NAMA: HILMI HASANAH
NIM: E1C113058
KELAS: 1B
Menjadi
salah satu Mahasiswa di Universitas Mataram yang merupakan satu-satunya
Universitas Negeri di Provinsi Nusa Tenggara Barat tentu merupakan mimpi dari
sebagian anak-anak di Provinsi ini, begitu juga denganku. Sejak aku duduk
dikelas 3 SMK aku sudah bermimpi untuk bisa kuliah di Universitas Mataram, aku
selalu bermimpi, nanti setelah aku lulus dari SMK aku bisa melanjutkan kuliahku
di Universitas Mataram, dan sekarang, detik ini, aku bisa meraih impian itu dan
membuat bangga kedua orang tua ku yang memang sejak awal sudah gencar-gencarnya
mendukung aku untuk bisa berkuliah di Universitas Mataram. Dan meskipun aku
hanya tercatat sebagai Mahasiswa reguler sore di Universitas ini, aku tetap
bangga. Dan nanti dengan bangga akan aku ceritakan pada semua orang, bahwa aku
adalah salah satu mahasiswi di Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan
Universitas Mataram. Ya aku bangga berada disini.
Suka duka selama menjadi Mahasiswa
di FKIP selama beberapa bulan terakhir ini tentu ada. Hal yang menurutku dapat
dikatakan sebagai duka adalah, mungkin pelaksanaan ujiannya yang selalu
terlambat, dan jujur saja aku merasa bahwa Mahasiswa regular pagi lebih ‘dianak
emas’ kan. Padahal secara logika, baik yang regular pagi maupun regular sore sama-sama
memiliki satu tujuan yang sama, yaitu belajar, bahkan kami sama-sama membayar
untuk bisa kuliah di FKIP, tapi kenapa aku justru merasa ini sedikit tidak
adil? Tapi aku berharap, bahwa aku lah yang salah merasa, ya… aku selalu
berharap seperti itu.
Dan suka nya selama menjadi
mahasiswi di FKIP mungkin lebih beragam –bagiku- kenapa begitu? Karena semenjak
masuk FKIP, aku yang pada awalnya tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang
Guru akhirnya berani bermimpi untuk menjadi seorang Guru. Karena sejujurnya
tujuan awalku ingin masuk FKIP dan mengambil jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia adalah, aku ingin mengerti Sastra lebih dalam lagi untuk mendukung
cita-citaku yang ingin menjadi seorang penulis novel professional dan terkenal
seperti penulis novel favoritku, Andrea Hirata. Bagiku seorang Andrea Hirata
itu sangat luar biasa, karna ketika untuk pertama kali ia menulis sebuah novel
yang berjudul Laskar Pelangi, novelnya sukses menembus pasar dan menjadi novel Best Seller bahkan hingga difilm kan.
Kelak, aku ingin menjadi seperti beliau, bahkan mungkin lebih hebat dari
beliau. Satu lagi yang membuatku merasa sangat beruntung karena bisa menjadi
salah satu mahasiswi di FKIP adalah, aku tergabung dikelas 1B dan mengenal
teman-teman yang menurutku sangat hebat. Merekalah idolaku, saudara
seperjuanganku, sahabat sejatiku. Lebih dari apapun itu, aku sangat menyayangi
teman-teman 1B, mereka bisa membuat hari-hari ku terasa lebih berwarna, aku
beruntung mengenal mereka.
Kuliah Komputer… hmmm… jujur,
walaupun aku adalah seorang lulusan SMK jurusan Tekhnik Informatika, tapi tidak
pernah sekalipun aku meremehkan mata kuliah yang satu ini. Menurutku kuliah
computer ini sangat penting, belum lagi sekarang kita hidup dijaman serba
canggih yang sudah terjamah oleh arus globalisasi yang semakin lama semakin
deras, jika kita tidak pandai mengikuti perkembangan jaman, maka bersiaplah
untuk tenggelam oleh arus.
Dan
Internet merupakan salah satu jawaban bagaimana kita harus melawan arus itu.
Dari jaringan internet kita bisa mengetahui segala hal yang kita inginkan,
tentunya hal-hal yang bernilai positif. Dari jaringan internet, kita bisa
terhubung dengan jutaan orang-orang yang berada diseluruh belahan dunia, dari
internet aku juga bisa menyalurkan hoby menulisku.
Dan
dapat aku katakan, bahwa aku adalah seorang ‘Internet Maniak’. Hari-hari ku
tidak pernah terlepas dari jamahan jaringan internet. Itulah kenapa mata kuliah
computer sangat amat penting bagiku. Dan aku tidak pernah menemui keluhan
selama menghadapi mata kuliah ini, aku selalu enjoy jika sudah berhadapan
dengan mata kuliah yang merupakan salah satu mata kuliah favoritku ini.
Dosen yang paling aku sukai selama
satu semester ini mungkin adalah Dosen Teori Sastra. Yap, beliaulah Pak
Murahim. Lepas dari kecintaanku terhadap sastra, menurutku cara penyampaian
materi yang digunakan oleh Pak Murahim berbeda dari dosen-dosen yang lain, cara
penyampaiannya lugas, tegas dan gampang dimengerti.
Dan
setiap kali beliau menyampaikan materi, beliau selalu menggunakan pilihan kata-kata
yang menurutku sangat luar biasa. Otakku juga gampang menyerap semua
penjelasannya. Ya… itu adalah alasan kenapa aku menjadikan Pak Murahim sebagai
dosen favoritku selama satu semester ini.
Dan
dosen yang tidak aku sukai, ralat, dosen yang kurang aku sukai adalah… hmmmm….
Mungkin Pak Rusdiawan, Dosen Pengantar Filsafat. Bukan… bukannya aku tidak
menyukai mata kuliah beliau, aku suka filsafat, hanya saja mungkin cara
penyampaian beliau yang terlalu serius membuat suasana belajar-mengajar agak
sedikit kaku. Dari jam pertama hingga terakhir, beliau terus menyampaikan
materinya dengan serius, tidak ada selingan yang bisa membuat kami bisa merasa
sedikit rileks. Mungkin hanya itu, jika saja Pak Rusdiawan bisa sedikit santai
ketika menyampaikan mata kuliah, mungkin mata kuliah itu akan menjadi lebih
mengasyikan dan sempurna, tapi bukankah tidak ada satu hal pun yang sempurna
didunia ini? Termasuk itu Dosen, Dosen juga hanya manusia biasa yang memiliki
titik ketidaksempurnaan.


0 comments:
Post a Comment