Mama….”
^_^
Sivia
terlihat asyik menonton Film Dora. Entah apa yang ada didalam fikiran Sivia, ia
begitu senang menonton Film yang sebenarnya hanya ditonton oleh anak-anak itu
saja. Ketika Dora berkata ‘MELONCAT’ maka Sivia akan bangun dari Sofa lalu
meloncat. Apapun yang Dora katakan Sivia pasti akan mengikutinya layaknya anak
kecil. Semua sudah tau kalau Sivia begitu menyukai Dora. Bahkan dikamarnya
Sivia mengoleksi semua boneka yang ada difilm Dora. Sivia bilang Dora itu cute
dan pintar. Yaaa… cute dan pintar…
Saat
Sivia tengah asyik bernyanyi bersama Dora, tiba-tiba saja Mamanya datang lalu
duduk disamping Sivia,
“Via…malem
ini Mama akan perkenalkan guru privat
yang akan membantu kamu belajar….”
“aahhh…Mama…Via
kan lagi nonton Dora…”
“udah
Doranya dilupain aja dulu! Memangnya kamu mau Papa terus-terusan marah sama
kamu…?”
“Mama
mah….” Eluh Sivia. Mama pun mematikan Tv lalu memanggil guru Privat yang akan
mengajari Sivia.
“Alvin
ayo masuk….” Panggil Mama.
Mendengar
nama Alvin dibawa-bawa Sivia terkejut. Apa mungkin Alvin Kakak kelasnya? Apa mungkin
Alvin yang ia puja-puja? Sivia lebih terkejut lagi saat Alvin memasuki
rumahnya, ternyata dugaan Sivia benar. Alvin dan Sivia sama-sama terperanjat,
“KAK
ALVIN….???”
“ELOOOO…???”
ucap mereka secara bersamaan….
BERSAMBUNG….


0 comments:
Post a Comment