Thursday, May 2, 2013

0

MY DIARY Part 7



Shilla menaiki panggung dengan langkah yang pasti dan berdiri disamping Alvin. Semuanya kembali bertepuk tangan dengan sangat meriah. Pricilla memasangkan mahkota diatas kepala Shilla sebagai tanda bahwa ia telah resmi menjadi Princess SMA PATUH KARYA tahun 2012. Alvin dan Shillapun dipasangkan oleh Gabriel. Alvin mengambil microphone yang ada ditangan Febby lantas berkata dari atas panggung,
            “Ok, malam ini, saya ingin minta maaf sama pacar saya Shilla…” ucapan Alvin itu telah melukai perasaan 2 orang sekaligus yaitu Cakka dan Sivia. Sivia menundur secara perlahan sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya, ia baru tahu bahwa ternyata Alvin dan Shilla berpacaran. Alvin berbalik dan menatap Shilla yang waktu berdiri disampingnya. Alvin bertekuk lutut dihadapan Shilla seraya berkata,
            “aku minta maaf ya sama kamu Shill, karna tadi aku udah marah-marah sama kamu, aku minta maaf banget, dan aku janji, gak akan marah-marah lagi sama kamu, aku sayang sama kamu Shill dan gak bisa marahan lama-lama sama kamu, kamu mau kan maafin aku…?” Shilla tersenyum lantas mengangguk berkali-kali, Alvin tersenyum puas, ia meraih kedua tangan Shilla lalu mencium punggung tangan Shilla. Saat itulah Cakka memutuskan hengkang dari tempat acara. Alvin bangkit, ia mengeluarkan setangkai bunga mawar merah dari kantong jasnya lalu menyerahkannya pada Shilla, dengan senang hati Shilla menerima mawar pemberian Alvin.
            Setelah menerima mawar dari Alvin, Shillapun mencium pipi Alvin. Sivia semakin merasakan hatinya terbakar. Alvin membuka kedua tangannya lantas berkata,
            “sini….” Shillapun membawa dirinya kedalam pelukan Alvin, semuanya bertepuk tangan dan berteriak heboh.
            “I love you Shill….” Ucap Alvin setengah berbisik,
            “I love you too Vin….” Alvinpun mengangkat tubuh Shilla dan membawanya turun dari atas panggung.


^_^

            “hik..hik…Kak Alvin jahat, hik..hik..hik Kak Alvin jelek, hik..hik..hik…Kak Alvin bau ketek, Kak Alvin aneh,Kak Alvin jutek,hik..hik..hik… gak jadi deh, KAK ALVIN TU GANTENG, KAK ALVIN TU SEMPURNA DAN VIA SUKA, HIK…HIK..HIK…..” ujar Sivia seraya menangis terisak didalam kamarnya. Mama yang heran dan penasaran mendengarkan suara isakkan Siviapun memasuki kamar Sivia.
            Setibanya didalam kamar Sivia Mama mendepati Sivia yang saat itu tengah berbaring diatas kasur sambil memeluk boneka Dora keasayangannya. Mama duduk disamping Sivia lantas membelai rambut anaknya yang super manja itu.
            “Via kenapa sayang..? haa? Cerita sama Mama….”  Sivia bangkit lalu memeluk erat Mamanya, dengan isakkannya yang sangak kuat Sivia memulai ceritanya,
            “hik..hik…Kak Alvin Ma, Hik..hik…Kak Alvin…”
            “Kak Alvin kenapa sayang…?”
            “hik..hik…masa…masa Kak Alvin udah punya pacar Ma, HWAAAAAA…… hik..hik… mau mati aja Ma, Via gak mau hidup lagi kalo kaya’ gini….”
            “hussss… semabarangan aja kalo ngomong, kamu kalo ngomong itu dijaga… ya terus kalo Kak Alvin kamu itu udah punya pacar memangnya kenapa? Kalian kan gak ada hubungan apa-apa….”
            “aaaa….Mama….Via kan udah bilang, Via suka sama Kak Alvin, Via cinta mati sama Kak Alvin…hik..hik…”
            “tapi kan Kak Alvin udah punya pacar, masa kamu mau ganggu Kak Alvin sama pacarnya sih??”
            “aaaaaa…Mama,,, tapi Via tetep aja gak ikhlas Ma, hik…hik…” Sivia kembali memeluk Mama. Mama hanya bisa tersenyum melihat tingkah Sivia.


^_^

            Ify melihat Rio yang waktu itu sedang berkumpul bersama kawan-kawannya. Hari ini Ify sudah memiliki niat untuk minta maaf dan menjelaskan semuanya pada Rio atas ketidakhadirannya diprom semalam. Ify menghela nafas panjang, ia tersenyum dan dengan langkah yang pasti Ify berjalan menghampiri Rio yang waktu itu sedang nongkrong didepan kelasnya.
            “Hay Kak Rio….” Sapa Ify dengan semangat, Rio dan kawan-kawannya langsung menghentikan obrolan mereka yang tadinya terlihat seru. Gabriel,Alvin,Cakka dan Rio menatap Ify secara bersamaan. Tak lama menatap Ify,Rio langsung membuang mukanya,Alvinpun membalas sapaan hangat Ify,
            “Hay Fy….”
            “Hay juga Kak Alvin….” Ify kembali mengalihkan perhatiannya pada Rio yang saat itu masih membuang mukanya,
            “Kak Rio, aku mau…” sebelum Ify sempat melanjutkan ucapannya Rio malah berkata pada kawan-kawannya,
            “gue masuk kelas dulu ya semua, gue lupa kalo gue belom ngerjain tugas Kimia…” alibi Rio lalu memasuki kelas. Ify terlihat pasrah, sepertinya Rio benar-benar marah dan kecewa padanya. Gabriel dan Cakka menyusul Rio kedalam kelas. Sementara Alvin, ia berdiri lalu menepuk pundak Ify beberapa kali,
            “lo biarin aja dulu Rionya sendiri, nanti kalo dia udah ngerasa baikan, pasti dia yang akan nemuin lo…”
            “emang Kak Rio marah banget sama gue Kak….?” Tanya Ify pada Alvin,
            “sebenernya dia gak marah, dia Cuma kecewa aja,, lo tau semalem itu, Rio udah siepin semuanya buat lo…”
            “siepin semuanya?? Maksud Kakak….??” Tanya Ify yang tak paham dengan maksud Alvin,
            “semalem Rio udah ada rencana buat nembak lo, tapi lo nya malah gak dateng, Rio kecewa, tapi lo tenang aja, gue yang akan bujuk dia biar gak ngediemin lo lagi…”
            “makasi ya Kak Alvin…”
            “sama-sama Fy….”

            Alvin melihat Sivia yang waktu itu berjalan sendiri sambil menunduk. Alvin berfikir bahwa sebentar lagi Sivia pasti akan mendekatinya lalu dengan o’onnya Sivia akan kembali menganggu Alvin seperti biasanya. Alvin sudah siap siaga, namun ternyata dugaan Alvin salah, karna Sivia terus berjalan tanpa sedikitpun melihat kearahnya. Bahkan Ify sempat heran, tidak biasanya Sivia seperti itu jika melihat Alvin.
            Alvin menatap Ify lalu mengangkat kedua alisnya heran, keheranan Alvin itu langsung disambut oleh gelengan dari Ify. Ify menggelengkan kepalanya seraya mengangkat kedua bahunya, rupanya Ify jauh lebih heran dari Alvin.
            Setelah dari kelas Alvin, Ify langsung mencari Sivia dikelas. Saat memasuki kelas Ify mendapati Sivia yang waktu itu menyendiri dibangkunya. Ify menggeleng lalu mendekati Sivia. Ia duduk disamping Sivia seraya merangkulnya,
            “lo kenapa Vi hari ini? Aneh banget sama Kak Alvin?? Biasanya kalo ngeliat Kak Alvin lo udah kaya’ kucing kelaparan yang lagi ngeliat asin, tapi sekarang kok malah beda….??”
            “iiiii….Ify jahat banget sih ngatain Via kucing, satu lagi, Ify jangan sok tau, Via gak suka ikan asin….”
            “ya terserah, lo mau suka kek, enggak kek… oya, kok lo tumben gitu cuek sama Kak Alvin…? Gak biasanya??” mendengar pertanyaan Ify, Sivia kembali histeris,
            “HWAAAAAAAA……”
            “Lo kenapa lagi sih? Haaa..? super duper aneh lo….”
            “hik..hik..hik…Kak Alvin,, Kak Alvin ternyata udah punya cewek, dan ceweknya itu Kak Shilla,,, hik..hik….”
            “ya emang… kok lo baru tau?? Kemana aja lo 3 bulan ini…??”
            “jadi Ify udah tau??” Ify mengangguk,
            “kok gak ngasih tau Via…?”
            “lo gak nanya….?”
            “HWAAAAAAAA….IFY JAHAAATTTT…..HIK…HIK..HIK…”
            “eh…eh…jangan teriak-teriak dong lo…lemot lo…”
            “biarin….”


^_^

            Satu minggu kemudian ujian tengah semesterpun dimulai, selama ujian Sivia sama sekali tak focus menjawab soal-soal ujian. Alhasil saat pembagian nilai, Sivia mendapatkan nilai paling hancur dikelasnya. Sivia tak bergeming.
            Sivia menyerahkan hasilnya pada kedua orang tuanya. Melihat hasil Sivia yang benar-benar mengecewakan, Papa Sivia marah besar. Sivia hanya bisa diam saat dimarahi,
            “Sivia Azizah, kenapa nilai kamu bisa berantakan seperti ini…? Apa sih yang ada dalam fikiran kamu? Haa…?”
            “Kak Alvin…” jawab Sivia,
            “itu pertanyaan retoris, gak perlu kamu jawab…”
            “serem dong kalo pertanyaan teroris…” jawab Sivia lagi,
            “kamu itu….eerrrgghh…sekarang Papa sudah tidak mau tau lagi, diujian smester ganjil nanti kamu harus perbaiki nilai kamu….”
            “dan Mama akan cari guru privat buat kamu….”
            “guru Privat Ma,,,?? Yaahh…jangan dong….”
            “KAMU GAK BOLEH PROTES….” Bentak Papa, Sivia langsung menunduk.
            “ada anak temen Mama, dia satu sekolah sama kamu, dia kakak kelas kamu, dia yang akan jadi guru privat kamu…”
            “kakak kelas Via yang mana Ma..?”
            “Mama juga belom liat, yang jelas dia anak temen Mama….”
            “ya udah Mama urus semuanya, Papa udah muak ngadepin Sivia….huh…bikin malu aja….” Papapun naik kelantai atas. Sivia langsung mendekati Mamanya lalu memeluk Mamanya,
            “Mama….”


^_^

            Sivia terlihat asyik menonton Film Dora. Entah apa yang ada didalam fikiran Sivia, ia begitu senang menonton Film yang sebenarnya hanya ditonton oleh anak-anak itu saja. Ketika Dora berkata ‘MELONCAT’ maka Sivia akan bangun dari Sofa lalu meloncat. Apapun yang Dora katakan Sivia pasti akan mengikutinya layaknya anak kecil. Semua sudah tau kalau Sivia begitu menyukai Dora. Bahkan dikamarnya Sivia mengoleksi semua boneka yang ada difilm Dora. Sivia bilang Dora itu cute dan pintar. Yaaa… cute dan pintar…
            Saat Sivia tengah asyik bernyanyi bersama Dora, tiba-tiba saja Mamanya datang lalu duduk disamping Sivia,
            “Via…malem ini  Mama akan perkenalkan guru privat yang akan membantu kamu belajar….”
            “aahhh…Mama…Via kan lagi nonton Dora…”
            “udah Doranya dilupain aja dulu! Memangnya kamu mau Papa terus-terusan marah sama kamu…?”
            “Mama mah….” Eluh Sivia. Mama pun mematikan Tv lalu memanggil guru Privat yang akan mengajari Sivia.
            “Alvin ayo masuk….” Panggil Mama.
            Mendengar nama Alvin dibawa-bawa Sivia terkejut. Apa mungkin Alvin Kakak kelasnya? Apa mungkin Alvin yang ia puja-puja? Sivia lebih terkejut lagi saat Alvin memasuki rumahnya, ternyata dugaan Sivia benar. Alvin dan Sivia sama-sama terperanjat,
            “KAK ALVIN….???”
            “ELOOOO…???” ucap mereka secara bersamaan….




                                    BERSAMBUNG….

0 comments:

Post a Comment