Wednesday, May 15, 2013

0

MY DIARY Part 12



Alvin tersenyum simpul, ia menepuk tangannya beberapa kali seraya berjalan mendekati Cakka dan Shilla. Pada saat yang bersamaan Febby dan Pricilla memasuki ruang music, lalu disusul oleh Gabriel dan Sivia, semuanya heran dan berfikir keras, apa yang telah terjadi….??
            Alvin menghentikan langkahnya tepat dihadapan Cakka dan Shilla, Alvin menatap Shilla lekat-lekat yang saat itu hanya bisa menunduk dalam, sesekali juga Alvin mengalihkan perhatiannya pada Cakka. Cakka tak bisa berkata apa-apa, ia juga sudah tak bisa membela dirinya lagi. Bagaimana ia harus membela diri jika Alvin mengkapnya basahnya seperti ini.
            “Vin… lo dengerin gue…” kata Cakka berusaha memegang pundak Alvin dan menjelaskan semuanya, tapi apa yang malah Alvin lakukan, ia menepis tangan Cakka dengan keras lalu menatap Cakka tajam,
            “gue gak mau denger apa-apa dari lo! Lo itu gak lebih dari seorang penghianat nan pengecut yang bisanya Cuma nusuk SAHABATNYA dari belakang, gue salah apa sama lo Kka….? Kenapa lo harus kaya’ gini….? KENAPAA….??” Sentak Alvin.
            Gabriel yang mulai paham dengan apa yang terjadipun langsung menunduk dalam seperti Shilla. Sivia terlihat gusar, ia seolah ingin menghampiri Alvin, namun Gabriel langsung mencekal lengannya seraya menggeleng berkali-kali.
            Menanggapi kediaman Cakka, emosi Alvin semakin meluap hebat. Sekali lagi Alvin berteriak dihadapan Cakka,
            “LO JANGAN DIEM AJA! JAWAB GUE! KENAPA LO NGELAKUIN INI?? KENAPA LO SELINGKUH SAMA CEWEK GUE?? CEWEK YANG SANGAT GUE SAYANG….???”
            “ada apa sih sebenernya…??” Tanya Febby dan Pricilla yang belum mengetahui apapun. Tak ada seorangpun yang menjawab pertanyaan mereka.
            Cakka masih diam sementara emosi Alvin sudah meluap hebat, tak bisa dibendung lagi. Alvin mengepalkan tangannya dan tanpa berfikir panjang langsung mendaratkan tinjunya tepat diwajah Cakka. Cakka tak melawan, Shilla tetap diam tak bergeming.
            “kenapa lo Cuma bisa diem Kka…? KENAPA???” Rio memasuki ruang music, ia tersentak saat mendapati kedua sahabatnya tengah bertengkar hebat. Ketika Alvin akan kembali menghajar Cakka, Rio langsung berlari kearah Alvin dan Cakka untuk menghentikan semuanya.
            “Alvin lo kenapa sih….??” Tanya Rio seraya menahan lengan Alvin,
            “lepasin gue Rio! Biarin gue hajar penghianat itu, gue mau habisin dia, gue gak akan biarin dia hidup….”
            “ADA APA SIH SEBENERNYA….???” Tanya Rio lagi.
            “CAKKA UDAH SELINGKUH SAMA SHILLA, DIA UDAH NUSUK GUE DARI BELAKANG….”
            “APAAA….???” Kali ini Rio semakin tersentak, ia benar-benar tak bisa mempercayai dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Alvin. Secara perlahan Rio melepaskan tangan Alvin, kali ini Rio menatap Cakka dan Shilla secara bergantian,
            “apa bener yang Alvin bilang Kka….??” Cakka mengangguk pelan, Alvin kembali mendaratkan pukulannya diwajah Cakka, pukulan Alvin yang lumayan keras itu sukses membuat Cakka terjatuh tepat didepan kaki Alvin.
            “SEKARANG JAWAB GUE! KENAPA LO LAKUIN ITU?? KENAPAA????”
            “KARNA GUE CINTA SAMA SHILLA, DAN KARNA SHILLA JUGA CINTA SAMA GUE….” Jawab Cakka pada akhirnya, Shilla memejamkan matanya sejenak, air matanya menetes secara perlahan. Alvin mengangguk paham, ia menghela nafas panjang  lantas berkata,
            “MANIS YA KELAKUAN KALIAN BERDUA……??” Ketika Alvin kembali ingin menyerang Cakka yang saat itu tak melawan sedikitpun, Shilla langsung menahan Alvin, dengan linangan air mata dan isakkan yang cukup kuat, Shilla berkata,
            “hentikan Vin…..hik..hik…”
            “kamu jahat Shill…. Kenapa kamu hancurkan semuanya? Kalo emang kamu udah gak cinta lagi sama aku, kenapa kamu gak ngomong sejak awal, kenapa harus seperti ini? SANDIWARA KAMU SELAMA INI BENAR-BENAR SUKSES SHILL, PUAS KAMU, PUAS KAMU UDAH MAININ PERASAAAN AKU….??”
            Tanpa ada yang menduga, Shilla langsung berlutut dihadapan Alvin. Semuanya tersentak termasuk Alvin dan Cakka.
            “aku berlutut dihadapan kamu Vin, semua yang ada disini menjadi saksi atas pengakuanku, aku berlutut memohon maaf dari kamu Vin, aku yang jahat, aku yang gak bisa jaga cinta yang udah kamu berikan, aku bener-bener minta maaf…. Selama ini aku Cuma gak bisa bohongin perasaan aku bahwa ternyata yang aku cinta adalah Cakka bukan kamu….”
            “TERUS KENAPA KAMU GAK JUJUR…??”
            “karna aku belum siap nyakitin kamu…..”
            “DAMN! Kamu bener-bener jahat Shilla, memangnya kamu fikir dengan kamu  menyembunyikan semua itu aku gak sakit, aku sakit Shill, dan aku ngerasa jadi manusia paling begok didunia ini karna udah percaya sama kamu…. dan mulai sekarang, gue gak mau lagi lihat kalian berdua…. GUE BENCI SAMA KALIAN…..” kata Alvin seraya menunjuk Cakka dan Shilla secara bergantian.
            Dengan emosinya yang masih meluap dan belum teredam Alvin meninggalkan ruang music. Saat melewati Sivia, Sivia mencekal lengan Alvin dan menatap Alvin penuh Tanya. Tak lama menatap Sivia, Alvin menarik lengannya dengan kasar dari genggaman Sivia lantas melanjutkan perjalanannya.
            “Kak Alvin….” Panggil Sivia seraya mengejar Alvin.
            Beberapa saat setelah kepergian Alvin dan Sivia, Rio dan Gabrielpun menghampiri Cakka dan Shilla.


^_^

            “AARGGGHHH….CAKKA SHILLA…. LO BERDUA EMANG PENGHIANAT, GUE BENCI SAMA KALIAN, GUE BENCIIII…..” Teriak Alvin sekencang-kencangnya dihalaman belakang sekolah. Sivia yang saat itu berdiri tepat dibelakang Alvin merasa ragu-ragu untuk mendekati Alvin. Sivia menghela nafas panjang dan berusaha meyakinkan hatinya, setelah ia merasa yakin, Sivia melangkahkan kakinya dengan mantap lalu menepuk pelan pundak Alvin dari belakang,
            “Kak Alvin, sabar ya….” Lirihnya pelan. Alvin yang saat itu sudah berlinang air matapun berusaha menghapus air matanya saat ia menyadari bahwa ia tak sendiri ditempat itu.
            “ngapain lo kesini….?” Tanya Alvin dingin. Sivia menurunkan tangannya dari pundak Alvin lantas melangkah kedepan Alvin. Kali ini Sivia sudah berdiri tepat dihadapan Alvin,
            “Kak Alvin jangan sedih ya Kak…? Via kan jadi ikutan sedih ngeliat Kak Alvin sedih…. Mending Kak Alvin gak usah fikirin Kak Shilla lagi yang udah nyakitin Kak Alvin, Kak Alvin harus tetep kuat seperti sebelum-sebelumnya….” Sivia berusaha memberi semangat untuk Alvin, tapi apa yang malah Alvin katakan? Sungguh diluar dugaan Sivia,
            “lo gak usah sok nasehatin gue deh, lo fikir dengan Shilla ngehianatin gue dan lo dateng secara tiba-tiba buat sok-sokkan ngehibur gue, gue bakalan luluh dan jadi suka gitu sama lo? Lo salah besar Sivia, apapun yang terjadi dan sampai kapanpun itu, gue gak akan pernah suka sama lo, dan gak akan pernah suka sama lo…..”
            “Kak Alvin….” Ucap Sivia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Alvin. Sungguh Sivia sama sekali tidak memiliki niat apapun pada Alvin, semua apa yang Alvin tuduhkan itu salah besar. Tapi saat ini juga Alvin sedang dalam keadaan yang sangat kacau, ia tak sadar dengan apa yang ia ucapkan pada Sivia.
            “bukan gitu Kak….”
            “udah deh, enek tau gak gue ngeliat muka lo terus… sekarang mending lo pergi dari sini, biarin gue sendiri….” Usir Alvin.
            “Kak….”
            “PERGIII….GUE BILANG PERGIIIII…..” Teriak Alvin sekencang-kencangnya. Sivia yang merasa sudah tak tahan lagi dengan Alvinpun akhirnya menangis, ia berlari dari sana dan meninggalkan Alvin sendiri. Beberapa saat kemudian, Alvin berlutut, ia mengacak rambutnya lantas kembali berteriak sekencang-kencangnya,
            “AAARGGGHHHHH…….”


^_^

“Kau membuat ku berantakkan…..
Kau membuat ku tak karuan…..
Kau membuat ku tak berdaya kau menolakku,
Acuhkan diriku…..
Bagaimana caranya untuk….
Meruntuhkan kerasnya hatimu….
Kusadari…. Ku tak sempurna…
Ku tak seperti yang kau inginkan…..
Kau hancurkan aku dengan sikapmu…..
Tak sadarkah kau telah menyakitiku….
Lelah hati ini meyakinkanmu….
Cinta ini membunuhku…..”

            Sivia menyanyikan lagu seraya memainkan sebuah piano. Saat itu Sivia sedang berada didalam diruang music menunggu kedatangan Pak Dave juga Alvin. Hari ini Pak Dave meminta Alvin dan Sivia untuk langsung latihan setelah pulang sekolah. Perlombaan tinggal sebentar lagi dan semuanya harus benar-benar dipersiapkan secara matang.
            Tanpa Sivia sadari ternyata Alvin mendengarkan nyanyiannya dari balik pintu. Alvin menatap Sivia dengan sedih, ia baru menyadari bahwa tak seharusnya ia berbuat kasar pada Sivia seperti tadi, padahal Sivia memiliki niat yang baik untuk menghiburnya. Alvin mengela nafas berat, rasa penyesalan kini pun telah membelenggunya dan membuatnya sulit bernafas. Alvin telah bertekad, bahwa hari ini juga ia akan minta maaf pada Sivia.
            “loh Alvin kok kamu diem? Kok gak langsung masuk aja….?” Tanya Pak Dave tiba-tiba dari belakang Alvin. Alvin terkesiap,
            “eh, Pak Dave….”
            “iya kenapa kamu gak masuk….?”
            “ini juga mau masuk Pak…..” Alvin dan Pak Davepun akhirnya masuk secara bersamaan.

            Saat Alvin dan Pak Dave memasuki ruang music, Sivia langsung menghentikan permainan pianonya. Ia bangkit dari duduknya lalu memberikan senyuman untuk Pak Dave, ketika melihat Alvin, senyum yang terlukis diwajah cantik Sivia langsung sirna seketika. Sivia menunduk dalam, untuk yang pertama kalinya ia merasa sakit hati pada Alvin.
            Alvin dan Sivia duduk berseblahan disebuah bangku. Pak Dave berdiri dihadapan mereka lantas berkata,
            “Ok, Alvin dan Sivia, jadi pada perlombaan nanti, lagu yang akan kalian bawakan itu adalah lagu dari Melly Goeslow feat Evan yang judulnya Tentang Dia, perlu kalian ketehui, lagu ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup, jadi tetap berhati-hati, pembagian suara harus benar-benar kalian perhatikan, kalian harus bisa memecah suara kalian….” Ucap Pak Dave memberi nasihat. Selama Pak Dave berbicara, sesekali Alvin mencuri pandang kearah Sivia yang saat itu tak sedikitpun menghiraukannya.
            “Baik Pak….” Ucap Alvin dan Sivia serentak,
            “mungkin hari ini pelatih vocal kalian akan datang agak telat, jadi silahkan kesempatan itu kalian pergunakan untuk mempelajari lagu yang akan kalian nyanyikan, dan besok Johan Jaffar salah seorang koreografer akan melatih koreo kalian biar kalian tidak terlihat kaku diatas panggung….”

^_^

            Selama latihan berlangsung, Sivia tak sedikitpun menghiraukan Alvin. Alvin paham, Sivia pasti marah padanya karna ucapannya tadi. Alvin mengakui kesalahannya dan ia merasa sangat menyesal dengan apa yang sudah ia ucapkan pada Sivia. Satu jam kemudian latihan usai. Sivia terlihat sibuk membereskan barang-barangnya, saat Alvin akan mengucapkan sesuatu pada Sivia, Sivia malah bangkit dari samping Alvin lantas pergi begitu saja. Alvin menunjuk Sivia dengan wajah kebingungan.
            “Vi…Via…” panggil Alvin pelan tanpa suara. Alvin menggaruk kepalanya dan langsung berlari untuk menyusul Sivia keluar. Saat Alvin akan keluar dari ruang music seseorang malah menghalangi jalannya,
            “Vin, kita bisa ngomong? Sebentar aja….”
            “apalagi Shill….??” Tanya Alvin pada seseorang yang ternyata adalah Shilla.


^_^

            Sivia merasakan sakit dikepalanya, kelamaan sakit itu semakin terasa. Pengelihatan Sivia mulai berkunang-kunang, ia merasakan semuanya berputar semakin lama semakin kencang. Sivia memegangi kepalanya.
            Gabriel yang saat itu akan keluar dari gerbang sekolah dengan motornya langsung menghampiri Sivia saat ia melihat Sivia, Gabriel berhenti tepat disamping Sivia,
            “Via, Kakak anter yuk!” ajak Gabriel seraya tersenyum sangat manis. Sivia menghentikan langkahnya namun tak menjawab pertanyaan Gabriel. Sivia merasa kondisinya semakin lemah saja, dan Sivia sudah tak sanggup lagi berdiri diatas kedua kakinya. Gabriel yang merasa aneh dengan kondisi Siviapun memegang lengan Sivia, seraya menatap wajah Sivia yang tampak pucat Gabriel bertanya,
            “Via, lo kenapa….???” Sebelum sempat menjawab pertanyaan Gabriel, Sivia malah jatuh pingsan tak sadarkan diri. Gabriel sebisa mungkin menahan tubuh lemah Sivia,
            “Via bangun…! Via kenapa? Ayo bangun…VIAAA….???” Ucap Gabriel dengan panic……


                                                BERSAMBUNG……

0 comments:

Post a Comment